Jumat, 12 Juni 2020

7 Manfaat Meresensi Buku

Assalamualaikum Sahabat Smart Mom, 

Disaat pandemi Covid-19 ini banyak waktu untuk di rumah saja. Salah satu yang aku sukai adalah membaca buku. Setelah membaca, aku mememilih untuk meresensinya di blog atau instagramku. 

Meresensi buku adalah keterampilan yang dapat dilakukan semua orang. Saat sekolah dasar (SD) juga sudah diajarkan cara meresensi buku kan? Tapi, tidak semua orang menekuni dunia meresensi buku. 

Aku pun dulu awalnya tidak tertarik, namun semakin dicoba, meresensi buku saat mengasyikkan. Nah, kamu penasaran manfaatnya meresensi buku? 



Berikut 7 Manfaat Meresensi Buku : 


1. Sarana Promosi Buku 


Ketika buku sudah terbit, buku akan di distribusikan ke toko buku dan pembaca seluruh dunia. Nah, buku baru pasti ingin dikenalkan? Maka, resensi buku ini sebagai sarana mempromosikan buku baru tersebut. 

Apa saja yang disampaikan di resensi buku? 

1. Judul buku 
2. Nama penulis 
3. Penerbit 
4. Harga buku 
5. Ulasan isi buku 
6. Dll 

Contoh resensi buku dapat dibaca di sini 

2. Ajang Pertimbangan Sebelum Membeli Buku 


Saat membeli buku jika ketika berjalan ke toko buku, apa saja pertimbanganan sebelum membeli buku? Cover buku? Nama penulis? Atau isi bukunya? 

Yap, salah satunya pasti karena ulasan isi bukunya. Entah baca di media cetak, online atau search di google dan bertemu dengan resensi buku seseorang di blog atau media sosialnya. 

3. Dapat Bonus 

Menulis resensi buku ini dapat menghasilkan uang dan buku gratis. Resensi buku dapat dikirim ke media cetak seperti ke Lampung Post, Koran Rakyat Sumbar, Koran Jakarta dan lainnya. 

Ada beberapa penerbit memberikan kebijakan, jika tulisan resensi diterbitkan, makan saat resensi diterbitkan, penulis mengirimkan bukti terbit, maka penerbit akan memberikan bonus buku gratis. Seru banget kan? Bukunya barunya buat modal menulis resensi lagi! 


4. Latihan Menulis


Menulis resensi sebagai ajang latihan menulis. Semakin sering latihan akan mudah untuk mengulas sebuah buku. Keterampilan membaca cepat akan semakin terasah. Nah, perlukan membaca buku sampai selesai? Menurutku sih perlu, tapi dengan jurus jitu baca cermat dan cerdas. Ketika membaca langsung memberikan tanda bagian mana yang akan diresensi. 

5. Silaturahmi ke Penulis 


Meresensi buku sebagai ajang silaturahmi dengan penulisnya. Jika selama ini belum pernah bertemu maka dengan meresensi buku akan mempererat hubungan pembaca dan penulis. 

Aku sendiri pernah menulis resensi buku Tere Liye sebelum bertemu dengannya. Senang saja kalau tulisan yang kita tulis sepenuh hati akan dihargai oleh penulisnya. 

Apalagi jika penulis tersebut ikut nge-share ke media sosialnya, maka tulisan kita di blog akan semakin banyak pembacanya. 

6. Bahan Update Blog 


Buat kamu yang suka bingung mau nulis apa di blog, meresensi buku adalah salah satu yang menarik, loh! 

Teman-teman tidak perlu bingung mencari ide tulisan. Tinggal mengulas buku yang sedang hits atau buku yang lagi tren. Tidak masalah juga buku yang sudah lama terbit. 

Jika blogku semakin sering meresensi buku. Penerbit akan mencari blogku untuk mengirimkan buku dan memintaku untuk menjadi presensi bukunya, asyikkan?

Baca Juga : Resensi Risalah Pesona

7. Branding 


Wih, ini kalau kamu mau dikenal sebagai suka meresensi buku, maka kamu harus rajin meresensi buku di blog atau media sosialnya. Semakin rajin, orang akan mengenalmu sebagai resensator. 

Sebaiknya menulis resensi buku di mana? Di blog, IG atau Youtube juga bisa. Beberapa teman juga sudah mengembangkan ulasan buku dengan membaca nyaring. Banyak media untuk mengulas buku. 

Namun, aku lebih memilih meresensi buku di blog. Beberapa teman mengirimkan buku ke alamat rumahku untuk ulas bukunya. 

8. Pilih Pengiriman yang Tepat 

Selama ini dalam pengiriman buku yang akan diresensi, teman-teman dan aku sendiri lebih memilih pengiriman dengan JNE. Pengiriman JNE ini cepat, dikemas rapi dan terpercaya. 

Menjelang lebaran 2020 lalu, aku senang sekali ternyata JNE masih buka. 

"Mbk, aku senang sekali masih bertemu JNE! Kira-kira kapan kirimanku sampai?" tanyaku kepada petugas pengiriman buku loket JNE dekat rumahku. 

"Insya Allah lebaran kedua sudah sampai!" 

Wow, aku kaget dong! Lebaran kurir JNE masih kerja? Sempat melupakan paket yang aku kirim sampai akhirnya aku bertanya kepada teman yang kutujukan dan Alhamdulillah paket sudah sampai. 

Ini memang bukan pertama kali aku mengunakan jasa JNE untuk pengiriman buku. Namun, melihat konsistensi dan peningkatan pelayanannya, aku semakin mempercayai pengiriman lewat JNE. 

JNE Sahabat UMKM Brand Lokal 


Berdasarkan survei saat masa pandemi Covid-19 ini, sudah 96% Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami dampak negatif terhadap proses bisnisnya dan 75% mengalami penuruanan penjualan yang signifikan. 

Menanggapi hal tersebut, dalam Inspira Webinar with JNE Eri Palgunadi, VP Marketing JNE menyampaikan bahwa kondisi saat ini bahwa pengusaha lokal dihadapkan mampu beradaptasu dengan kebiasaan baru. Para pengusaha harus berani keluar dari zona nyaman, “Para pelaku usaha harus cerdik dan jeli melihat posisinya saat ini,” ujar Eri dalam acara yang digelar secara online antara kolaborasi Young On Top. 


JNE Bandarlampung

Untuk mendukung UMKM dan brand lokal ini pihak JNE telah melakukan program, “Ada program JLC (JNE Loyalty Card) yang telah memberi banyak benefit kepada UMKM. Lalu ada juga Pesona (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara) untuk mendukung produsen makanan khas. Begitu juga Friendly Logistic untuk memudahkan bisnis UMKM”, papar Eri. 

Menurut Eri, brand harus berproses, yang artinya harus belajar agar dapat bertahan melewati pandemi ini. “Kuncinya ada 3, yaitu kita harus update, berpikir positif dan optimis terhadap perubahan. Selain itu juga penting untuk persistence, jika produk tidak laku maka jangan mundur. Itu kurang lebih modal sebuah brand untuk bertahan dan berkembang,” tutup Eri. 

Wah, info dari JNE ini sangat bermanfaat dan angin segar bagi UMKM dan brand lokal, ya? Apalagi buat teman-teman penulis atau yang suka mengirimkan buku ke pelosok tanah air, loh! 

Nah, sahabat Smart Mom, itulah info dari aku mengenai apakah kamu sudah tertarik untuk meresensi buku? Semoga tulisan di atas bermanfaat, ya! Yuk, share pengalamanmu dalam mengulas buku yang kamu sukai di kolom komentar!

29 komentar:

  1. Mbak, meresensi buku dan mereview buku apakah sama? Aku itu kalau pas lagi baca sebuah buku, seringnya lupa mencatat bagian-bagian yang mau aku tulis. Alhasil banyak buku yang sebenarnya sudah tamat, tapi belum aku review karena aku lupa bagian tadi 😂

    BalasHapus
  2. Aku juga sekarang ngikuti program sebulan membaca dua buku kemudian meresensinya, nih.

    BalasHapus
  3. saya sih dalam meresensi buku hanya poin 1,2,5 ya secara saya paling2 buat curhat2 di blog sayah

    salam dan terimakasih insight nya :-)

    BalasHapus
  4. aku harus belajar banyak nih biar bisa meresensi buku, manfaat yang didapat juga banyak sekali

    BalasHapus
  5. Jadi ingat dulu sejak masih jadi kontri Majalah Gatra senang buat resensi buku. Dapat gratis bukunya dan dapat fee juga. Skarang masih suka resensi walau ga selalu konsisten sih :)

    BalasHapus
  6. Setelah baca tulisan mbak Naqi saya jadi tertarik meresensi buku. Sesuatu yang belum pernah saya tulis dalam blogku.

    BalasHapus
  7. Saya pernah mengirim resensi ke koran nasional, sudah lama .. lupa korang apa ya hehe ... waktu itu meresensi novel karya Mbak Ade ANita. Manfaatnya meresensi buat saya salah satunya juga adalah mengasah kreativitas.

    BalasHapus
  8. terima kasih untuk tips meresensi buku ya mbak naqi, aku udah lama ga meresensi buku, selama ini cuma baca aja. kapan-kapan aku mau beli buku, kirim pakai jne, dan aku resensi deh

    BalasHapus
  9. Sepertinya aku belum pernah meresensi buku hihihihi :) Kita bisa memberitahu calon pembeli buku ya. Kita -un bisa mendapatkan pengalaman dengan membaca isinya terlebih dahulu.

    BalasHapus
  10. Resensi buku itu kayak mereview buku atau bedah buku gitu mba? Aku suka nulis review buku juga di blog. Tapi suka panjang-panjang jadinya soalnya segala pengen diceritain hahaha. Ngomong-ngomong aku juga penggemar JNE. Kalau kirim apa aja pakai JNE soalnya udah tahu kualitasnya sih. Malah bisa ambil paketnya ke rumah juga JNE itu

    BalasHapus
  11. Beberapa kali mereview buku, kadang tulis di blog kadang pula di medsos. Apakah itu sama dengen meresensi? Penasaran ingin tahu perbedaannya.

    BalasHapus
  12. resensi buku sama ajah dengan review produk ya, mbak. kita nggak mau beli kucing dalam karung karena plastik nggak boleh dibuka buat intip dalamnya buku.

    aku selalu suka sama peresensi buku. karena nggak gampang meresensi buku tanpa ngasih spoiler

    BalasHapus
  13. wah maulah merensi buku, tapi buku apa yah, lum ada yang kelar dibaca, hahaha. karena banyak manfaatnya

    BalasHapus
  14. Saya belum mahir meresensi buku. Masih harus banyak latihan banget, Mbak. Padahal menarik juga, ya

    BalasHapus
  15. Duh jadi ingat aku udah lama ngga merensi buku mbak hihi biasanya baca saja terus sudah deh..padahal dulu punya blog buku..JNE makin terkenal ya semoga makin bagus pelayanannya..

    BalasHapus
  16. JNE konsen banget bagi para UKM ya, gimana gak untuk pengirimannya bisa diandalkan. Nah aku bingung resensi buku & review buku itu bedanya apa mbak? aku biasanya baca-baca aja jarang aku review, kalaupun direview ya suka-suka aku, harus dilatih lagi nih belajar dari mbak Naqi

    BalasHapus
  17. aku sebenernya sudah banyaaak membaca bukuuu mbaaa dan banyak yang aku suka. Tapi pas mau nulis resensi kok males hehehe

    BalasHapus
  18. Sudah lama tidak membaca buku dan tidak membuat resensi. Ada yang hilang sebenarnya dalam 2 tahun terakhir. Tanpa buku terasa otak ini tumpul. Namun teteap saja belum memaksakan diri untuk mulai membaca lagi.

    BalasHapus
  19. Blog bukuku bersarang laba-laba, kak..
    Heuheu...ternyata butuh effort yang besar yaa...untuk meresensi sebuah buku.
    Paling simple adalah di IG.
    Dan ternyata aku baru tau juga kalau ada channel youtube yang membahas tentang buku.

    BalasHapus
  20. Mengasyikkan loh bikin resensi buku itu. Kita juga jadi belajar tentang penulisan buku yang baik. Makin banyak membaca dan menulis resensi, kita jadi ikutan belajar teknik kepenulisan, langsung dari buku-buku yang kita baca.

    BalasHapus
  21. Pastinya resensi buku salah satu penyumbang visitor tinggi di blog saya
    Makanya senang sekali bisa dipejwan

    BalasHapus
  22. Belakangan ini malah jadi jarang baca buku, kebanyakan baca newa :(

    BalasHapus
  23. Disinipun pake JNE, Ada program JLC (JNE Loyalty Card) memberi banyak benefit kepada UMKM soalnyacepet Dan lumayan murah ongkir nya

    BalasHapus
  24. Wah.. aku pun merasakan manfaat meresensi buku.. meskipun gak sampe kirim ke media cetak/online.

    BalasHapus
  25. Aku ampek sekarang belum bisa bisa bikin resensi buku Mbak. Makasih Mbak tipznya.

    BalasHapus
  26. Saya paling seneng baca dulu resensi buku sebelum beli bukunya, biar ada gambaran gitu hehe.

    BalasHapus
  27. Saya pingin bikin blog khusus resensi buku belum kesampaian euy,hehe. Padahal lumayan banyak buku yang dibaca dan rasanya pingin berbagi tentang buku-buku tersebut. Tapi belum sanggup punya dua blog. Takut keteteran,hehehe

    BalasHapus
  28. Mantabb euy, kalau saya pribadi boro-boro mau meresensi buku, ini aja mau baca buku masih males-malesan hehehe

    BalasHapus
  29. Wah, saya jadi terpacu untuk belajar meresensi seperti Mbak Naqi:)

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^