Rabu, 30 September 2015

#OOTD Ala Aku: Baju Biru Baru Vs Baju Lungsuran

#OOTD Ala Aku: Happy dengan Baju Biru



“Mbk, beli bajunya dong,” ujar seorang teman yang memasang DP di Blackberry. Sebuah baju dengan model cantik sekali. Maklum temanku itu punya bisnis ol shop.
“Aku jarang beli baju, tuh. Maaf ya,” jawabku.
“Masa sih? Kulihat foto Mbk bajunya bagus-bagus,” temanku masih ngotot promosi dagangannya.
“Oh, itu baju lungsuran. Dikasih kakakku. Kalau aku jarang beli baju. Paling setahun sekali, dekat lebaran.”

**

Selasa, 29 September 2015

Cernak : Baju Tidur Impian


Cerita anak ini idenya dari melihat seorang anak laki-laki yang sering berjualan bakwan. Ia berkeliling di komplek sejak jam 6 pagi. Sebelumnya, ia juga sholat berjama'ah di Mushola lengkap berseragam SD. Nah, kira-kira jam berapa ya dia bangun dan sarapan? :)

Senin, 28 September 2015

Resensi Buku La Taias for Ummahat : Kekuatan Itu Bernama Ibu ( Dimuat di Lampung Post. Minggu, 14 Juni 2015)

Resensi ini ditulis oleh Mbk Fitri Restiana dari lampung. Buat teman-teman yang sedang mempelajari resensi di Lampung Post boleh dibaca dan dipelajari contoh resensi ini. Syarat mengirimkan resensi ke Lampung Post adalah :

1. Resensi boleh ditulis oleh umum.
2. Diketik sejumlah 4000 karakter.  
3. Kirim ke email   lampostminggu@yahoo.com  atau redaksilampost@yahoo.com.
4.  Ada honornya.
5. Lampirkan scan buku, biodata lengkap dan nomer hp.

Nah, selamat mencoba :)



Judul Buku   : La Taias for Ummahat : Kekuatan Itu Bernama Ibu
Penulis           : Naqiyyah Syam
Penerbit         : Kalil, Imprint PT Gramedia Pustaka Utama  
Tebal Buku    : 145 hlm
ISBN               : 978-602-03-0739-8
Tahun Terbit  : 2014


Jumat, 25 September 2015

Resep Ketupat Lebaran

Ketupat 


Setiap membuat ketupat, aku selalu ingat ibu. Dulu, aku membuat ketupat lebaran bersama ibu. Malam takbiran berdua. Rumah yang besar jadi sepi. Tapi, terkadang juga ramai, karena kakak-kakak ngumpul. Ada yang dari Jambi dan Jakarta. Keempat kakakku akan meramaikan rumah, lalu lebaran semakin menyenangkan.

Jika Idul Fitri atau Idul Adha, kami sekeluarga tak melupakan membuat ketupat. Masak ketupat membuat kami selalu kangen saat kumpul keluarga. 

Walau sudah melihat berbagai resep di internet. Resep keluarga selalu beda. Aku lebih percaya resep keluarga. Caranya, menanyakan dengan kakak hehehe...lidahku terlanjur 'cinta' dengan rasanya. Bahkan ketupat sate Padang akan beda dengan ketupatnya pitala atau ketupatnya kupat tahu. Masing-masing ada ciri khas.

Membuat ketupat harus memperhatikan berasnya dan jumlah air rebus. Jika beras yang dimasak pulen atau beras biasa. Beras pulen akan lembut, beras biasa mudah keras jadi 1/2 sarang ketupas saja, akan cepat masak. Kalau beras pulen beras dimasukkan 1/2 sarang. Tapi, kalau aku malah lebih suka ketupat yang lembek hahaha.... jadi selalu kurang dari 1/2 takaran sarang ketupat deh, kecuali buat suamiku yang lebih suka ketupat yang agak keras.

Ketupat lebaran enak dimakan dengan opor ayam atau rendang. Asyik juga dengan sayur nangka. Jadi mau ketupat opor, ketupat rendang atau ketupat sayur nangka semua enaaaaaaaak.

Moms, buat yang penasaran resep membuat ketupat lebaran,  berikut caranya :

Bahan :

- Sarang ketupat 10 buah
- Peras (pilih yang pulen atau biasa)

Cara Merebus Ketupat :

- Beras dicuci sampai bersih dan direndam selama 1 jam
- Masukkan ke dalam sarang sebatas 1/2 saja.
- Rebus air 
- Masukkan sarang ketupat ketika air telah mendidih
- Jika memakai presto rebus selama kurang lebih 45 menit dari presto berbunyi

Selamat mencoba. Semoga resep ketupat lebaran di atas bermanfaat :) met makan, Moms :)

Resep Masak Rendang Sapi Ala Rumah Makan Padang

Rendang Padang

Rendang adalah makanan khas Padang. Makanan ini sudah mendunia loh. Rasanya yang enak dan tahan lama adalah pilihan yang pas buat perjalanan jauh atau nyetok untuk dimakan beberapa hari. Rendang sapi rasanya nikmat. Apalagi rendang padang. Wow, bikin ketagihan. 

Nah, buat yang pengen tahu cara membuat rendang. Ini ada resep cara masak rendang ala keluargaku :)

Resep Masak Rendang

Bahan : 
- Daging Sapi 1kg
- Kelapa parut (500 cc) atau beli sanatan jadi
- Serondeng (kelapa diparut lalu digoreng sampai kering dan ditumbuk). Jika di pasar ada bumbu jadi tinggal beli (1 plastik harganya seribu)

Bumbu :
- 1 batang serai
- 1 sendok makan ketumbar yang sudah digoreng
- 5 butir bawang merah
- 10 butir bawang putih (perbandingannya lebih banyak bawang putih dibanding bawang merah
-  cabe giling (sesuai selera)
- daun salam
- daun kunyit
- daun jeruk 
- bumbu lengkap rendang  atau bumbu rendang indofood

Cara memasak

- Rebus daging selama 30-45 menit dengan air biasa. 
- Tumis semua bumbu, masukkan daging dan masukan santan, aduk hingga santan mengeluarkan minyak.
- Tumis bumbu rendang lengkap atau bumbu rendang indo food dan campurkan dengan daging
- Aduk-aduk, tunggu sampai matang
- Jika menggunakan presto, tunggu selama kurang lebih 20 menit seteah presto berbunyi
- Sesudah lunak, dibuka dan dikeringkan

Nah, demikianlah resep memasak rendang sapi ala rumah makan padang, semoga teman-teman berhasil. Selamat mencoba :)


Resep Opor Ayam

Opor Ayam Sederhana


Masak ketupat enaknya makan dengan opor ayam. Apalagi dicampur dengan bawang goreng, sambal cenggeh dan kerupuk, wiih aku bisa nambah berapa kali hahaha....

Nah, aku termasuk sulit atu mudah lupa dengan resep opor ayam. Daripada ngelihat sana-sini resep yang bikin mumet. Aku selalu nanya ke kakakku :) Jadi, aku tulis saja di blog resep opor ayam biar tidak lupa.

Inilah resep opor ayam :

Bahan :
- Ayam 1 ekor
- Santan

Bumbu
- Bawang merah 10 siung
- Bawang putih  3 siung
- 5 kemiri
- 1 sendoh teh ketumbar
- Merica
- Jahe
- Daun salam
- Santan
- Garam
- Bumbu instan Opor Ayam Indofood

Cara Memasak :

- Bumbu dihaluskan, ditumis lalu masukkan ayam. Lalu, tambahkan dengan air, rebus hingga ayamnya empuk.
- Setelah ayam cukup empuk, campurkan santan kental. 
- Agar lebih sedap, campurkan bumbu instan indofood yang telah ditumis
- Aduk hingga matang
-  Jika memakai presto lakukan sekitar 5-10 menit setelah presto berbunyi

Selamat mencoba membuat opor ayam. Lebih enak jika opor ayam makan bersama ketupat. selamat mencoba.



Selasa, 22 September 2015

Cernak Edisi Juli 2015 di Majalah Ummi : Angpao Lebaran Untuk Arya

Cernak dimuat di Majalah Ummi Edisi Juli 2015


Cerita anak ini aku kirim setahun. Sengaja untuk tema Lebaran. Alhamdulillahnya direspon cepat banget. Emailku dibalas dan ditanya apakah bersedia menunggu dan diterbitkan edisi Juli saat lebaran? Wow, senang banget doong :) ini pertama kali aku ngirim ke Majalah ummi dan alhamdulillah langsung dimuat. Buat teman-teman yang mau ngirim, silakan baca syaratnya di sini.

Honornya 250 ribu cepat banget dikirimm, bahkan sebelum majalahnya terbit dan penulis dapat bukti terbit loh :) Oiya, nama-nama tokoh aku ambil dari nama murid-muridku dulu di PB 3, semoga anak-anak enggak protes en minta traktir ya hahaha....

Cernak : Angpao Lebaran Untuk Arya

           Sebentar lagi lebaran tiba. Arya sekeluarga, pergi mudik ke rumah kakek nenek di Bengkulu. Tapi, selama perjalanan Lampung-Bengkulu, Arya sibuk dengan tablet-nya. Teguran Kak Santi agar Arya beristirahat, seolah hanya angin lalu. Arya terus saja memainkan game dari tablet-nya. Sejak dapat hadiah tablet dari Paman Fiko, adik bungsu ayah, Arya memang lupa waktu. Padahal, tablet itu adalah hadiah kenaikan kelas untuk Arya dan Kak Sinta. Jadi, harusnya milik bersama.
Awalnya, kesepakatan dibuat. Baru boleh membuka tablet jika sudah selesai mengerjakan tugas dari sekolah. Tapi, lama-lama Arya melanggarnya. Bahkan, jika Kak Santi ingin meminjam untuk mencari bahan pelajaran lewat internet, susahnya minta ampun. Tablet selalu dipegang Arya. Saat pulang sekolah, sebelum mengaji, saat sahur, hingga setelah terawih. Arya baru berhenti jika baterai tabletnya baterai. Kak Santi sampai kesal dibuatnya.
Arya juga mulai berubah. Ia jadi enggan bermain dengan teman-temannya.
“Ar, kita main kembang api, yuk,” ajak Agus selepas tarawih.
“Iya, Ar. Agus punya kembang api panjaaang banget. Pasti indah kalo kita nyalakan,” tambah Rae.
“Enggak, ah. Aku mau main game angry birds terbaru,” tolak Arya sambil memasuki rumahnya. Teman-temannya sampai heran melihat perubahan Arya.
Ajakan Kak Santi untuk pergi tarawih juga kadang ditolak.
“Perutku sakit, Kak. Nanti aku menyusul, deh,” elak Arya.
“Awas, ya, kalau bohong! Jangan-jangan cuma alasan supaya bisa main tablet,” tebak Kak Santi. Arya nyengir. Perutnya memang sakit karena kekenyangan. Saat berbuka tadi, ia terlalu banyak makan. Tapi ketika sakit perutnya hilang, bukannya langsung sholat Isya, Arya malah asyik main tablet lagi.
Bosan bermain game, Arya membuka facebook. Arya memang sudah memiliki akun facebook. Paman Fiko yang membuatnya, untuk menyambung tali silaturahmi dengan para sepupunya di kota lain. Akhirnya karena kelelahan, Arya tertidur dan lupa sholat isya.
Sampai di Bengkulu, keluarga besar ayah Arya sudah berkumpul. Ada sepupu kembarnya, Nina dan Nani dari Jakarta, juga Rahman dari Jambi dan Tiara dari Palembang. Tak lama, mereka langsung akrab. Melepas kangen karena selama ini hanya berjumpa lewat facebook saja.
Takbir bergema. Lebaran telah tiba. Setelah sholat Idul Fitri di masjid, tibalah waktu yang ditunggu Arya dan para sepupunya. Pembagian angpao! Biasanya, setiap paman dan bibi akan memberi angpao pada keponakan mereka. Asyik sekali. Arya sampai menghitung-hitung, berapa besar angpao yang akan didapatnya. Paman dan bibinya ada delapan orang. Jika masing-masing memberi lima puluh ribu, berarti Arya akan mendapat empat ratus ribu. Wah, banyak banget! Arya tersenyum sendiri membayangkan total angpaonya nanti.
“Seperti tahun sebelumnya, kali ini paman juga mau kasih angpao untuk kalian semua,” cetus Paman Yayan pada keponakan-keponakannya. “Tapi, ada syaratnya...” ujar Paman Yayan lagi.
“Apa syaratnya, Paman?” tanya Kak Santi tak sabar.
“Nanti setiap angpao, ada pertanyaannya. Oke? Siap, ya!”
“Siapa yang tahun ini puasanya penuh? Tidak batal sampai beduk maghrib?” Paman Yayan mulai bertanya. Arya dan para sepupunya mengangkat tangan serentak. Semua gembira karena mendapat angpao.
“Yang sholat lima waktunya penuh?” Kali ini hanya Kak Santi yang menunjuk tangan. Aku dan yang lain tidak mendapatkan angpao.
“Uh, kalah deh dari Kak Santi,” gerutu Arya.
“Siapa yang rajin sholat tarawih?”
“Siapa yang khatam mengaji Al Quran?”
“Siapa yang rajin membantu orang tua?”
Entah ada berapa pertanyaan lagi. Dan lagi-lagi, Arya tidak mendapatkan angpao dari paman dan bibinya. Arya jadi kesal sekali. Ini semua gara-gara tablet menyebalkan itu. Gara-gara Paman Fiko juga, sih!
Arya segera berlari masuk ke kamar dan menutup pintunya. Ia kesal, sedih sekaligus malu. Tahun ini, ia hanya dapat satu angpao! Hanya satu!
Diam-diam, Arya menangis di kamarnya. Ia malu jika diejek para sepupunya. Pikiran Arya pun menerawang pada semua tingkahnya yang buruk selama ramadhan kemarin. Ia menyesal karena belum bisa memilih waktu bermain dengan tepat. Gara-gara tablet, ramadhannya jadi berantakan.
Karena lelah menangis, Arya ketiduran. Saat bangun, Arya kebingungan. Ia sudah ada di dalam mobil. Dan di luar, terbentang laut yang indah. Pasti ini Pantai Panjang, pikir Arya. Di kejauhan, terlihat semua sepupunya sedang asyik membuat istana pasir. Sementara yang lain, duduk di atas tikar di bawah pohon kelapa.
Arya beranjak keluar dari mobil. “Siapa yang mengangkatku, Paman?” tanya Arya pada Paman Fiko yang duduk di samping mobil.
“Paman, Ar. Kasihan kalau kamu ditinggal di rumah. Oya, maafkan Paman, ya? Gara-gara tablet dari Paman, tahun ini kamu cuma dapat angpao sedikit,” kata Paman Fiko.
“Ah, Arya yang salah, Paman. Arya tidak pandai mengatur waktu. Maafkan Arya juga, ya?” Arya memeluk pamannya.
“Wah, kamu sudah bangun, Ar. Ikut main pasir, yuk!” ajak Rahman. Tanpa menunggu lama, Arya berlari bersama Rahman. Arya tak ingin lagi kehilangan waktu berkumpul dengan keluarganya.


**
Di atas versi asli belum diedit, semoga bermanfaat ya, selamat mencoba mengirim cernak ke Majalah Ummi ya :)

Cernak di Majalah Ummi Edisi Juli 2015

Ya Rabb, Motorku Hilang


Tulisan ini pernah aku share di Kompasiana tahun 2011. Kisah nyata yang kami alami di rumah kontrakan di Purnawirawan, Lampung. Mengingatnya membuat aku banyak bersyukur. Alhamdulillah kami selamat dan tak kuran apa pun. Berikut kisahnya.


Kemarin aku kehilangan sebuah sepeda motor berwarna hitam, berlist biru. Tentu saja aku sedih.Motor itu khusus dibelikan suami atas namaku dan sudah dilunasinya.


Malam itu aku merasakan beda.Apalagi Fatih dan Faris agak rewel. Si Faris bolak-balik minta antar pipis dan bikin susu. Fatih juga maunya nenen tiduran dan gak mau lepas. Badanku juga agak kurang fit karena Senin baru sudah bawa motor agak jauh.

Pukul 23.00 WIB suamiku yang sedang pelatihan di bogor SMS,"Mi,jangan lupa cek semua pintu,jendela dan lainnya,"

Okelah,kucek semua. Lampu kuganti menjadi lampu kecil,kulepas kunci pintu depan dan kukunci pintu kamar.Tak lama Faris bangun minta ditemani pipis dan buatkan susu.Kuantar ke belakang (kamar mandi dekat dengan penyimpanan motor).Kulihat motor masih ada.

Pukul 01.30 WIB, Faris bangun lagi minta ditemani pipis lagi.Kami kembali ke kamar mandi dan tak terlihat janggal apakah ada kerusakan. Lalu kami larut dalam mimpi. Fatih yang mulai bagun minta nenen, Faris yang minta digarut-garut, bolak-balik aku ke tempat tidur Faris dan Fatih (kamar kami ada dua tempat tidur). Jadi menjelang subuh aku baru tidur. Memang terdengar suara bedebum sekilas di belakang, tapi aku tak mengira jika itu suara orang melompat,  karena rumahku sering terdengar suara seperti itu.

Subuh menjelang,aku terbangun dan sholat. Hingga pukul 05.30 WIB ketika aku menghidupkan sanyo,airnya tak mau hidup.Lama kutunggu tak juga naik airnya. Kubawa seember air dan gayung menuju sumur di samping rumah. Aku berjalan melewati pintu depan. Ketika kembali dan bersenang hati sukses membuat sanyo mengangkat air aku berjalan menuju rumah dan terkejutlah aku melihat pintu samping sudah terbuka dan motorku sudah tak ada. Ya Allah, jantungku berdegup kencang, hilangkah? Aku masih berharap ini mimpi, tapi ternyata kenyataan.Kuhubungi tetangga dan akhirnya aku ke kantor polisi.

Episode di kantor polisi yang lama,membuat aku lemas. Belum sarapan,hanya ada beberapa roti tawar yang kupersiapkan sebagai bekal sekolah Faris, tapi Faris tidak mau sekolah,maunya ikut ke kantor polisi. Di sana,akupun ditanya dan menceritakan kronologis kejadian. Usai pelaporan,polisi langsung ke TKP dan mengecek, tak ada kerusakan pintu,kemungkinan memang pencuri masuk naik tembok yang tinggi di belakang rumahku dan langsung membuka pintu. Walau motor sudah kugembok,kunci stang tapi Allah telah berkhendak.

Sedih ada.Di saat suamiku pelatihan,musibah datang. Harta tak bisa kujaga.Eit,maksudnya aku sudah berusaha ding:) Insya Allah kami suami-istri sudah mengikhlaskan.

Kini, Faris jika ke kamar mandi akan menjerit bila sendirian.Sepertinya masih trauma jika ada orang tiba-tiba datang. Ya, kami patut bersyukur nyawa kami selamat,karena ada kejadian seorang ibu yang dibunuh pemulung yang mencuri motor di rumahnya.

Ya Allah,kuatkan kami,mohon digantikan yang lebih baik lagi,amin.


Minggu, 20 September 2015

Resensi Buku Rahasia Pelangi : Menjaga Kelestarian Gajah Lewat Novel

Alhamdulillah resensi ini dimuat di Koran Jakarta pada tanggal  24 Agustus 2015. Nah, buat yang mau ngirim boleh dibaca syarat-syaratnya di sini.  Ini kedua kalinya resensiku dimuat. Pertama kali resensi dimuat pada tanggal 29 April 2014 (wiih jagu ya jarahnya? hahahaha... Moms bisa baca juga di sini :) 

Ini resensi sebelum diedit, silakan baca yang versi asli sedangkan versi yang sudah diedit ada di foto korannya :) *kebaca enggak?* hihihi...

Ayo coba dikirim, honornya lumayan banget loh Rp. 277 ribu (sudah dipotong pajak), asyik kan?

Selamat membaca :) dan selamat mencoba kirim resensi ke Korjak :)





Menjaga Kelestarian Gajah Lewat Novel

Judul : Rahasia Pelangi
Penulis :  Riawani Elyta dan Shabrina Ws
Penerbit : Gagas Media
Tahun : 2015
Tebal : 324 Halaman
ISBN  : 979-780-820-3

Konflik gajah liar yang masuk ke perkampungan warga pernah terjadi di Riau pada tanggal 23 Maret 2015 lalu. Kawanan gajah berjumlah 20-30 ekor mengamuk masuk perkebunan sawit hingga menelan korban jiwa. Hal ini disebabkan karena hutan yang sudah berkurang. Kawasan hutan telah berganti menjadi perkebunan sawit. Gajah yang marah karena  kehilangan hutannya masuk ke perkampungan warga. Inilah PR besar dalam penjagaan kelestarian lingkungan agar gajah bukanlah ancaman bagi manusia.  Konflik ini diramu dengan apik oleh duet penulis novel  Riawani Elyta dan Shabrina Ws. Keduanya juga pernah berduet dan menang juara I Lomba Novel remaja Bentang Belia 2011.

Dikisahkan Anjani  yang memiliki trauma pada gajah saat masa kecilnya memilih profesi yang jarang dilakoni perempuan pada umumnya yaitu sebagai mahout (pelatih gajah). Anjani sebelumnya mendapat pelatihan di Way Kambas Lampung bertemu dengan Chayood Pratham atau Chay seorang keturunan Thailand. Chay mewarisi keahlian kakeknya yang seorang pensiunan mahout. Semua keluarganya menekuni profesi sebagai mahout.  Chay sangat ahli dalam menjinakan gajah. Cukup dengan tepukan tangan, Chay dapat memerintahkan gajah. Ia tidak pernah memakai gancu (tongkat pengait untuk mengendalikan gajah). (Halaman 46).

Keduanya lalu bertemu kembali saat bersama bertugas di TNTN (Taman Nasional Tesso Nilo). Kedekatan Anjani dan Chay semakin erat mana kala mereka berdua tanpa direncanakan menyaksikan seekor gajah bernama Rubi melahirkan. Saat menunggu Rubi melahirkan, Anjani melakukan sesuatu tindakan yang sangat penting, sehingga Anjani mendapatkan kehormatan untuk memberikan nama anak gajah yang baru lahir. Padahal, biasanya memberi nama anak gajah harus menunggu kehadiran gubernur.

Chay sudah cerita, pada saat genting, kau justru melakukan apa yang tidak dia pikirkan. Kau bahkan berlutut di bawahh Rubi hinga wajah dan pakaimu  penuh bercak darah,” kata Pak Bima (halaman 53).

Chay dan Anjani bertugas melatiih gajah-gajah. Chay melatih gajah bernama Indro dan Anjani melatih gajah bernama Beno. Keduanya saling mengagumi dalam diam. Tak sekali pun Chay mengutarakan isi hatinya.  Demikian pula dengan Anjani. Keduanya dengan rapat menutupi isi hati masing-masing. 

Suatu hari, datang seorang gadis cantik, cerdas, energik tapi sedikit ceroboh bernama Rachel. Ia adalah  seorang aktivis lingkungan hidup di sebuah organisasi CWO (Change World Organization).  Kehadiran Rachel yang didampingi rekannya Febriando atau Ebi ini menyulut rasa cemburu Anjani. Terutama saat melihat Rachel bersama Chay bermain dengan Indro. Lalu, Rachel menaiki punggung Indro, oleng dan hampir terjatuh. Saat itu, Chay dengan sigap membantunya (halaman 103).

Sejak itu Anjani menghindari Chay. Hatinya bergejolak. Anjani bingung untuk bersikap. Disaat bersamaan, ada penyerangan. Sekelompok gajah liar masuk ke kebun sawit.  Warga telah mencoba mengusirnya tapi gajah memakan tanaman warga. Untuk mengantisipasi korban jiwa, diturunkan tim Flying Squad (tim patroli gajah latih). Rachel ikut dalam tim tersebut dan memaksa turun untuk merekam kejadian sehingga musibah itu terjadi. Rachel mengalami retak kaki yang cukup parah membawa Anjani dalam penyesalan yang sangat dalam.

Namun,dibalik musibah ada kebahagian yang menanti. Harapan hidup Rachel  perlahan bangkit berkat  pendampingan yang dilakukan Ebi. Rachel  menyadari sikap ceroboh akan menyulitkan semua orang. Lalu, bagaimana dengan Anjani dan Chay? Apakah keduanya bersatu dalam ikatan cinta yang abadi?

Novel berlatar kelestarian alam ini mengajak kita untuk bersikap bijak dalam kehidupan. Dilengkapi catatan kaki di setiap istilah yang ditemui sangat memudahkan pembaca memahami istilah baru. Novel ini juga bertabur quoate pembangun jiwa, seperti Cinta bukan seberapa banyak kau mengatakan, melainkan sejauh mana kau buktikan (halaman 317).  Cover buku bergambar gajah, hutan dan dua orang sedang menyayangi gajah sangat mendukung isi novel ini.

Nah, di sini yang sudah diedit editor KorJak  :)

Resensi Buku Rahasia Pelangi di Koran Jakarta


Resensi Buku Kisah Pecah Kongsi (KPK) : Menelisik Eksotisme Bengkulu dan Kisah Persahabatan

Ini resensi buku yang tulis dan pertama kali dimuat di Koran Jakarta pada tanggal 29 April 2014. Kaget juga plus senang karena cepat banget dimuat. Aku kirim subuh, besok harinya dimuat. Wow, senang banget. Mana lumayan juga honornya hihihi *emak matre* mau ikutan ngirim ke Koran Jakarta? Syarat lengkapnya bisa dibaca di sini ya :)

Menelisik Eksotisme Bengkulu dan Kisah Persahabatan

Foto:
Memiliki sahabat adalah salah satu anugerah. Dia dapat meneguhkan saat duka dan berbagi tawa kala bahagia. Namun, persahabatan haruslah dibina dan dijaga agar tidak terjadi perpecahan. 

Novel Kisah Pecah Kongsi (KPK) ini menceritakan lima sahabat yang terjalin sejak SMP. Mereka terdiri dari dua cowok, yakni Restu, Raksa dan tiga cewek, yakni Eki, Fe, serta Anggira. 

Kelima sahabat ini saling mendukung dalam menggapai cita-cita, walau ada beda ambisi. Seperti saat di kelas sembilan SMP, Anggira berhasil masuk grand final kontes Ciknga dan Donga dalam ajang pemilihan putra dan putri Bengkulu. Semua sahabat mendukung dan hadir di acara bergengi tersebut.
Mereka tetap hadir walau dari Desa Curup ke Kota Bengkulu sangat jauh. Demi persahabatan, mereka berkumpul. Keempat sahabat mendukung Anggira hingga berhasil menjadi runner up Cikga Bengkulu, (halaman 67).

Seusai pemilihan, Anggira memilih pulang secara estafet bersama teman-temannya. Mereka menumpang sebuah mobil milik Om Anton. Di perjalanan antara Bengkulu dan Curup, mereka berhasil melihat bunga langka, khas Bengkulu, Rafflesia, yang tengah mekar. Di depan bunga ini mereka berikrar untuk menjaga persahabatan berlimanya.

“Kuntum-kuntum Rafflesia akan tetap mekar di hati…. Kapan pun dan di mana pun,” begitu mereka berjanji, (halaman 87). Namun, apa mau dikata, KPK pun terjadi. Setamat SMP, mereka berpisah. Fe melanjutkan sekolah ke Pesantren di Yogyakarta. Anggira yang terobsesi menjadi artis melanjutkan sekolah di Jakarta. Tinggallah Restu yang memilih aktif di Rohis. Raksa yang berwajah tampan dan Eki yang tomboi tetap tinggal di Bengkulu. 

Keretakan persahabatan bermula dari Eki yang kehilangan kaos olah raga. Restu tertuduh mencuri kaos tersebut sehingga terjadi perang dingin dengan Eki. Namun, lambat laun misteri kehilangan terungkap saat Eki mengalami kecelakaan fatal dan berujung pada kematian. Siapakah sebenarnya yang mencuri kaos olah raga Eki? 

Ini adalah novel remaja dengan seting daerah budaya Bengkulu. Tak hanya Rafflesia yang sudah terkenal sebagai ikon Bengkulu, tapi juga Curup, tempat bermukim para tokoh novel. Novel juga dilengkapi banyak puisi seperti dalam halaman 46, “Kenapa bergerimis karena aku terus berduka untuk menyemai bibit. Gerimis tak cukup mampu memberi tenaga menumbuhkan kecambah hati yang luruh. 

Di sini juga dikisahkan fenomena remaja masa sekarang. Ada yang bercita-cita menjadi artis, ada juga yang berjiwa sosial tinggi seperti Anggira. Dia rela membiayai sahabatnya menuju Jakarta untuk bersama-sama menemani Eki yang akan dioperasi. Sikap sosialnya antara lain terungkap dalam ungkapan Anggira, “Sekarang bukan saatnya membicarakan besar dan kecilnya materi, untung atau rugi. Eki membutuhkan kita”, (Halaman 130). 

Novel ini pantas direkomendasikan untuk remaja. Bacaan yang aman dan penuh renungan tentang persahabatan, cita-cita, dan sarana mengenal budaya Indonesia, terutama Bengkulu. Sayang, pada cover tidak dilengkapi foto berlatar Pantai Panjang atau bunga Rafflesia, ikon Bengkulu. 

 Diresensi Sri Rahayu, S1 Kehutanan Universitas Bengkulu


Judul Buku    : Kisah Pecah Kongsi (KPK)
Penulis        : Elzam Zami Cimot
Penerbit    : Citra Media Pustaka, Yogyakarta
Tebal        : 184 halaman
Cetakan    : I/ Februari 2014
ISBN         : 978-602-7729-93-3
Peresensi    : Sri Rahayu, S.Hut



contoh tulisan : http://koran-jakarta.com/?10962-menelisik+eksotisme+bengkulu+dan+kisah+persahabatan


Rabu, 16 September 2015

Waspada Proplaps Organ Panggul (POP) Paska Melahirkan Secara Normal

Melahirkan Anak Ketiga


Paska melahirkan anak ketiga. Aku merasakan hal yang berbeda. Rasanya aneh, bisa dipegang dan seperti duduk di atas bola.. Seperti sesuatu daging yang keluar dari vagina. Ini cukup menganggu. Bahkan bisa masuk lagi jika didorong. Huaah ngeri banget rasanya. Pikiranku juga sudah yang jelek saja, apakah ini kanker?

Aku mulai mencari info di internet dan ke dokterr kandungan. Kata dokter sih, aku mengalami turunnya kantung kemih. Disuruh senam kagel. Itu loh senam yang seperti menahan pipis. Ketika di USG sih enggak papa rahim. Namun, aku penasaran apakah aku mengalami Propals Organ Panggul (POP)? 

Mengenal Propals Organ Panggul (POP)

Dibandingkan melahirkan secara CS, melahirkan secara normal lebih berisiko. POP adalah turunnya dinding vagina disertai pelvik lain ke dalam atau keluar dari liang vagina. Dari 50% wanita melahirkan anak pertama mengalami POP. Penyebabnya beragam, seperti jarak melahirkan terlalu dekat, proses melahirkan yang lama sehingga mengalami peroobekan perineum (dinding vagina antarra vagina dan anus), melahirkan dengan induksi buatan, berat badan bayi besar, usia melahirkan sudah tua, kegemukan, batuk menahun dan lainnya.

POP sering tidak disadari wanita. Memang sih tidak berbahaya, tapi akan menganggu tekanan saat BAB, BAK atau saat berhubungan intim dengan pasangan.

Tingkatan POP

Kenali tingkatan POP, ada yang masih stadium 1, 2, 3 atau 4

Stadium 1 : organ turun belum melewati vagina
Stadium 2 : organ turun sudah sampai selaput dara
Stadium 3 : organ turun sudah mencapai mulut vagina (merasakan benjolan di dalam vagina).
Stadium 4 : organ sudah keluar dari vagina sehingga bisa dilihat dan diraba

Pencegahan POP

Moms, jika belum mengalaminya, sebaiknya dicegah sebelum terlambat, caranya :
1. Batasi kelahiran
Jika jarak melahirkan terlalu dekat akan menyebabkan otot dan sendi penyokong alat reproduksi menjadi lemah,sehingga tak mampu menahan.

2. Persiapan Melahirkan 
Siapkan melahirkan dengan sebaik mungkin, agar lancar sehingga persalinan tidak lama.

3. Kontrol Pertumbuhan Janin
Jika berat badan bayinya besar lebih dari 4 kg perlu dikontrol agar tidak mengalami POP yang memperparah keadaan si ibu.

4. Usia Kehamilan
Usahakan melahirkan diusia subur, yakni 20-35 tahun karena ibu relatif lebih bugar dan kondisi organ panggul semakin baik.

5. Obesitas
Berat badan si ibu yang kegemukan akan memberi tekanan yang lebih kuay pada organ panggul, sebaiknya dikontrol jangan sampai mengalami obesitas.

Nah, Moms, sebaiknya mencegah daripada mengobati bukan? Mari Waspada  Proplaps Organ Panggul (POP) paska melahirkan secara normal. Jika sangat menganggu dapat dilakukan operasi. Semoga info ini bermanfaat :)





Jumat, 11 September 2015

Luar Biasa, Inilah 7 Khasiat Jeruk Nipis

Dulu, ibuku sering sekali nyetok buah jeruk nipis di kulkas. Selain buat bumbu masak atau menghilangkan bau abis ikan, jeruk sungguh bangak manfaatnya. Kadang diperas buat obat batuk, kadan jeruk nipis juga dibuat ibu untuk obat sakit kepala. Kadang juga buat menghaluskan kulit, memijat kaki yang lelah. 

Nah, serukan ya berobat dengan obatan alami aja. Buat yang belum tahu, ini ada 7 Khasiat Jeruk Nipis. Artikel ini telah tayang di Majalah Ummi Online.
Sumber foto di sini

Jangan Sepelekan Catur, Permainan ini Baik Untuk Asah Otak dan Cocok Untuk Anak Usia 6-12 tahun

Awalnya Faris merengek minta dibelikan papan catur.

"Emang, Mas Faris bisa main catur?" tanyaku."Bisa dong, Mi!" jawabnya.

Seakan tak percaya. Dai mana Faris bisa main catur? Setelah lama merengek terus, akhirnya Abinya mengabulkan. Sore itu, Faris dibelikan papan catur. Senangnya. Faris tak bosan mengajak Abi bermain catur. 

"Mamas bisa main catur, belajar di games laptop itu loh, Mi," suatu ketika Faris cerita dari mana belajar main catur.

Oooh... pantesan ya :) Aku sendiri engak bisa main catur. Dan, aku takjub juga Faris lumayan lihai euy! Tiap pulang sekolah, nungguin Abinya pulang kantor dan asyik bermain catur :)

Catur,  Permainan  ini Baik Untuk Asah Otak dan Cocok Untuk Anak Usia 6-12 tahun

Rabu, 09 September 2015

Manajemen ASI Perah (ASIP) Untuk Ibu Bekerja

ASI adalah cairan yang istimewa. Sebuah bentuk kasih sayang seorang ibu dalam memberikan cinta pada buah hatinya.


Manajemen ASI Perah (ASIP)  Untuk Ibu Bekerja

Sejak anak pertama gagal memberikan ASIX atau ASI Eksklusif, maka sejak kehamilan kedua, aku bertekad untuk ASIX walau saat itu, aku masih bekerja menjadi guru SDIT.

Nah, mulailah sejak hamil aku beli buku-buku penunjang kehamilan dan cara menyimpan ASI Perah (ASIP). Aku juga mulai diskusi dengan suami. Ya, suami sih mendukung banget aku ASIX dan ASIP namun, kadang prakteknya enggak mudah, xixixi...

Sejak hamil, aku mulai memprogramkan makan buah dan sayuran. Tapi,pas hamil anak kedua aku sempat alergi atau mabuk bau sayuran. Bahkan aku langsung mual muntah kalau makan pecel, padahal ya sebelum hamil aku doyan bangeet, hiks...jadilah nunggu usia hamil 4 bulan baru makan pecel (olaa...nasib...).


Senin, 07 September 2015

Merawat Campak Pada Bayi

Merawat Campak Pada Bayi



Dua minggu yang lalu bayiku Aisyah kena campak. Alhamdulillah sekarang sudah sehat dan ceria lagi. Aku mau berbagi pengalamanku merawat campak pada bayi Gejalanya mirip anak mau flu. Panas, rewel, dan susah makan. Namun, kali ini beda, apa itu?

Gejala Campak

Aisyah sebelumnya tidak pernah menolak untuk Mimik ASI. Kalo pun badannya panas, Aisyah selalu ingin Mik ASI. Ketika menolak Mik ASI, aku pikir mau tumbuh gigi lagi. Seperti kisahnya di usia 8 bulan. Karena pas Aisyah demam mau tumbuh gigi, menolak Mik ASI dan maunya gendooong aja. Pegel banget dan itu panasnya juga sampai semingguan.