Sabtu, 23 Juli 2016

Selamat Hari Anak Nasional

Assalamualaikum sahabat Smart Mom, hari ini adalah Hari Anak Nasional. Di hari ini bertepatan dengan ulang tahun dua keponakanku, yakni Aris dan Tia. Aku berdoa semoga keduanya menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan berani. Mengapa? Tantangan di masa depan semakin sulit, ngeri jika salah arah. Apalagi ya membaca berita remaja selebgram yang ngehits tapi dari sisi negatifnya, duuuh kemana ortunya?

Okelah ya anak-anak berulah belum tentu salah ortunya. Tapi, semua bisa diantisipasi dari rumah. Jika saja ortu peduli dengan keberadaan anaknya, Insya Allah kelakuan anak yang menerjang norma dapat dicegah.

Percaya atau tidak, kejahatan yang dialami anak-anak  ini menjadi momok bagi ibu muda sepertiku. Anakku mau sekolah, mau main, mau ke rumah teman menjadi PR agar anak-anak tidak keluar jalur.

Beberapa bulan ini aku membaca kasus kejahatan seksual yang dialami anak-anak. Pelaku yang melakukan kejahatan adalah orang terdekat. Orang yang dipercayai orang tuanya itulah yang kadang memang tega melakukan kejahatan.

Sedih mendengar kematian Neysa Nur Azyla bocah yang meninggal di Kalimantan Timur karena diculik dan dibunuh oleh tetangganya sendiri. Orangtua Neysa bahkan sangat mempercayai pelaku yang telah tega menculik, menodai, membakar hingga membunuh Neysa. 

Ya Robb, terbuat dari apakah hati si pelaku sehingga tega menyakiti bocah tak berdosa itu? Pertama membaca berita ini aku menangis. Pilu rasanya. Mengingat aku juga punya anak balita seusia Neysa. 

Saat pelaku tertangkap aku sedikit lega, semoga keadilan bisa ditegakkan. Semoga pelaku mendapat ganjaran setimpal. Sebagai orang tua kita dapat mengambil hikmahnya untuk tidak terlalu percaya dengan orang terdekat menjaga anak-anak kita. Selalu cek perubahan anak-anak, tingkah laku yang berbeda dan jadilah sahabat yang mau mendengar keluh kesahnya.

Semoga Neysa menjadi bidadari surga sebagai tabungan amal kedua orang tuanya. Semoga keluarga dari Bapak Fathurahman (Ketua DPC PKS Kec. Sangkulirang Kutai Timur, Kalimantan Timur).

Aamiin...

Senin, 18 Juli 2016

Catatan Cinta Milad Fatih ke-5

Fatih saat bayi


Assalamualaikum sahabat Smart Mom, apakabar semua? Masih suasana lebaran, jadi efeknya aku masih males ngetik hihihi... walau rasanya rindu menulis dan BW, tapi kok masih aja pengen santai. Nah, hari ini aku mencoba melawan rasa malas itu dengan mencatat perkembangan Fatih, anak keduaku selama lima tahun ini. 

Ya, salah satu cara melawan malas ngeblog itu adalah menulis tema anak-anakku. Betul deh, inilah sumber kebahagian dan semangat aku ngeblog. Menulis tentang perkembangan anak-anakku dan menjadikannya dokumentasi untuk anak-anak ke depan.

Jumat, 15 Juli 2016

Cantik Dari Hati : Bahagiakan Diri dan Orang Lain


Suatu hari diawal Juni 2016. Aku dan keluarga melakukan perjalanan dari dari Padang ke Lampung. Saat itu aku mengirimkan fotoku sedang memangku Aisyah di bis. Kukirim kesebuah group kepenulisan yang aku ikuti lebih dari dua tahun. Fotoku sedikit close up. Tak menyangka, selain untaian doa agar perjalanan kami lancar, sehat dan selamat sampai tujuan, salah satu teman penulis memperhatikan wajahku.

Rabu, 06 Juli 2016

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H

Assalamualaikum sahabat Smart Mom,

Alhamdulillah setelah berpuasa selama sebulan di bulan ramadhan, akhirnya kita bertemu di Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Ada rasa sedih berpisah dengan Bulan Ramadhan yang penuh ampunan dan limpahan pahala dan ada kegembiraan karena berhasil puasa penuh di Bulan Ramadhan ini. Sungguh rasa yang bercampur menjadi satu, sehingga ketika takbir bergema, aku menangis. Ya Robb, begitu cepatnya waktu berlalu sehingga Ramadhan pun berganti dengan Syawal.

Hari yang fitri ini aku terbangun oleh suami. Ya, aku tertidur sudah larut malam karena berberes rumah dan mengejar deadline lomba hihihi... awalnya sudah enggak diizinkan suami ngetik, "Besok lebaran loh, jangan kecapekan!" pesan suami. Tapi, aku ngetik juga saat suami sibuk keluar karena tetangga samping rumahku kena musibah, ibunya meninggal dunia. Innalillahi wa innailahi rojiun. 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H, Taqabbalallahu Minna wa Minkum.

Baca jugaMembangun Komunikasi Keluarga Harmonis

Selasa, 05 Juli 2016

Membangun Komunikasi Keluarga Harmonis

Ketika memutuskan resign setelah mengajar selama 6 tahun, otomatis kegiatanku banyak di rumah. Bermain bersama anak, beberes rumah, hingga menjalankan hobiku menulis. Kadang, timbul rasa jenuh. Pengen merasakan keluar rumah, kumpul dengan teman, ngobrol sesuai dengan minatku, me time deh! Namun, sejak punya anak tiga dan tanpa ART, aku harus jauh-jauh hari meminta izin dengan suami. Kalau tidak pandai-pandai menyampaikan yang dimaksud, suamiku menolak, bahkan tidak mengizinkan.


Contohnya, saat di Bulan Ramadhan, kami baru saja pindah dari Padang ke Lampung. Teman-teman FLP Bandar Lampung akan mengadakan buka puasa bersama di salah satu panti asuhan. Saat itu ketuanya menghubungiku via BBM. Mereka meminta kesediaanku mengisi diskusi kepenulisan menjelang berbuka puasa. Sayangnya, mereka meminta dalam waktu yang sangat mepet, 4 hari sebelum acara. Bahkan malam itu minta jawaban langsung. Tentu saja aku kesulitan menjawab. Aku butuh waktu berdiskusi dengan suamiku. Ketika didesak terus kesediaanku. Aku pun bertanya dengan suami. Seperti yang aku duga, suamiku menolak.

Minggu, 03 Juli 2016

Sri Rahayu : Cinta Dunia Kuliner dan Menulis Sejak SD hingga Menerbitkan 21 Buku

Assalamualaikum sahabat Smart Mom, apakabar? Sudah siap mau mudik ya? Atau sudah di kampung halaman? Sembari mempersiapkan hari Idul Fitri yang dinanti, aku mau mengenalkan kembaranku, eits... kembaran nama maksudku, hihi... namanya Mbk Sri Rahayu atau Mbk Yayuk. Jiaaah, namanya sama persis hihihi... ( Baca Juga : Kenapa Naqiyyah Syam? ).

Mbk Sri begitu aku memanggilnya di group arisan kami, lahir di Jakarta,15 September 1976. Beliau lulusan Ekonomi Pertanian Universitas Brawijaya tahun 2002. Saat ini, ibu dengan dua putra bernama M. Farhan Raditya Putra dan Favian Attar Firdaus tinggal di Bali.

Sri Rahayu : Cinta Dunia Kuliner dan Menulis Sejak SD hingga Menerbitkan 21 Buku

Kamis, 30 Juni 2016

Sekolah Menulis Anak (SMA) Smart Melaju Bersama Asus Zen AiO Pro

Ketika awal menikah, aku sudah diminta suamiku untuk di rumah saja, biarkan saja suami yang bekerja. Saat itu aku belum sarjana. Kami menikah ketika aku belum wisuda dan suami baru saja satu bulan menjadi sarjana. Kami memulai rumah tangga dari nol. Suami masih merintis usahanya, menjual ikan betutu atau disebut ikan malas.


Tiap hari, suamiku akan mengumpulkan ikan dari nelayan. Ikan tersebut dikumpulkan dalam bak besar. Setelah terkumpul cukup banyak, ikan tersebut dikemas dan dikirim melalui pesawat ke Jakarta. Tak lama, bisnis kami mulai berkembang, suami mempunyai investor seorang Cina-Malaysia. Ia menanamkan modal ditambak ikan betutu kami. Lambat laun, bisnis berkembang pesat. Kami dapat mengumpulkan uang untuk DP mobil. Sayang, dua bulan menjelang panen, ikan tersebut mati karena diterjang limbah pabrik tapioka. Gagal panen, gagal punya mobil.

Tahun berikutnya, kami memulai bisnis ikan mas. Dibeli dari Cirata. Ikan satu truk kami pindahkan ke kolam ikan yang kami buat. Sayang, belum ada pengalaman mengurus ikan mas, apalagi kami baru saja membuat sumur bor, ikan tersebut banyak mati. Hasilnya rugi besar. Hutang mulai menumpuk.