Entri yang Diunggulkan

Meraih Mimpi di #UsiaCantik

Rabu, 23 Desember 2015

Pengalaman Siaran di Radio Swara Unib



Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Pengalaman siaran di Radio Swara Unib begitu berkesan. Ketika pulang kampung ke Bengkulu lebaran lalu, aku menyempatkan diri mampir ke kampus tercintaku, yakni Universitas Bengkulu (Unib). Saat itu, suamiku lagi perlu ngeprit. Karena di rumah kakak tempat kami nginap printernya rusak, aku mengajak suami ke Unib aja. Biasanya tiap lebaran kami jarang banget ke arah Unib. Lokasinya memang cukup jauh dari rumahku di Jalan Danau (Dekat Danau Dendam). Lagi pula, punya anak kecil, mau diajak jalan jauh rempong. Eh, sebenarnya sih karena waktunya mepet. Tiap ke Bengkulu, kami paling 3-4 hari. Baru lebaran lalu saja yang cukup lama, 22 hari! Hihihi...


Saat berkunjung ke Perpustakaan Unib, ternyata tutup. Ya, kami ke sana sudah menjelang sholat Jumat. Jadilah mulai sepi. Kami ke Perpus bawah dan berjalan hingga ke belakang. Aku sambil mengenang tempat aku biasa belajar kalo menjelang kuis, hihihi.... soalnya, aku kebiasaan belajar dengan suara yang keras. Jadi, kalo menghapal materi kuliah bisa teriak-teriak di bawah pohon :)

Perpustakaan UNIB

Faris dan Fatih ikut ke Perpus UNIB

Nostalgia ke Taman Belakang Perpus UNIB tempat belajar :)
Saat ke belakang Perpus Unib, aku melihat kantor Radio Swara Unib, mampirlah kami ke sana. Kukira, radio ini dulunya ex radio yang sering di Jurusan Fisika, ternyata bukan. Radio ini baru dan bukan termasuk rintisan saat zaman aku kuliah. Ngobrol-ngobrol, akhirnya ditawari buat siaran di Radio Swara Unib, alhamdulillah berkah pulang kampung bawa buku, sekalian promo euy :)

Lalu, sesuai kesepakatan, Tanggal 25 Juli Pukul 15.30 WIB aku meluncur dengan motor. Anak-anak dengan Abinya di rumah. Sampai di Radio Swara Unib 99,2 Fm  masih ada waktu 15 menit. Aku sholat Asar dulu. Tak lama kami ke ruang siaran. Aku ditemani oleh penyiar nan cantik, bernama Rizki mahasiswa Fak Hukum.


Fotonya gelap tapi hatinya putih loh hahhaha...

Menjelang on air aku mengisi biodata yang diberikan Rizki. Melihat ruangan siaran aku jadi teringat Maya Safera. Temanku di FLP Bengkulu. Saat itu, aku diajak siaran di Radio Manna untuk promo buku Kumcer Ketika Nyamuk Bicara. Entah kenapa, kalo lihat penyiar itu aku ngefans banget, secara suara mereka itu kok ya jernih banget ya? Ngomong juga tegas, gurih dan lezaaat, halah kok kayak ngomongin makanan? :)

Foto dulu sebelum on air
Saat on air tiba, Rizki memperkenalkanku sebagai alumnus Unib. Lalu, aku ditanya mengenai proses kepenulisanku. Lalu, aku ceritakan kalau aku dulunya telat membaca. Baru kelas 3 SD pandai membaca dengan lancar. Melihat aku kesulitan membaca, Ayahku membelikan majalah anak-anak, seperti Majalah Bobo, Majalah Ananda dan Donal Bebek. Lama-lama aku suka membaca :)

Kemudian, saat kuliah aku mendapat amanah menjadi pj mading di Hima-Hutan (Himpunan Mahasiswa Kehutanan) saat semester 3 kalo enggak salah :) Nah, dari sanalah aku belajar "eksis" menulis. Di Mading aku menampilkan cerita bersambung dengan nama-nama teman sebagai tokoh, alhamdulillah dapat sambutan yang bagus. Teman-teman malah pengen namanya juga ditulis hihihi... dari sanalah akhirnya pe-de ngirim ke majalah dan ikut lomba. Terus, aku juga aktif di wartawan Media Unib. Dulu saat jadi wartawan kampus lumayan banget dapat honornya :) terus kenal banyak dosen-dosen hehehe...


Kami juga diskusi mengenai mengapa aku memilih menulis buku non fiksi dibanding menulis fiksi. Aku mencatat diskusi ini. Yup, selalu bawa buku tulis dan pena dong :) Kemudian, aku jelaskan mengapa aku senang menulis buku non fiksi karena aku ingin lebih banyak belajar. Walau, aku juga nulis cerita anak dan menjadi blogger loh *laaah jadi sebenarnya penulis apa aja?*

Selanjutnya, aku juga menceritakan mengenai proses menulis buku La Taias For Ummhat, Kekuatan Itu Bernama Ibu yang terbit tahun 2014. Buku ini 60% kisah nyata dan 40% materi. Buku ini aku tulis menjelang resign setelah 6 tahun menjadi guru. Alhamdulillah buku ini terbit di Penerbit Khalil, Imprint GPU. 

Menjelang Maghrib, diskusi on air ditutup. Aku juga sudah kehauasan hahahah...untungnya disiapkan minuman dingin. Jadi, seger lagi deh. Pas keluar ruangan aku disambut dengan tamu. Ternyata ada teman-teman Rizki yang pengen ketemu langsung ama aku saat mendengar siaran tadi. Huaah, senangnya :)
Foto dulu sebelum keluar ruangan 

Bersama pendengar

salam kenal ya :)

Abis siaran mejeng dulu hahahha

Usai diskusi singat dengan Ara dan kawan-kawannya, aku bergerak pulang. Saat di belokan pom bensin Azan Maghrib berkumandang. Aku berhenti dan sholat dulu. Segera aku SMS ke suami kalo aku belum bisa segera pulang. Malam itu aku bawa motor sendirian dari Unib ke rumah. Sebuah suasana yang kurindukan selama ini. Oh, senangnya bisa bernostalgia :)



8 komentar:

  1. Aku dulu pernah jadi penyiar radio loh Mbak hihi. Seru banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga kepengen tapi suaraku enggak jernih hehehe

      Hapus
  2. Cieee yang baru siaran radio :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe pas mudik lalu mbk'e, Bulan Juli :)

      Hapus
  3. saya dulu pengen banget jadi penyiar radio tpi nggak terlaksanakan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah gpp ada cita-cita lain yang tercapaikan?:)

      Hapus
  4. Wah hebat naqy...aku belon pernah nih ngerasain siaran radio..xixiix..mupeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbk ini ketiga apa keempat kalinya siaran. Seru banget hehehe :)

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...