Kamis, 30 April 2020

Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Saat Covid-19


“Mi, adek kangen teman-teman! Adek kan
gen sekolah!” 


Begitu cerita Aisyah beberapa hari lalu. Tentu saja mendengarnya aku terenyuh sedih. Sejak adanya wabah Covid-19, anak-anak belajar di rumah saja. Memang sih setiap hari akan ada sapa dari gurunya di group WA, dari voice note, video hingga mengajak video call. 

Namun, itu belumlah menjadi obat kangen Aisyah dengan sekolah dan teman-temannya. Maklum sekolah sangat dekat dengan rumah kami. Dari rumah saja, sudah terlihat gerbang belakang sekolah. Aisyah sebelum wabah Covid-19 sering bermain di sekolah. 

  Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Saat Covid-19

Mendengar curhatan Aisyah, gadis kecilku yang berusia 5 tahun ini aku berpikir, “Wow, anak kecil ternyata merasakan juga ya dampak wabah Covid-19 ini! Tak hanya soal suasana belajar di rumah, tapi kebebasan bermain juga terhalangi, aku perlu strategi!” 

Nah, bermuncul ide untuk membuat Aisyah betah dengan kondisi yang tidak nyaman ini. Bismillah inilah Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Saat Covid-19 versiku : 

1. Mendongeng Tentang Bahaya Covid-19 

Sejak Wabah Covid-19 menyebar, Aisyah aku ajak bercerita mengenai bahaya Covid-19. Untuk itu mengapa semua orang dewasa dan anak-anak harus di rumah aja. “Abi juga kerja di rumah, Mas Faris juga pulang dari pondok.” Awalnya Aisyah enjoy saja di rumah, sering memeluk dan menciumku karena ditemani belajar. 

Namun, pernah juga nangis kangen sekolah, ustadzah dan sekolahnya. Bahkan pernah keluar rumah ketika pintu terbuka ke arah sekolah, hiks... setelah berulang-ulang menceritakan mengenai bahaya virus Corona, dari menggambar, mewarnai, nonton film akhirnya Aisyah mau terima di rumah aja. 

2. Ajak Belajar dan Bermain Bersama 


Ada 3 anak di rumah yang harus aku dampingi untuk belajar. Mas Faris usia 14 tahun memang sudah lebih mandiri, tapi tetap saja kadang harus dibujuk dan diingatkan jadwal setoran hapalan bersama ustadznya. Abang Fatih usia 8 tahun tugas sekolahnya harus direkam dan difoto. Abang Fatih kadang ngambek enggak mau difoto dan direkam, jadinya perlu nego tingkat tinggi haha... sedangkan Aisyah maunya main masakan dan air saja, hadeh... jadinya aku perlu membuat kesepakatan jadwal belajar anak-anak. 

  Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Saat Covid-19
Ajak anak belajar dan bermain bersama.

Kusiapkan white board untuk menuliskan jadwal harian anak-anak. Kupasang di dinding kamarku, sehingga ketika bangun tidur sudah siap dengan kegiatan ini. 

Paling senang buka youtube lalu mengecek permainan apa ya untuk Aisyah hari ini? Kami mencoba membuat prakarya dan anak-anak menjadi happy. 

3. Batasi Gadget 


Anak-anak berpikir liburan itu bisa bebas nonton atau main games di hp. Tapi, tentunya saat ini bukan liburan seperti pada umumnya. Menonton TV perlu dibatasi dan bermain games di hp Umi dan Abi juga perlu dicek. Sejak dulu, games kekerasan tidak boleh ada di hpku atau abinya. Nonton di youtube juga dibatasi, bahkan aku memilih youtube kids sesuai usia mereka. 

4. Ajak Anak Rajin Beribadah 


Sholat 5 waktu, mengaji dan menghapal doa, hadist dan muroja’ah otomatis lebih banyak dipantau Umi. Walau abi sudah WFH, namun tetap harus sesekali ke kantor. Beruntung Mas Faris sudah bisa jadi imam sholat, jadinya sering menjadi imam sholat 5 waktu. Aisyah dan Fatih terus diajak berdoa setelah sholat agar Wabah Covid-19 segera berlalu. 

5. Jaga Kesehatan (Tidur diawal waktu dan makanan bergizi) 


Saat ini Lampung sudah termasuk Zone Merah untuk transmisi lokal. Berita ini membuat aku ekstra waspada menjaga kesehatan keluarga. Kalau keluar rumah, aku wajib melakukan standar pencegahan penularan Covid-19. Aku memakai masker dan setiba di rumah mencuci tangan, mengganti pakaian dan mandi. 

  Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Saat Covid-19
Ajak anak memilih menu makanan yang disukai.

Anak-anak jika terpaksa keluar rumah harus menggunakan masker. Pernah terpaksa ke klinik dekat rumah karena ketiganya gatal-gatal di bagian tangan, kaki dan telinga. Ketika diperiksa, ternyata kata dokter kena kutu kucing. 

Ciri-ciri Gigitan Kutu Kucing pada manusia : 


1. Rasa gatal yang hebat dibagian kulit. 

2. Timbul bintik-bintik atau benjolan kecil kemerahan, semakin lama akan melebar. 


3. Umumnya ditemukan dibagian kaki dan tangan. Tapi, takjarang ada di bagian ketiak, pinggang, siku dan telinga. 

Setelah makan obat dan diberikan salep, alhamduillah gatal-gatalnya hilang. Anak-anak juga aku ajak makan yang bergizi dan tidur diawal waktu agar badan tetap sehat dan segar, apalagi sekarang sudah memasuki bulan puasa. 

Apikasi Halodoc


Sejak kejadian kena kutu kucing itu, aku makin waspada dengan kesehatan anak-anak. Aku mencarikan vitamin untuk anak-anak agar tetap sehat dari coronavirus ini. Berapa kali nyari di supermarket vitamin c tidak ditemukan. Akhirnya aku cek di aplikasi Halodoc. Aplikasi ini Halodoc adalah aplikasi kesehatan yang terpercaya. Ingin konsultasi dengan dokter tidak akan ribet 

Aplikasi Halodoc

Caranya mudah sekali, tinggal download aplikasi Halodoc, fitur layanannya cukup banyak. Dari layanan tes Covid-19. Chat dengan dokter, buat janji RS, beli obat dan lainnya. 
Aplikasi Halodoc

Nah, aku pernah cek untuk membeli vitamin C untuk anak-anakku di Halodoc dan ternyata banyak pilihan. 

Aplikasi Halodoc

Yuk, teman-teman jaga kesehatan mental anak saat Covid-19 ini. Semoga 5 tips di atas bermanfaat! Selamat mencoba!

27 komentar:

  1. Wah, menu nasi kuningnya bikin ngiler deh. Untung ngiler ga bikin batal puasa hihihi..

    BalasHapus
  2. Iya, Mba Naqi.. di rumah juga si Adek saya kasihnya youtube kids yang waktunya bisa dibatasi dan videonya juga bs dibatasi. Btw, halodoc ini emang andalan banget ya buat info kesehatan bahkan tebus obat selama masa pandemi ini.

    BalasHapus
  3. Anak bungsuku rajin setor ayat2 Al Qur'an juz 30 ke wali kelasnya sebagai tugas sekolah. Anak sulung juga sibuk dengan PR2nya dan nonton tv untuk dibuat review-nya. Di tengah pandemi Covid-19 kami berbahagia bisa salat berjamaah bersama dan mengerjakan sesuatu bareng2 juga semoga jd berkah aamiin. Untuk info2 corona aku suka baca2 Halodoc, jadi up to date ga hoax.

    BalasHapus
  4. Selain kita orang dewasa, penting juga memperhatikan kesehatan mental anak ya Mbak Naqi. Semoga kita semua selalu sehat.

    BalasHapus
  5. Dampak pandemi ini emang menimpa semua lapisan masyarakat ya.. termasuk anak-anak. Moga kita selalu sehat.. Moga pandemi ini cepat berlalu..

    BalasHapus
  6. Aplikasi Halodoc ini sangat memudahkan kita yang saat ini harus di rumah aja dan gak bisa pergi kemana-mana yah mbak. Jadi bisa konsultasi dan beli obat secara online aja.

    Duh, punya anak tiga pastinya ribet mengatur waktu yah mbak. Aku juga cuma dua tapi di rumah drama terus nih hahaha

    BalasHapus
  7. Iya banget deh ini, selain kesehatan mental si ibu, tak lupa juga ada kesehatan mental anak yang harus kita jaga ya mbak. Aku biasanya nambahin asupan anakku, kalau lagi kayak gini tuh aku pilih pembelian vitamin b=via Halodoc.

    BalasHapus
  8. Gagal fokus sama nasi kuningnya mbak.. Porsinya juga lebih mantull.. Hehe..
    Oiya.. Aplikasi halodoc untuk wilayah luar Bandar Lampung belum terjangkau ya? Saya pernah coba order untuk di kirim ke way huwi bagian selatan (perbatasan way kandis) tidak berhasil/lokasi pengiriman tidak terdeteksi. Padahal gojek gofood sudah sampai daerah itu.

    Semoga jaringan pengiriman bisa segera diperluas lagi ya, supaya lebih bermanfaat lagi.. 🙏

    BalasHapus
  9. anakku juga dikasih vitamin supaya kuat puasa. memang anak harus sehat mentalnya mengerti tentang wabah dan makanannya harus enak serta bergizi. kalau ada gangguan kesehatan lebih baik konsul onlen seperti di halodoc yaa..

    BalasHapus
  10. Sama anakku juga kangen sekolah mba yowes biar ga bosan yah aku buat jadwal kegiatannya semoga segera verakhir ya pandemi ini aamiin

    BalasHapus
  11. Ga hanya orng dewasa ya anak2 pun bisa stress d rmh terus , kangen main bareng teman2ny dan sekolah

    BalasHapus
  12. Anak2 sejak awal Januari paham itu Corona Corona hehe, pas kami sempat mudik di bandara ada yg pakai masker pas itu langsung cerita kalau ada virus corona yg intinya akan menulari kalau kita keluar bareng teman dll.
    Paling ngeluhnya tu bosan, makanya nih biasanya ditambal ma makanan mbak hahha. Iya ya baca2 soal covid di halodoc banyak infonya

    BalasHapus
  13. Karena anak-anakku sudah lebih besar, jadi ngajak mereka ngobrol soal Covid19 ini lebih mudah, tapi teteup, harus terus diingetin soal cuci tangan dan jaga kebersihan

    BalasHapus
  14. Kebayang yaa jadi anak-anak.
    Kita yang dewasa aja cepet bosen. Ibu emang selalu harus kreatif nyari kegiatan buat anak dirumah.
    Aku juga pengguna Halodoc. Dimasa sekarang yang parno banget keluar keluar, jadi solusi cerdas untuk konsultasi kesehatan, tebus obat dan screening covid ya, Mba.

    BalasHapus
  15. Kalau anak-anakku malah seneng banget pas tau libur diperpanjang. Maennya berdua aja itu kakak adek di rumah. Hihi. Gak pernah nanyain sekolah lagi kapan. Tapi pernah si pengen jalan atau berenang gitu. Untung udah dikasi tau sekali, udah paham mereka.

    BalasHapus
  16. This is indeed a hard time for all of us, adults and children. Thank you for sharing tips and tricks

    BalasHapus
  17. Kesehatan mental para ibu nih harus diperhatikan. Apalagi sejak anak-anak school from home ya mak. Pasti heboh luar biasa

    BalasHapus
  18. Bagi kita yg dewasa saja, stay at home beberapa waktu pasti mengalami kejenuhan. Pun demikian dengan usia anak yg selalu miliki hasrat untuk bebas dan bermain.
    Memang mesti diberi pengertian dan lakukan hal menyenangkan agar mental anak pun terjaga

    BalasHapus
  19. Sangat perlu ya mendongengkan tentang bahaya Covid-19 ke anak. Dan tentunya mengajak kegiatan lainnya biar enggak bosen di rumah. Hal-hal di atas akan saya sampaikan ke adik saya yang udah mulai jenuh karena di rumah terus.

    BalasHapus
  20. Wah..kami juga senang kedatengan tamu, si kucing.
    Bahkan beberapa kali kami persilahkan masuk dan main di ruang keluarga.
    Sehat-sehat selalu untuk keluarga ya...kak Naqi.

    BalasHapus
  21. Aku seringnya pakai halodoc ini untuk ngecek harga obat dan ketersediaannya di apotek. Membantu bangetlah aplikasi ini, apalagi di masa sekarang, saat nggak bisa keluar rumah.

    BalasHapus
  22. Saya juga udah dua kali beli vitamin via halodoc selama pandemi ini, praktis banget... Semoga segera berlalu ya...

    BalasHapus
  23. Aku juga harus memberikan pengertian tentang covid ini berulang-ulang kepada anakku yang noer dua. Seperti apa virusnya dan kenapa orang jadi ga boleh pergi-pergi.

    BalasHapus
  24. Beberapa hari lalu aku pakai aplikasi ini untuk konsul ke dokter saraf mewakili ibuku

    BalasHapus
  25. Aplikasi sangat membantu kayak kmrn aq pake Halodoc pas gusi bengkak dan alhamdulillah ga perlu ke RS

    BalasHapus
  26. Masalah pandemi corona ini bikin kita jaga diri ya bun, jaga lingkungan, jaga keluarga juga
    pak mertuaku kudu tak bilangin bolak balik soal ini. Dari jangan yang keluar rumah sampe wajib cuci tangan. Tp namanya juga orangtua. Semoga pandemi lekas berlalu

    BalasHapus
  27. Naaahh bener banget ni mba, antisipasi tetap merasa nyaman berada di rumah perlu disiapkan ya.

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^