Rabu, 16 September 2015

Waspada Proplaps Organ Panggul (POP) Paska Melahirkan Secara Normal

Melahirkan Anak Ketiga


Paska melahirkan anak ketiga. Aku merasakan hal yang berbeda. Rasanya aneh, bisa dipegang dan seperti duduk di atas bola.. Seperti sesuatu daging yang keluar dari vagina. Ini cukup menganggu. Bahkan bisa masuk lagi jika didorong. Huaah ngeri banget rasanya. Pikiranku juga sudah yang jelek saja, apakah ini kanker?

Aku mulai mencari info di internet dan ke dokterr kandungan. Kata dokter sih, aku mengalami turunnya kantung kemih. Disuruh senam kagel. Itu loh senam yang seperti menahan pipis. Ketika di USG sih enggak papa rahim. Namun, aku penasaran apakah aku mengalami Propals Organ Panggul (POP)? 

Mengenal Propals Organ Panggul (POP)

Dibandingkan melahirkan secara CS, melahirkan secara normal lebih berisiko. POP adalah turunnya dinding vagina disertai pelvik lain ke dalam atau keluar dari liang vagina. Dari 50% wanita melahirkan anak pertama mengalami POP. Penyebabnya beragam, seperti jarak melahirkan terlalu dekat, proses melahirkan yang lama sehingga mengalami peroobekan perineum (dinding vagina antarra vagina dan anus), melahirkan dengan induksi buatan, berat badan bayi besar, usia melahirkan sudah tua, kegemukan, batuk menahun dan lainnya.

POP sering tidak disadari wanita. Memang sih tidak berbahaya, tapi akan menganggu tekanan saat BAB, BAK atau saat berhubungan intim dengan pasangan.

Tingkatan POP

Kenali tingkatan POP, ada yang masih stadium 1, 2, 3 atau 4

Stadium 1 : organ turun belum melewati vagina
Stadium 2 : organ turun sudah sampai selaput dara
Stadium 3 : organ turun sudah mencapai mulut vagina (merasakan benjolan di dalam vagina).
Stadium 4 : organ sudah keluar dari vagina sehingga bisa dilihat dan diraba

Pencegahan POP

Moms, jika belum mengalaminya, sebaiknya dicegah sebelum terlambat, caranya :
1. Batasi kelahiran
Jika jarak melahirkan terlalu dekat akan menyebabkan otot dan sendi penyokong alat reproduksi menjadi lemah,sehingga tak mampu menahan.

2. Persiapan Melahirkan 
Siapkan melahirkan dengan sebaik mungkin, agar lancar sehingga persalinan tidak lama.

3. Kontrol Pertumbuhan Janin
Jika berat badan bayinya besar lebih dari 4 kg perlu dikontrol agar tidak mengalami POP yang memperparah keadaan si ibu.

4. Usia Kehamilan
Usahakan melahirkan diusia subur, yakni 20-35 tahun karena ibu relatif lebih bugar dan kondisi organ panggul semakin baik.

5. Obesitas
Berat badan si ibu yang kegemukan akan memberi tekanan yang lebih kuay pada organ panggul, sebaiknya dikontrol jangan sampai mengalami obesitas.

Nah, Moms, sebaiknya mencegah daripada mengobati bukan? Mari Waspada  Proplaps Organ Panggul (POP) paska melahirkan secara normal. Jika sangat menganggu dapat dilakukan operasi. Semoga info ini bermanfaat :)





4 komentar:

  1. Duh jd nyeri bacanya....mdh2an terhindar dari POP...aamiin

    BalasHapus
  2. Berarti POP terjadi karena perilaku kita yang tidak sehat ya. Smg para ibu dapat mengetahui ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bisa juga kecapekan angkat2 berat paska melahirkan atau saat hamil:)

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...