Kamis, 31 Oktober 2013

Rinso Cair Sahabat Setiaku

Rinso Cair pilihan tepat
Sejak sebelum menikah, ibu saya mencuci dengan Rinso. Jika disuruh beli ditergen ya bilangnya beli Rinso. Walau Rinso adalah merk sebuah produk saja, tapi bagi keluargaku ditergen ya Rinso, hehe... lalu setelah menikah saya tetap menjalankan tradisi dari ibu saya, mencuci dengan Rinso.

Cinta Rinso sejak dulu
 Pernah sih, saya mencoba ‘selingkuh’ mencoba ditergen lain. Dari yang tergiur karena menggunakan pemutih, pewangi, hadiah piring, mangkok, hingga undian lainnya. Sayapun memakainya. Sehari dua hari tak ada beda, tapi lama-lama telapak tangan saya menjadi lebih kasar dan pecah-pecah. Bahkan ada cerita lebih tragis lagi, ketika itu bayi saja masih usia 7 hari. Ya, saat cuaca panas, sering menangis dan kulitnya merah di sekujur tubuh dan keningnya. Sampai saya bawa ke bidan untuk menyembuhkan ruam popok pada bayi saya. Usut punya usut, ternyata berawal dari ditergen yang digunakan Asisten Rumah Tangga (ART) saya. Ternyata Ia asal pakai ditergen, bukan Rinso yang sering saya gunakan. Olala...kasihannya bayi saya ya?

tangan jadi kasar

sejak bayi cuci pakaian pakai Rinso

Setia dengan produk Rinso dari yang bubuk, hingga kini saya beralih dengan Rinso cair. Kenapa? Wah, dengan Rinso cair lebih mantap euy! Dengan 1 tutup botol saja, bisa mencuci 20 pakaian, bahkan lebih! Baunya wangi dan busanya banyak. Tangan jadi tetap halus dan hemat biaya! Saya tidak kuatir lagi mencuci kaos kaki anak saya yang kotor dengan sekali kucek, noda bandel lenyap seketika. Bahkan pernah anak saya mandi lumpur di sebuah tempat rekreasi dan edukasi, Naga Gempur, Lampung. Pulangnya aduuuh...penuh lumpur dan bau apek! Alhamdulillah saya stok Rinso cair, pakaian anak saya saya kucek dengan Rinso cair  jadi cling lagi. Tak perlu dana banyak, pakaian jadi wangi heheh... soalnya suami saya juga tidak suka dengan pewangi semprot untuk menyetrika, alhamdulillah dengan Rinso cair cocok ^_^

mandi lumpur

mandi lumpur di Naga Gempur


























Belum lama ini, suami saya menjadi panitia kurban di dekat rumah. Suami dan panitia lainnya memotong hewan kurban sapi dan kambing. Taukan baunya gimana? Apalagi suami mengajak anak-anak untuk melihat secara langsung proses pemotongan hewan kurban. Jadilah kedua anak saya plus suami, pulang ke rumah dengan pakaian bauuu.... saya sampai menutup hidung. Lagi-lagi saya bersyukur ada Rinso cair menjadi sahabat setia saya. Tak perlu pakai lama, pakaian yang bau itu cuci dengan mesin cuci langsung beres, eh langsung bersih dan wangi. Apalagi Rinso cair  2x lebih efektif, meresap lebih ke dalam serat kain saat perendaman, untuk seluruh cucian sehari-hari.



panitia kurban


Oh ya, saya punya sedikit tips. Jika mencuci dimusim kemarau. Jika menggunakan mesin cuci, cucilah dengan Rinso cair. Lalu untuk menghemat air, keringkan dulu busa-busanya. Baru bilas 2-3 kali. Nah, kamu mau pakaian bersih dan wangi? Pakai Rinso cair aja! Info lebih lanjut kamu bisa cek di http://www.rinso.co.id/.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Laiqa and Rinso Writing Competition


7 komentar:

  1. wah lengkap dengan foto2nya jugaaa, kereenn dehh.. good luck ya dik!

    BalasHapus
  2. Yuhuiii, moga menang mbak ya, usai wardah kemarin *eksis lagi yooook

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Jazakillah Mak sudah mampir ke blogku, senangnya ^_^

      Hapus
  4. Haduuuh Faiz bajunya kotor banget yaa untung ada Rinso Cair..

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...