Sabtu, 25 Juni 2011

Senam Hamil

Senam Hamil:




Dicari: 100 Cerpen dan Cerita Bertema "buku" untuk dibukukan

Dicari: 100 Cerpen dan Cerita Bertema "buku" untuk dibukukan.

oleh Perpustakaan Abatasa pada 21 Juni 2011 jam 14:39

Salam Buku,

Dalam rangka menyambut bulan bahasa pada bulan Oktober, sekaligus untuk memperingati ulang tahun Rumah Baca Jalapustaka yang ke-3, maka dengan ini segenap pegiat Rumah Baca Jalapustaka bermaksud mengumpulkan 100 cerpen dan atau catatan inspiratif bertema “BUKU”. Untuk itu, kami mengundang dan mengajak kepada segenap rekan-rekan, sahabat-sahabat, penulis, pembaca, pecinta buku, dan semuanya di seluruh Indonesia dan dunia, untuk ikut berpartisipasi, berkontribusi dan beramal demi menyukseskan maksud kami tersebut.

Keikutsertaan dalam program ini bersifat amal dan sukarela. Buku akan dicetak terbatas, sesuai dengan keterbatasan dana yang kami punyai dan akan disumbangkan kepada perpustakaan-perpustakaan. Karena program ini bersifat sukarela, maka dengan sangat menyesal dan mohon maaf, kami tidak bisa memberikan buku secara gratis kepada masing-masing kontributor. Seandainya kontributor ingin memiliki buku tersebut, maka akan dikenakan ongkos ganti cetak sebesar harga buku yang ditetapkan. Terkecuali jika ada pihak sponsor baik perseorangan, perusahaan ataupun lembaga swasta/pemerintahan yang berbaik hati mendanai program ini sehingga memungkinkan bagi kami untuk memberikan buku tersebut secara gratis kepada masing-masing kontributor.

Adapun syarat dan ketentuannya adalah sebagai berikut:

Cerpen:

  1. Tema: Buku
  2. Panjang naskah minimal 4 halaman A4, font: Times New Roman 12, spasi: 1,5, margin: 3-3-3-3, dan maksimal adalah 10 halaman dengan format serupa.
  3. Genre cerpen bebas.
  4. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Usia, pendidikan, profesi penulis bebas, pokoknya siapa pun boleh berkontribusi.

Tulisan Inspiratif:

1. Tema Utama: Buku dan Perpustakaan.

2. Tema turunan bisa berupa (sekadar contoh):

- Tentang buku yang paling berpengaruh sepanjang hidup.

- Tentang buku pertama yang dibaca.

- Tentang buku yang kauhadiahkan kepada kekasih, orangtua, anak, sahabat dan siapa pun.

- Tentang buku yang paling meneror dan menakutkan.

- Tentang buku yang selalu membuatmu mengantuk saat membacanya.

- Tentang arti buku dalam kehidupan dan keseharianmu.

- Tentang buku yang ingin kautulis dan kaubaca.

- Tentang buku paling menjijikkan yang pernah kaubaca.

- Tentang pengalaman paling berkesan di perpustakaan, di mana pun.

- Tentang apa yang akan kaulakukan seandainya menjadi pegawai perpustakaan.

- Tentang buku apa yang akan kaucuri dari perpustakaan seandainya kau adalah pencuri buku profesional.

- dan lain-lain pokoknya tentang buku, membaca, dan perpustakaan; sekreatif, semenarik, semengharukan dan seinspiratif mungkin.

3. Persyaratan teknis sama seperti persyaratan pada cerpen.

Setiap kontributor hanya boleh mengirimkan satu naskah untuk masing-masing kategori.

Naskah dikirim dalam bentuk attachment ke alamat:

100cerpen@jalapustaka.web.id, CC ke jalaindra@yahoo.com

Batas waktu pengiriman naskah sampai tanggal: 1 September 2011, atau setelah kuota 100 naskah yang layak terpenuhi.

Pengiriman naskah disertai dengan biodata singkat dan ringkas, maksimal 10 kata (tidak termasuk nama, dan tempat tanggal lahir) misalnya:

  • Ahmad Sanib, lahir di Montreal, 29 Februari 1972, tukang becak di Stasiun Balapan.
  • Joko Sabni, lahir di Pekalongan, 15 Juni 1980, Peneliti Nuklir di Badan Nuklir Internasional (IAEA).
  • Sanybe McDonald, lahir di Malang, 7 November 1968, penulis buku laris “The Unwritten Book of Unpredictable But Measurable Moments”
  • Asep Sanibuddin, asli Garut, lahir 24 April 1975, saat ini tinggal di Rusia dengan nama Ivan Sanibowsky.

Jadi, berpandai-pandailah menulis biodata, (jangan menulis CV) cukup tuliskan sesuatu yang ingin Anda tonjolkan dalam biodata Anda, lebih dari itu, dengan sangat menyesal dan mohon maaf, tim kurator dan editor akan memangkasnya.

Wassalam Buku,

Rumah Baca Jalapustaka

Catatan: Ada 10 bingkisan buku untuk naskah terpilih

PERSIAPAN "AMUNISI" MENGHADAPI PERSALINAN

PERSIAPAN "AMUNISI" MENGHADAPI PERSALINAN

Persalinan adalah jihad terbesar kaum ibu, maka laksana seorang prajurit tangguh yang akan berperang, ibu pun butuh kelengkapan amunisi agar siap tempur dan hoeeekkk....lahirlah sang buah hati tercinta :)

Kelengkapan perang ini upayakan sudah beberapa minggu sebelumnya anda mempersiapkannya, karena taksiran persalinan bisa maju mundur sesuai skenario Allah, perlengkapan itu di antaranya adalah:

Medan peperangan.

Maksudnya adalah meninjau atau survey lokasi bersalin kita. Hal ini mencakup dimana lokasinya; bagaimana menjangkaunya; waktu tempuhnya (jika jalanan macet seperti Jakarta sedang kita ingin bersalin di Depok efektif tidak, jangan-jangan malah "brojol" di jalan hehehe); siapa yang kita pilih untuk menolong kita, bidan atau dokter (perempuan atau laki-laki), kondisi ruang bersalin dan pelayanannya (akankah dengan jaminan kesehatan atau umum).

Akan lebih baik jika kita berkenalan dengan tim penolong persalinan kita, biasanya dengan cara ini mereka akan lebih ramah melayani kita dan dengan senang hati menunjukkan dan mengantar kita berkeliling lokasi (meski hanya berupa ruang bersalin berukuran 3x3meter hehe) bahkan mengetahui beberapa alat dan kegunaannya.

PETA

Peta di sini adalah kita membicarakan rencana persalinan kita pada bidan atau dokter yang meliputi bagaimana rencana persalinan yang kita kehendaki, apakah ingin ditemani suami atau keluarga, inisiasi menyusui dini, no sufor (susu formula) atau kekhawatiran kita seputar persalinan. Dokter atau bidan akan menjelaskan dan mengupayakan kita mencapai rencana persalinan jika saatnya tiba.

AMUNISI

*Tas Siap Bawa*

Pengalaman vi, tas siap bawa ini telah vi siapkan ketika usia kehamilan 28 minggu atau 7 bulan, mengantispasi ketika detik-detik perjuangan itu tiba kita tak akan bisa berfikir atau bergerak untuk menyiapkan semua keperluan (panik bo’, apalagi jika anak pertama..bisa-bisa tetangga pun ikut panik hehehe). Jika anda tidak sempat mengepack tas siap bawa ini, setidaknya buat list apa saja yang harus dibawa saat anda tiba-tiba saja harus sudah stay at clinic, jadi segalanya biar bisa disiiapkan oleh anggota keluarga yang lain. Isinya antara lain (jumlah bisa menyesuaikan tergantung berapa lama anda akan tinggal di rumah bersalin):

IBU:

  1. Baju ganti ibu (3), utamanya yang berkancing depan sebagai persiapan jika anda ingin meyusui
  2. Bra khusus menyusui (4/5) atau terserah asal anda merasa nyaman memakainya
  3. Pembalut nifas (satu pack), usahakan ganti pembalut tiap buang air atau jika merasa tidak nyaman
  4. Gurita Ibu (4) gunanya untuk membuat perut anda yang kendor jadi kenceng, karena menit-menit pasca perjuangan anda, perut masih tampak seperti hamil 5 bulan meski isinya sudah sukses keluar hehehe
  5. Celana Dalam (6) yang sudah disesuaikan dengan perubahan bentuk badan selama hamil
  6. Kain jarit (4 buah) untuk bawahan yang dipakai ibu setelah memakai gurita dan stagen
  7. Stagen / bebat perut yang panjang hingga 2-5meter (2 gulung) guna agar perut semakin kenceng dan disayang ortu/ mertua kita karena mereka biasanya paliing cerewet soal ini hihihi
  8. Handuk Ibu dan perlengkapan mandi biar bersih dan harum.
  9. Kosmetika. Yaa setidaknya pakai bedak is okay, siapa tahu da tetangga atau teman-teman yang menjenguk. Jangan lupa pula siapkan jilbab dan kaos kaki yang nyaman agar anda tetap terlihat cantik xixixi
  10. Tissue
  11. Sandal jepit dan jangan lupa sandal cantik jika akan pulang :)

BAYI

  1. Baju bayi (6 buah)
  2. Popok bayi, utamakan yang dari kain (12 buah)
  3. Gurita bayi (6 buah) sebatas untuk memfiksasi tali pusat sebelum ia pupus, itupun pemakaiannya jangan terlalu kencang, setelah tali pusat pupus lepas gurita Tidak benar jika bayi diberi gurita agar perut buncitnya mengecil, sebab secara fisiologis (normally) organ-organ bayi belum sempurna, begitu pun dengan otot-otot perut, maka tampaklah perut yang membuncit. Seiring dengan pertumbuhannya perut bayi akan singset seperti emaknya hehehe
  4. Kain gedong/ bedong (6 buah). Hal ini sebagai penghangat bayi selama jam-jam awal dia dilahirkan, pun pemakaiannya tak boleh terlalu kencang. Perhatikan pula apakah bayi menjadi berkeringat atau tak nyaman dengan pemakaian bedong ini. Pengalaman my baby, dia malah nangis waktu bedongnya dilepas (misal mengganti popok) dan seketika akan diam jika kembali dibedong. Kangen suasana hangat dan nyaman dalam perut bunda ya nanda ^_^
  5. Selimut bayi (1)
  6. Topi bayi (2 buah)
  7. Kaos tangan dan kaos kaki (6 buah)
  8. Handuk bayi (1 buah)
  9. Minyak telon
  10. Bedak bayi
  11. Sisir bayi
  12. Sabun dan shampoo bayi (biasanya two in one)
  13. Kapas (untuk cebok atau membersihkan saat pup)
  14. Kain jarit/ gendongan instant (1 buah)
  15. Bantal dan guling bayi

*Namun in fact, ketika saya melahirkan (ba'da Jum'atan) semua amunisi di atas banyak yang jumlahnya masih banyak, lantaran perkiraan saya akan menginap dua hari ternyata belum sampai 24 jam (keesokan paginya) saya pulang ke rumah.

PRAJURIT

Nah, ini hal yang tak ketinggalan dalam sebuah peperangan, yakni keberadaan pasangan atau keluarga kita. Komunikasikan hal yang kita inginkan terkait persiapan persalinan kita, misal beri tahu nomor telepon penting, sarana dokumentasi, atau hal-hal sepele yang kadang tak akan sempat kita fikirkan kala kontraksi dataaanng....

DUKUNGAN DAN DO’A

Tak cukup usaha tanpa doa dan ridho. Maka banyak-banyaklah berdoa dan yang penting meminta maaf dan doa dari suami dan ibu-ibu kita (ibu kandung dan ibu mertua). Karena ridho mereka akan memudahkan persalinan kita, doa mereka sebagai kekuatan untuk kita.

*DO’A MENGHADAPI PERSALINAN:

Membaca surat Al Baqarah: 255, Surat Al A’raf : 54, Surat Al Falaq dan An Naas disamping dzikir-dzikir kita yang lain

*********************Selamat menyambut jihad terindah, bunda ^_^************************

Sumber:

Pengalaman pribadi "bidan viana"

Handayani Muhsin, Sri. 2007. Selamat anda akan menjadi ibu. Solo: Pustaka Iltizam

Booth, Trish. 2009. Tanya Jawab Seputar Kehamilan. Jakarta: Buana Ilmu Populer (kelompok Gramedia)

Gimana Menulis Cerita Kocak?

Dewi Dedew Rieka

Dear Temans,

Menulis cerita kocak gampang-gampang susah. Gampang, karena ceritanya sederhana. Bahkan remeh-temeh. Susahnya? Yup. Gimana agar cerita remeh-temeh kita berhasil membuat pembaca tertawa. Ya, minimal mesem-mesem dikulum lah *apa ituu. Menulis cerita kocak sering dipandang enteng. Lah, hikmahnya apa? Ya, tidak perlu berhikmah dan inspiratif asal berhasil membuat tertawa, sudah menghibur orang pan dapat pahala? *minta dikeplak.

Sebagai penulis yang menekuni genre Pelit aka Personal Literature, saya suka mempelajari penulis-penulis hebat yang menekuni genre sama atau menulis cerita lucu juga. Salah duanya adalah Kelik Pelipur Lara dan Boim Lebon. Sakin ngefansnya, saya kejar Boim Lebon hingga Gunung Pati hehe karena beliau menjadi pembicara dalam salah satu pelatihan menulis untuk mahasiswa.

Saya yang emak-emak kece kudu menyamar biar nggak nampak tuwir diantara para peserta yang kinyis-kinyis dan belia *pasang bulu mata palsu, konde gede. Begitu juga, Mas Kelik. Bela-belain saya turun gunung dari Ungaran dalam keadaan hamil untuk berfoto bersama beliau, wkwk. Dengan khidmat saya serap rahasia keduanya dalam meramu kisah kocak. Insya Allah akan saya bagikan untuk teman-teman setelah saya ramu dan kreasikan dalam format terbaru *halah, ngomong apa dia.

Sebenarnya saya baru menulis buku kocak di tahun 2008. Tapi, memang sejak dulu saya ngepens pada buku-buku Hilman dan Boim yaitu the fenomenal one, Lupus. Kisah-kisah Lupus jadi koleksi saya saat SMP tahunnya tak perlu disebutkan. Hihi. Salah satu yang melekat dalam ingatan saya selain kisah Lupus adalah serial Anak Kos Vanya. Hilman meramu ceritanya dengan asyik hingga kita terhanyut dalam kisah anak-ank kos. Padahal, Hilman kan lelaki tulen, bo!

Ketika saya menulis, saya merekam gaya bahasa Hilman yang gaul abis. Dan menerapkannya pada tulisan-tulisan saya. Apa ya kiat-kiatnya? Tiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk menulis naskahnya Yang pasti, yang saya pelajari dari mereka, walau bukunya kocak dan kacau, ternyata mereka SERIUS menyiapkan konsepnya, hehe.

1. Hidupmu adalah Kisah seru.

Jangan remehkan cerita hidupmu. Pengalaman sehari-hari adalah dasar dari buku pelit aliaspersonal literature. Genre yang diawali oleh Raditya Dika dengan Kambing Jantan-nya ini, juga berasal dari pengalaman hidup Raditya semasa sekolah di Aussie.

Ah, hidupku biasa-biasa saja, mungkin itu terbersit dalam pikiran kita. Yang biasa dan sederhana bisa jadi luar biasa lho. Contohnya Boim Lebon tuh dapat ide cerita dari kehidupan sehari-hari. sebagai makhluk Betawi asli , bang Boim tinggal di kawasan full of preman di Tanah Abang, dan ia telah bergaul dengan berjenis-jenis manusia yang tumplek blek di sana, dia telah melihat berbagai kejadian yang lucu hingga full of crime gitu deh.

Nah, ia hobi ngerumpi dengan berbagai orang dengan berbagai latar belakang dan disitulah ia banyak mendapatkan kisah seru untuk dibuat cerpen. Misalnya si Bidin yang rada-rada itu, kocak dan suka menolong dalam kumcer lucu itu ada lho orang benerannya.

Seorang penulis adalah pengamat. Ia jeli terhadap sekelilingnya. Mencatat apa saja yang terjadi untuk dibuat tulisan. Makanya hati-hati curhat sama penulis, tahu-tahu jadi buku, hihihi.Sama juga de ngan kisah anak-anak kacau dalam Anak Kos Dodol. Saya menuliskannya berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman sekosan.

Tidak mesti mengalami, ada banyak peristiwa yang terjadi saat itu dan kita rekam dalam otak. Setiap orang punya pengalamannya sendiri. Walau sama-sama anak kos, ceritanya bisa berbeda. Kalau ceritanya sama, caramu bercerita lah yang membedakan J jadi jangan takut menuliskan kisahmu. Pede aja lagii..

2. Catat cerita lucu yang kamu dengar.

Saya suka mengumpulkan cerita-cerita lucu dari teman. Juga menyerap apa yang saya baca. Saya sering mendapat cerita kocak untuk dituliskan dari twitter atau fesbuk seseorang. Cerita ini bisa jadi bahan tulisan saya. Kumpulan joke, Plesetan, bahasa gaul anak jaman sekarang. Walau bukan Abege, dan tidak menggunakan bahasa alay *oh, no peniiing, setidaknya kita up to date dengan pergaulan anak jaman sekarang.

Seperti dalam kisah Absolutely Kribo tentang masa-masa SMA waktu di Palembang, yang terjadi pada tahun tak perlu disebutkan. Terlalu jadul jika ditulis apa adanya. Jadi, diadakan penyesuaian-penyesuaian mengikuti perkembangan anak jaman sekarang. Segmen pembaca buku ini kan remaja. Tidak lucu kan kalau saya masih menuliskan printer yang saya pakai masih berbunyi ngiikkkk..ngikk..yang suaranya terdengar hingga di ujung kompleks? Waduh, mbaknya iki hidup jaman apaaa?

3. Amati keunikan teman-teman.

Sesuatu yang nggak lazim biasanya jadi lucu dan aneh. Keunikan teman-teman bisa jadi bahan cerita lho. Kata seorang dosen yang menjadikan AKD bahan kuliahnya *hihi buat contoh buku yang kacau banget kali ya? Kekuatan AKD adalah tokoh-tokohnya yang ajaib. Ya, saya belajar dari master cerita anak. Bahwa tokoh unik sangat menarik untuk jadi bahan cerita. Dan kebetulan, Puri Cantika 2 gudangnya anak-anak ajaib, hehe.

Saya menggali setiap karakter teman agar berbeda dengan yang lain. Misalnya Rasti anak Weleri yang panikan, tukang pingsan. Leslie, anak Purwokerto yang hobinya mengoleksi lingerie dan punya penggemar bejibun. Jadi, mengangkat sisi uniknya dan itulah yang diingat pembaca. Hanya saja, sebisanya jangan menulis cerita kocak yang mengeksploitasi seks atau menertawakan kekurangan fisik seseorang atau. Nggak seru ah! Nyakitin hati, iya.

4. Berusaha menulis yang beda

Coba temukan sisi unik dari kisah hidupmu. Ketika genre kocak booming, Kelik menulis buku lucu tapi dengan gaya plesetan. Di tahun 2008, banyak pelit yang mengisahkan cerita lucu kehidupan mahasiswa namun sepertinya belum ada yang mengangkat kehidupan anak kos putri yang hingar-bingar. Maka, saya kumpulkan cerita-cerita lucu yang pernah dikirimkan ke media seperti Femina, Kartika, Noor dan lainnya lalu kukirimkan ke penerbit.

5. Cari judul naskah yang nendang biar dilirik Penerbit!

Judul yang menarik tentu saja membuat editor jadi tertarik membaca naskah kita. Begitu juga sebaliknya, judul yang bikin eneg bikin editor buru-buru membuangnya di tempat sampah. Think out of the box. Kata Mbak Gia, mendapatkan judul nendang untuk bukunya dengan cara melamun. Nah, dakuw?

6. Temukan gaya tulisanmu sendiri

Terkadang, sebuah cerita sebenarnya biasa-biasa saja. Semua anak kos mengalami yang namanya bangun kesiangan, tidur kesubuhan hehe. Makan mie instan dan ngutang di kala sempit. De el el. Klise. Tapi, gaya bahasa kita, cara kita menceritakannya membuatnya berbeda dan segar.

Setiap penulis biasanya terpengaruh gaya tulisan penulis idolanya. Tak mengapa, perlahan nanti kita menemukan gaya penulisan yang sesuai untuk kita. Kalau sekarang masih mengikuti gaya saya eh Raditya Dika atau Aditya Mulya, it’s ok. Banyak membaca buku dan terus menulis akan melatih kita untuk mendapatkan gaya kita sendiri. Yang kalau orang baca, langsung ngeh ini sih tulisannya si Dedew nih hihihi ge er pisan maaak!

Akhir kata, Seperti kata Bang Boim Lebon, , untuk penulis pemula..nggak usah mikir bagus jeleknya tulisan kita, Nggak usah mikir EYD segala macam, nggak usah mikirin bakal dimuat atau dijadikan bungkus kacang sama redakturnya, Nggak usah mikirin genre, segala teori penulisan..apalagi mikirin tulisan kita bakal dapat Adikarya IKAPI atau nggak hihihi…*ini gue yang nambahin sendiri!

Yang penting mah satu euy resepnya kalau pengen jadi penulis, MULAILAH MENULIS sekarang jugaa! Menulis kocak janganlah ditunda-tunda..*senandung Bimbo sebagai sontrek penutup materi dudulku.

Selamat mencoba! Ganbatte Nee! :)