Minggu, 18 Oktober 2015

Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Pulsa

Memilih Resign dan Melepaskan Sertifikasi guru demi keluarga

Juni tahun 2013, aku resmi resign dari guru di sebuah SD Swasta. Aku melepas impianku menjadi wanita karir. Punya baru seragam, bekerja dan punya penghasilan sendiri. Aku juga harus rela melepaskan sertifikasi guru yang susah payah aku dapatkan, bahkan dengan berdarah-darah dan berurai air mata (kisahnya ada di sini).

Temanku sampai menegur, "Emang kamu tahan jaga anak sampai 24 jam?" atau "Enggak sayang tuh dengan sertifikasi gurunya? Kan bisa buat DP mobil."

Ada juga yang lebih menohok, "Kamu mau kerja apa? Nanti enggak bisa punya uang jajan, kamu kan suka jajan," kata seorang teman melihat aku jajan di kantin sekolah.