Senin, 31 Januari 2011

Semangat Pagi

Alhamdulillah pagi ini badan cukup segar. Setelah kemarin Faris panas demam dan sakit gigi. Giliran malam tadi mau ngebut ngejar naskah yang belum selesai, eh...muntah-muntah ampe lemes. Udah deh tutup lepi en berteman minyak kayu putih, sukses bobok lagi.

Hari ini mau ngapain ya? Duuu banyak tugas menumpuk! Kirim-kirim hadiah untuk pemenang lomba cerpen anak belum jadi. Abisnya aku menunggu 2 donatur yang belum nyampe hadiahnya. Kalo aku kirim sekarang aku nobel nanti kirimnya, berat di ongkos kirim dong?Huhhu...moga teman-teman mau bersabar ya ^__^

Selanjutnya, menuntaskan buat woro-woro proyek kecil-kecilan menulis lagi en kirim-kirim ke media lagi. Aih, aku udah lama ya tak kirim cerpen ke media. Khususnya ke Sabili, di mana pertama kali cerpenku dimuat:)

Okelah, dengan semangat pagi, tingkatkan prestasi juga...ibadah (udah diwanti-wanti tuh ama suami kudu ngejar target, huaaaaaaaah, help!)

Sukses semua!

Sabtu, 29 Januari 2011

LOMBA MENULIS 2011 'KEHAMILAN YANG MENAKJUBKAN'

LOMBA MENULIS 2011 'KEHAMILAN YANG MENAKJUBKAN'

KEHAMILAN BAGI PEREMPUAN YANG SUDAH MENIKAH ADALAH SESUATU ANUGRAH MENAKJUBKAN SERTA LUAR BIASA YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADANYA. TENTUNYA DALAM MENJALANI KEHAMILAN TERSEBUT, BANYAK HAL YANG MENAKJUBKAN TERJADI. MULAI DARI AWAL MENGETAHUI KEHAMILAN, KEMUDIAN PERUBAHAN FISIK, PERUBAHAN EMOSI, SAMPAI PERUBAHAN SIKAP YANG BISA JADI MENJADI “BAWAAN” ATAU NGIDAM SELAMA KEHAMILAN. SEMUANYA AKAN MENJADI KISAH YANG SELALU MENAKJUBKAN UNTUK DI INGAT

Buatlah tulisan mengenai pengalaman selama menjalani kehamilan. Baik pengalaman selama kehamilan tersebut membahagiakan, menyenangkan, atau bahkan menyedihkan. Namun hal itu semua menjadi warna-warni membuat kehamilan yang di jalani menakjubkan dan mempunyai kesan tersendiri bagi anda dan bisa menjadi inspirasi dan pelajaran penting bagi para pembacanya kelak.

Yuk, Ekspresikan semua ungkapan kata hatimu lewat lomba menulis pengalaman“Kehamilan yang Menakjubkan”.

Syarat dan ketentuan :

1. Tulisan yang dibuat berdasarkan pengalaman nyata dengan tokoh diri sendiri, pasangan istri, atau yang lainnya. Tulisan pengalaman kehamilan tersebut, bisa ditulis berdasarkan kejadian pengalaman kehamilan yang sedang dijalani sekarang ataupun bisa juga pengalaman hamil yang pernah di alami.

2. Tulisan dibuat dalam bentuk file Words huruf Times New Romans ukuran 12. Spasi 1,5. Maksimal 3 halaman.

3. Kirim tulisanmu ke alamat email tim juri lomba menulis pengalaman “Kehamilan yang menakjubkan” ke : timlombamenulis@yahoo.com dan cc ke :aryamandira39@yahoo.com beri subjek : Kehamilan Menakjubkan

4. Sertakan pula biodata penulis yang terdiri dari: nama lengkap , nama FB/ Blog, email, alamat lengkap dan nomor telpon.

5. Batas pengiriman surat tgl 31 Maret 2011

6.Peserta wajib memposting informasi lomba ini di blog atau fb masing-masing dengan mentag Tri Wahyuni Rahmat, serta 25 teman lainnya. Yang memposting di blog dipersilahkan memberikan link/tautan postingan tema lombanya pada wall facebook Tri Wahyuni Rahmat. Buat setingan postingan untuk umum/everyone.

H a d i a h

Juara 1. Uang sebesar Rp. 500.000 + sertifikat
Juara 2. Uang sebesar Rp.300.000 + sertifikat
juara 3. Uang sebesar Rp. 200.000 + sertifikat

Akan di pilih tulisan yang di anggap menarik oleh tim penyelenggara, dan apabila tulisan tersebut memenuhi persyaratan, maka akan dibukukan oleh yang di editori oleh Sari Azis (editor dan penulis) .

Naskah tulisan yang masuk akan menjadi milik penyelenggara dan Keputusan Juri tidak dapat di ganggu gugat.


Yuk mari menulis dan berkarya,
Salam hangat.

NB: aku bukan panitianya ya:)

Cinta Monyet Never Forget

Syukur alhamdulillah, Cinta Monyet Never Forget

bisa hadir dalam bentuk buku. Terima kasih atas kerja keras teman-teman kontributor antologi buku ini yang telah mengirimkan naskahnya.

Cinta monyet, cinta masa ABG atau cinta pertama memang sulit dilupakan. Walau tak banyak yang bersatu sebagai bentuk ikatan suci per

nikahan, cinta monyet menjadikan sebuah kenangan tersendiri.

Mengingat masa lalu menjadikan ‘kaca’ untuk berbenah. Benarkah cinta yang hadir

tanpa diundang itu, menjadikan diri lebih baik atau sebaliknya. Cinta terkadang membuat orang ‘lupa’ tanpa malu mengekspresikan di depan umum. Padahal cinta perlu dibungkus oleh aturan Illahiyah.

Berbicara tentang cinta tak

kan pernah habis, cinta selalu membuat orang menjadi lebih semangat dan bahagia. Namun, cinta yang salah dapat berakhir sebuah tragedi berdarah. Nah, bagaimana teman-teman menyikapi cinta yang datang? Temui di buku ini. Ada 18 kontributor mengulas cinta pertama atau cinta monyet mereka. Ada yang berakhir ke pelaminan dan ada yang berlalu

saja seperti angin berhembus.

Buku ini dipersembahkan kepada:

  1. Para ABG yang sedang jatuh cinta. Percayalah buku ini akan membimbing anda menyikapi cinta yang anda miliki.
  2. Para orang tua/calon orang tua. Percayalah buku ini akan membimbing anda untuk mengetahui prilaku ABG anda, sehingga mampu mengarahkan mereka menemukan cinta yang hakiki.
  3. Semua pembaca yang akan menambah wawasannya, semoga bermanfaat.

Saya ucapkan terima kasih kepada suami tercintaku, Ahmad Suryanto, S.T.P yang telah mengizinkanku menuliskan cinta monyet, hehehe….walau cuma masa lalu tetap tak akan bisa kutulis tanpa izinmu, cie…

Terima kasih juga kepada Bayu Insani atas kerjasamanya,

walau jarak Indonesia-Hongkong jauh, tapi dirimu dengan cepatnya merespon ini-itu, komunikasi kita tak sebatas di fb, tapi juga di chat dan telpon. Senangnya bisa bertemu dalam satu bukuJ terima kasih buat sahabatku Freni dan Ima atas kesediaannya namanya digunakan, terima kasih juga kepada Leutika atas kesempatan ini dan juga semua kontributor buku ini.

Akhir kata, kami

mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan di buku ini. Semoga dapat memberi manfaat bagi banyak pihak, amin.

Lampung Timur, 2 September 2010


Jumat, 28 Januari 2011

Menulis Esai Asik Juga Lho!

Menulis adalah kegemaranku sejak kecil. Menulis apa saja. Cerpen, esai, berita, bahkan puisi. namun, berjalan dengan waktu, aku lebih menyukai tulisan fiksi. Berapa cerpenku tergabung dalam beberapa buku antologi.

Nah, ketika ada beberapa audisi menulis esai. Akupun mencoba menulis esai kembali. Wow, aku harus banyak membaca! Berbeda dengan menulis cerpen, imajinasi lebih berperan. Tapi, menulis esai, data-data harus akurat sebagai penujang opini penulis.
Akupun mencoba mengikuti audisi menulis buku Menulis Tradisi Intelektual Muslim. Berhari-hari aku menyimpan ide tapi tak kunjung tuntas kutuangkan dalam bentuk tulisan. Kucoba berdiskusi dengan suami, eh malah diledek, “Ih, umi esai tuh gak gitu!” duuu…salah lagi deh. Minta pendapat malah gak dapat dukungan.

Ya iyalah, suamiku kan lebih jago nulis opini dibanding aku. Kalo suami sudah menulis opini, pasti datanya lengkap banget. Pernah suamiku gregetan dengan sistem kontrak penyuluh pertanian yang diadakan Deptan. Suami berhari-hari berkutat dengan data undang-undang kepegawaian dan penyuluhan. Alhasil, suami mendapat kesimpulan, jika tak ada dalam undang-undang untuk menghentikan sistem kontrak tiga tahun tanpa ada undang-undang yang mengatur. Suamipun menuliskan idenya di Sinar Tani. Dampaknya? Buah pikirannya dilirik mentri pertanian kala itu dan menunjang ulang penghentian sistem kontark THL Deptan. Wah, sedasyat itukah sebuah tulisan?

Akupun berpacu dengan waktu. Deadline semakin dekat. Tulisan esaiku masih 2 halaman. Ya Tuhan, aku ingin berkarya! Beri aku ide! Teriakku dalam hati. Sambil berkomat-kamit penuh doa, kulanjutkan tulisan esaiku tentang Melawan Konspirasi Media dengan Menulis. Sungguh, perjuangan yang penuh keringat dingin. Aku menulis dengan cemberut karena suami tak mau memberikan komentar terhadap tulisanku. Hups, akhirnya aku menyelesaikan tulisanku selama 3 jam dan langsung mengirimnya kepada pj naskah Pak Edo Segara.

Beberapa bulan kemudian, aku mendapat kabar tulisan esaiku lolos seleksi dan berhak diterbitkan bersama 25 penulis lainnya. Senang sekali, kulihatkan pengumuman pada suamiku. Dia tersenyum,”Tuh, kan bisa!” katanya. Ah, ternyata suamiku sengaja ‘melepasku’ dalam menulis.

Selanjutnya, lomba esia Menpora menjadi incaranku. Kali ini aku menggarap ide tentang Industri Berbasis Perdesaan sebagai Wadah Pencetak Pemimpin Masa Depan. Kali ini aku mencoba lagi mengajak suamiku berdiskusi. Seperti yang kuduga, suamiku sangat antusias memberikan pencerahan terhadap ideku. Aku tersanjung deh. Belum pernah melihat suamiku semangat seperti iniJ mungkin karena ide sudah klop. Diskusi kami berlangsung via chatting, telpon dan email. Maklum keluarga weekendJ

Berkat perjuanganku itu, alhamdulillah buku Menulis Tradisi Intelektual Muslim kini sudah terbit dan aku menang dalam perlombaan menulis esai Menpora sebagai juara ketiga. Inilah kisah terindahku sepanjang tahun 2010 dalam memperjuangkan semangat menulisku dan juga komunikasi dengan suamiku.


Tulisanku ada di sini :)

Curhat Bumil 3 : Mendadak suka bola


Duuu malam tadi rebutan TV ama Faris. Entah kenapa mendadak doyan nonton bola. Padahal sebelumnya nonton bola ya gak suka banget, walau ya gak alergi juga sih. Waktu SMA malah pernah maen bola ama teman-teman cewek di lapangan SMA. Pas kuliah, suka juga nonton tum jurusan Kehutanan tanding di stadion atau di lapangan Pantai Panjang.

Dulu, ayahku yang doyan nonton bola. Kalo pertandingan bola dimulai, jadwal pertandingan ditempel di depan pintu. Ayah dan beberapa paman yang memang tinggal di rumah kami suka banget begadang. Lucunya kalo gol bukannya bertepuk tangan, tapi malah tepuk kaki, wkwkwk...lucu deh...

Pas di Getas, saat Praktek Umum, teman-teman juga suka tandingan bola. Kami mengitip dari balik kamar karena males jingkrak2 di pinggir lapangan, hehehe...
Malam tadi setelah berunding dengan Faris, akhirnya bisa juga nonton bola. Saat iklan di Film Kartunnya, aku bisa pindah chanel, kalo selesai gantian Faris, huaaaaaaaaah tapi lega juga bisa lihat gol nih, hihi...

Suamiku ampe geleng-geleng, "Sejak kapan Umi suka bola?" Lah suamiku jangan ditanya soal bola, kalo soal politik baru nyambung. Alhasil suamiku cuma nemani nontong gak heboh sama sekali:)

So, aku penasaran ama Gonzeles yang sering mencetak gol. Siapa ya dia? Beruntung aku menemukan note temanku, Riawani Elyta tentang Gonzales.


Subhanallah...

Selama ini aku heran saja, setiap wawancara istrinya selalu menyebutkan subhanallah, alhamdulillah, artinya dia muslim dong? Kalo suaminya bagaimana? Ku cek di http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=55924

Duuu makin kagum deh,
Gonzales atau Mustafa Habibi telah menjadi mualaf sejak 7 tahun yang lalu. Gonzales sering berwudhu sebelum pertandingan dimulai, ia juga suka berinfak dan sedekah. Subhanallah....ini patut dicontoh oleh para pemain bola lainnya ^__^
seperti di note Mbak Riawany Elyta :

Dibalik dua gol itu....


Saya bukan orang yang terlalu memahami teknik permainan bola
Apa yang saya tahu hanyalah bahwa ia pemain naturalisasi yang ulet dan piawai

Namun saya yakin ada ‘kekuatan’ dibalik dua gol itu, juga gol-gol lain yang ia cetak....
Kekuatan yang hanya berasal dari satu Dzat...

Setelah sundulannya menjebol gol di leg 1 semi final
Keesokan harinya para komentator dan pengamat bola ramai berkata,”
...”kita harus mewaspadai pemain A, B, C, Filipina, ...karena.........dst........

Di channel yang lain ia diinterview pewawancara,
“Siapa pemain yang paling anda takuti?”
Jawabnya, “Kita tidak perlu takut pada siapapun, kita cukup takut pada Tuhan.”

Hm, satu jawaban lugas yang menurut saya langsung membuat semua komentar para pengamat menjadi ‘mentah’.

Mungkin, tak banyak yang tahu, bahwa dibalik dua gol itu........
Ada tahajud yang ia tunaikan bersama keluarga sebelum malam pertandingan
Ada al-fatihah yang ia kumandangkan dengan lidahnya yang menurut sang istri terdengar lucu setiap kali hendak bertanding
Ada wudhu yang ia basuh ke wajah dan tubuhnya dan tasbih yang ia bawa setiap kali hendak bertanding
Ada sebagian harta dari bermain bola yang ia sisihkan untuk ponpes An Nur

Mungkin,....dibalik kedua gol itu,
Ada doa yang sungguh.....

Dan mungkin........
Doa seorang yang melafalkan syahadatnya tujuh tahun silam itu,
Tak menemui banyak hijab saat mengetuk pintu Arasy

Wallahu’alam bisshawab...

Dialah Mustofa Habibi....El-Loco...Christian Gonzalez

http://www.facebook.com/note.php?note_id=471827777259

Selamat atas kemenangan Timnas! Bumil ikutan berteriak, gooooooooooooooooooool ^_^

Kisahku di 2010 (Kilas Balik)

Pengen ikutan mendata apa aja sih jejak di 2010 ^_^

Alhamdulillah tahun 2010 adalah tahun kebangkitan semangat menulisku. Apalagi setelah kenal fb dan menjamurnya info menulis. Senangnya mulai jadi hantu lomba, quis dan antologi, wkwkwk... mulai berkenalan dengan penulis top di fb dan berlanjut dengan proyek-proyek buku di gerbong emak-emak keren ^_*.

Januari
Aku baru aktif mengenal fb. Masih belum banyak komen-komen, sukanya ngejar info menulis, meng-add penulis terkenal dan share kepenulisan:)

Februari
Aku mendapat hadiah sebuah blog http://cerpeneddelweissnaqiyyah.blogspot.com/2010_02_01_archive.html dari seorang teman dari fb, wow...senangnya, aku yang gaptek jadi mulai belajar mengelola blog :)

Bulan ini juga sibuk menggelar acara FLP Cabang Lamtim bersama Mbak Afifah Afra dan Kru Majalah Gizone. Acaranya cukup sukses dan meriah, dapat hadiah buku gratis pula dari Mbak Afifah:)

Bulan ini Faris genap 4 tahun. Acara syukurannya berbarengan dengan Launching Rumah Cahaya FLP Cabang Lampung Timur yang kebetulan tempatnya di rumah kontrakan kami. Sampai sekarang masih ramai pengunjung, walau rela bukunya ada yang lecek, bahkan hilan T_T

Maret
Info menulis kian membanjir dan aku mulai mengejar2 ikutan, hehe...lupa proyek apa yang duluan aku ikuti, kalo nggak salah Surat Cinta Untuk Murobbi, Cerpen Save Palestina (rencana januari 2010 akan terbit) dan proyek Menulis, Tradisi Intelektual Muslim (sudah terbit), senang banget bisa bergabung dengan teman-teman sesama penulis lainnya, walau belum pernah jumpa:)

Bulan ini aku menang di http://shakuki.com/menjadi-cahaya-dari-gemar-membaca,90.html dan mendapat vouncer permainan anak-anak. Senang deh:)

April
Masih mengejar proyek antologi dan mengirimkan karya ke beberapa majalah. Nyoba di Kompas Anak walau ditolak:) Minimalkan dapat pengalam, wkwkwk...nyoba ikutan quis buku, alhamdulillah pernah menang. Nyoba kirim karya cerita anak ke Lampung Post, alhamdulillah dimuat:)

Bulan April juga bulan istimewa, ini milad ke 5 usia pernikahan kami, duuu...setelah krikil-krikil menemani perjalanan ini, kami berhasil mengelola rasa yang ada:)

Mei
Aku mengikuti kontes blog berbagi kisah sejati. Alhamdulillah kisah sertifikasi oh sertifikasiku menang juara pertama. Senangnya dapat hadiah uang tunai buat ganti kaca mata yang emang sudah yang jernih lagi:)

Juni
Cerpen anak muridku lolos terbit di Lampung Post (Minggu, 6 Juni 2010). Senang banget. sebagai guru Bahasa Indonesia, aku terharu membaca karya muridku. Tepat di hari yang sama aku menjadi moderator acara pelatihan menulis bersama Mas Sakti Wibowo oleh FLP Cabang Metro. Sebelumnya ada Kang Abik juga yang memberi motivasi menulis. Kian semangat deh menulisnya:)


Juli
Ini miladku yang ke 30. Duuu senangnya teman-teman memberikan doakan di wall fb-ku. Sebelumnya cerita anakku dimuat di Lampung Post (Minggu, 11 Juli 2010). Wow,hadiah milad yang indah:) Cerpenku juga terbit di Majalah Gizone, naskahku juga lolos di proyek buku antologi skripsi (Insya Allah akan segera terbit!). Cerpenku, Di Sini Ada Cinta juga lolos di buku Selaksa Makna Cinta (SMC) bersama group UNSA, keren3x deh ^_^

Agustus
Lupa,momen apa aja ya? qiqiqi...yang jelas beberapa naskahku lolos seleksi untuk proyek buku seperti Kisah Lucu bersama hewan peliharaan, kisah mengejar jodoh, apalagi ya??? *mendadak amnesia gini ya? qiqiqi...*
Oia, bukan ini aku mendata naskah Kisah Melahirkan bersama Qonita Musa, Insya Allah lagi tahap menawarkan karyanya ke penerbit:) Lalu, kisah menemukan hikmah di balik rasa sakit hati juga lolos, kisah antologi lebaranku juga lolos, semoga segera terbit bukunya:)

September
Buku Tradisi Intelektual Muslim terbit :) Lay outnya keren banget dan subhanallah bikin haru...
http://cerpeneddelweissnaqiyyah.blogspot.com/2010/09/menulis-tradisi-intelektual-muslim.html

Oktober
Aku mengikuti Lomba Esai Kepemudaan Menpora. Alhamdulillah lolos juara ke-3. Ini pertama kali aku menang lomba secara nasional, ehem...senangnya euy, kian semangat menulis dengan berbagai jenis tulisan:). Di bulan ini aku mendapat kabar gembira positif hamil:) Senang banget lho


November
Buku CFI juga terbit:) Keren2 bersama teman-teman memberikan karya untuk amal, ini buku 100% untuk korban bencana, penulis tak dapat honor malah kami gotong-royong untuk menerbitkannya. Buku keren....beli-beli ya:)


Desember
Ini berbagai kisah yang terjadi. Buku antologi yang aku menjadi Pj-nya akan terbit. Diawal namaku ada di cover,ketika naik cetak dan final, namaku hilang, Hiks. Sedihnya pihak penerbit cuma mengantikan 'kesalahan teknis' mereka dengan menawarkan buku gratis 1 dari penulis lainnya.OOOh....di manakah letak keadilan untuk penulis pemula sepertiku T__T

Tapi sudahlah aku malas memperpanjang, advokasi penulis juga belum marakkan? Aku berusaha berdamai dengan hatiku dan mulai menata ulang niatku menulis:) Hups lega deh...

Bulan ini berhasil menggelar target mengadakan lomba Menulis Cerita Anak yang Insya Allah akan dijadikan 2 buku dan ditawarkan ke penerbit, doakan lancar ya:)

Penutup tahun yang manis, naskahku lolos buku proyek kisah wisata nusantara,semoga bukunya segera terbit.amin

Tahun 2010, semoga aku semakin baik, menjadi istri, ibu, guru dan penulis yang sukse, amin:)

Menulis = Mengukir Usia Sejarah

Menjadi guru yang kreatif, tentulah tak mudah. Apalagi tinggal di sebuah Kabupaten yang jauh dari keramaian. Tak ada toko buku, tak ada mall, tak ada kegiatan penunjang untuk berkreasi. Acara pelatihan, seminar atau peningkatan diri masih sangat jarang. Tapi, apakah itu menjadi sebuah ganjalan untuk tetap maju? Yap! Itulah tantangannya!
Aku seorang guru SD swasta, yaitu SDIT Baitul Muslim. Aku seorang guru kelas, tepatnya wali kelas III Turki. Setiap hari mengajar dengan jatah mengajar minimal 24 jam. Apalagi, sekarang aku menjadi guru bersertifikasi. Tentulah keprofesionalan mengajar menjadi sebuah tuntutan mutlak.

Namun, aku tak betah, jika sekadar menjadi guru atau mengajar di kelas saja. Aku ingin lebih berkembang. Untuk itu, aku aktif di facebook, milis, blog dan dunia maya lainnya untuk peningkatan kualitas diriku sendiri dan juga anak didikku.
Untunglah, jaringan internet sekarang sudah sampai ke desaku. Aku semakin mudah untuk mencari Silabus, RPP, Games dan media pembelajaran lainnya. Kegemaranku menulispun tersalurkan. Aku membuat blog dan mengelola sebuah group kepenulisan, yaitu group Info Menulis Untuk Pejuang Pena di sebuah jejaring sosial facebook dengan nama akun Naqiyyah Syam. Group ini berisikan info ajakan menulis. Baik lomba, audisi antologi, maupun sharing kepenulisan.

Sungguh senang berbagi, semakin hari semakin banyak teman yang tertular ‘virus’ menulis. Bahkan beberapa kali aku menjadi pj antologi sebuah buku.
Alhamdulillah, tahun 2010 telah 5 buku antologiku terbit. Awal tahun 2011 ini sudah 1 buku antologi terbit dan beberapa buku lainnya segera terbit (tahap penerbitan). Virus menulis ini terus kusebarkan pada anak-anak muridku. Terutama pada kelompok jurnalistik yang kubina setiap hari Sabtu. Senangnya ketika karya muridku terbit di koran Lampung Post untuk pertama kalinya lho ^_^

Tak cuma di dunia maya dan di sekolah. Di lingkungan rumahku, akupun menularkan ‘virus’ membaca dan menulis ini dengan membuka taman bacaan gratis. Bersama FLP Cabang Lampung Timur, aku membuka Rumah Cahaya (Rumah baCa dan Hasilkan karYa) dari buku-buku koleksiku. Setipa hari anak-anak, remaja dan ibu rumah tangga bergantian meminjam buku di sini. Gratis, tanpa ada pungutan lainnya. Walau resikonya, kadang buku menjadi lecek, rusak dan ada yang tidak kembali (baca: hilang). Tapi, perjuangan menularkan ‘virus’ membaca dan menulis tak berhenti.

Kegiatan di Rumah Cahaya ini tak hanya membaca. Ada juga beberapa kegiatan lomba menulis puisi dan cerpen untuk anak SD dan pelatihan menulis untuk remaja. Kecintaanku terhadap dunia baca dan menulis ini didukung penuh oleh suamiku. Kami terpaksa menjalani keluarga weekend karena suamiku bertugas di Bandar Lampung dan aku di Lampung Timur. Setiap Sabtu dan Minggu, kami baru dapat berkumpul. Terkadang terpotong dengan kegiatan kami masing-masing ^_^

Kami terus menjaga komunikasi untuk saling menyemangati menyebarkan virus membaca dan menulis ini. Seperti saat aku mengejar deadline menulis Esai Kepemudaan Menpora, suami ikut memberikan semangat dan menyumbangkan ide. Kami berdiskusi lewat chatting, telpon dan email. Betapa indahnya menjadi pasangan yang suka membaca dan menulis. Alhamdulillah, atas dukungan suami dan ridho-Nya, aku menjadi juara III Lomba Esai Kepemudaan Menpora 2010.

Untuk menjaga ide agar tak lepas,aku menyiapkan catatan bank ide. Kadang bukan buku khusus tempat aku menulis, melainkan buku nilai anak-anakku. Memang sih ada buku khusus untuk penilaian, tapi aku lebih senang membuatkan di buku tulis dan lebih sering buku itu diselingi dengan ide-ideku, apalagi kalau mengejar audisi menuli, jadilah buku nilai plus buku ide, hehehe….

Agar tak lupa dengan audisi menulis yang bejibun itu, aku sengaja mengcopi info yang ada yang membuatnya dalam satu folder audisi menulis. Lebih enak lagi buat alarm di hp, minimal 2 hari sebelum deadline. Tapi, entah kenapa ide ini sering nongolnya pas deadline? Hahaha…maklum terlanjur cinta dengan metode SKS, walau sering ditegur, kalo nulis SKS mutu tulisan menjadi rendah. Sayangkan? Harusnya bisa juara 1 eh karena tanpa editan cuma dapat juara 3…nah lho…

Ke depan, aku bertekad untuk tetap dalam jalur ini. Menyebarkan ‘virus’ cinta membaca dan menulis seperti semangat para pahlawan perempuan Indonesia, R.A Kartini yang dikenal dunia karena ia gemar menulis dan menyebarkan pemikirannya kepada orang banyak. Aku berharap, usiaku menjadi usia sejarah, bukan sekedar usia biologis yang jika telah tiada tidak dapat dikenang. Untuk itu aku mengukir usia sejarahku dengan menyebarkan virus membaca dan menulis. Bagaimana dengan anda?

Suka Duka Pj Naskah Antologi


Pertama kali menjadi pj naskah antologi dimulai usai Silnas FLP, tahun berapa ya? Lupa nih! Ingatnya, pas pulang Silnas, Ayuk Novi, Ayuk Siska dan Kak Pendri pengurus FLP Wilayah Bengkulu awalun:) memberikan amanah kalo aku menjadi pj naskah untuk Kumcer Sumbangsel. Nah, mulailah aku bertugas mengontak teman-teman Se-Sumbangsel, yakni Sumatera Selatan dan Lampung. Awalnya mau ngajak Riau, tapi saat itu mereka belum ada pengurus FLPnya, baru kontributor saja. Alhasil proyek dimulai! Naskah yang datang mulai banyak di emailku dan juga via pos. Ribetnya kalo kudu ngetik lagi, banyak penulis yang bilang gak ada simpanan filenya, terpaksa direntalkan, maklum kalo ngetik ulang, gak tahan!


Tahap seleksipun dimulai, aku merekomendaikan beberapa cerpen yang layak untuk naskah antologi dan mengirimkan pada Teh Pipiet Senja. Nah, alhamdulillah naskah teman2 terkumpul dan bisa deh jadi buku! Salutnya, buku ini dapat kami launching bersama di Sumatera Selatan, dana yang minim tapi panitia yang oke banget, si Koko Nata dkk menjadi tamu yang ramah. Nah, di sini juga bermula untuk membuat antologi FLP Se-Sumatera.


Kedua kalinya aku menjadi Pj Naskah antologi menjalankan proyek buku Antologi FLP Se-Sumatera. Lagi-lagi berkutat dengan naskah yang kadang-kadang ejaannya salah, mengontak teman-teman, nagih-nagih cerpen, dan lainnya. Jadilah aku sering ke warnet. Zaman itu belum ada fb, kami bergabung di milis FLP Sumatera, kebetulan FLP Pusat mengamanahkan padaku menjadi Koor Jarwil Sumatera, jadilah moment ini menjadi kebangkitan bagi kami untuk lebih berkarya. Sayang, dikumcer ini FLP Jambi dan Riau belum bisa menyumbangkan karya. Lagi-lagi karena pengurus FLP-nya belum terbentul. Kapan dong kita buat proyek Se-Sumatera lagi ya?:)


Sedihnya pas launching di Padang, aku tak bisa ikut. Ekonomi dan masih momong bayi menjadi kendala. aih, sedihnya gak bisa launching bareng-bareng:( bahkan di acara tersebut aku harus mengundurkan diri jadi koor jarwil, karena beberapa pendapat meminta dengan halus, kalo aku belum pas menjadi koor apalagi karyaku saat itu masih sedikit sekali, belum bisa menjadi contoh hehehe....akhirnya koor jarwil diganti:)


Buku antologi yang terbit selanjutnya, saat aku menjadi pj buku Cinta Monyet Never Forget bersama Bayu Insani di Hongkong. Tiap hari ke warnet, sampai bela-belain malam sekalipun mengecek email en mengejar target buku ini terbit. Beberapa naskah belum lengkap dan harus menelpon para kontributor. Lama, aku bolak-balik ke warnet, setelah akhirnya dapat rezeki bisa beli modem, komunikasi pun kian lancar. Namun, taraaaaaaaaa menjelang terbit, aku mendapatkan email dari penerbit kalo bukunya dah siap edar en dilampirkan cover yang...huah bikin aku mewek 3 hari, 3 malam (lebay.com)...namaku sebagai koordinator tak ada T_T namun, pihak penerbit hanya bisa minta maaf dan berjanji menggantikan 1 eksemplar buku akibat kesalahan itu. Pihak penerbit minta maaf karena semua akibat kesalahan teknis saat lay-out. huaaaaaaaaah mau mewek 7 hari, 7 malam tapi males ah...menghabiskan energi:)


Kini, beberapa antologi yang kugarap masih tersendat-sendat, beberapa harus revisi, melamar penerbit, sampai mogok di para pj lainnya:(


Namun, tetep semangat ah, sampai suatu hari kelak di mana aku bisa lebih fokus untuk menulis buku soloku! Hidup antologi! Hehehehe...

Way Jepara, 27 Januari 2011 jam 16:36