Selasa, 09 Juni 2020

Resensi Buku Risalah Pesona


Judul             : Risalah Pesona
Penulis          : Rafif Amir
Penerbit         : Satoe
Tahun terbit   :  April, 2020
ISBN             : 978-623-93404-2-1

Assalamualaikum sahabat Smart Mom,

Episode kehidupan pasti membawa banyak cerita. Ada yang suka, maupun duka. Kepingan cerita itu jika digabungkan membawa banyak sekali makna. Menjadikan kenangan dan juga pembelajaran. Untuk itulah penulis menuliskan 107 halaman dalam buku non fiksi berjudul Risalah Pesona.

Buku Risalah Pesona

Buku ini kumpulan kisah kehidupan penulis dari nol berkarir sebagai penulis, sebagai suami bahkan kisah sebagai anak dengan kedua orang tua bercerai. Kisah diawali dengan tulisan Calon Ayah dan Calon Bayi, bagaimana penulis menghadapi istri yang ngidam dan bagaimana ia memperlakukan sang janin di dalam kandungan. Bahkan sudah mempersiapkan mental jika istri mengalami baby blues sydrome (Hal 3).

Kisah berlanjut bagaimana penulis menemani sang istri menghadapi persalinan. Wah, aku cukup terharu karena gambaran seorang suami menemani istri mau melahirkan sangat elok dituliskan (Hal 9).

Bagi yang belum menikah, buku ini juga menyajikan kisah penulis dalam mempersiapkan proposal nikah. Padahal penulis belumlah selesai kuliah atau belum wisuda. Dari ditolak ibunya berkali-kali sampai mendapatkan restu. Uniknya, penulis minta restu ibunya dulu untuk izin menikah sebelum mencari calon istri, kontras banget dengan kondisi saat ini yang lebih banyak cari calon istri sebelum minta pertimbangan ibunya, apakah sudah siap menikah atau belum hehe... (Hal 17).

Resensi Buku Risalah Pesona


Kisah lainnya yang membuat aku tersentuh ada di hal 37 ketika penulis dengan gigihnya mempersiapkan buku solonya. Penulis tidak patah semangat ketika penerbit menolak naskahnya. Penulis telah mempersiapkan mental dan akhirnya menemukan jalannya dalam menerbitkan buku, ''Saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri buku saya mejeng di tooko buku terkemuka di Indonesia sejajar dengan buku-buku penulis terkenal." (Hal 41).

Episode kehidupan penulis yang gigih berjuang juga diceritakan pada hal 57 bagaimana perjuangan penulis mengencarkan marketing online sehingga dalam satu bulan omsetnya naik tiga kali lipat. "Inilah mungkin juga rahasia dibalik bertambahnya omset saya. Setiap kali ada yang transfer ke rekening saya untuk membeli buku, saya lapor pada istri. Ia pun bersyukur dan mendoakan saya turut mengaminkan doanya.'' (Hal 59)

Kisah yang paling membuatku terharu adalah berjudul Laki-laki Paling Dirindu. Entahlah apakah karena mirip dengan kisah 2 anak artis yang agak bersiteru dengan ibu kandungnya, atau emang aku yang melow banget bagaimana penulis kangen dengan bapak kandungnya yang sudah bercerai. Penulis masih menyimpan kisah manis bersama bapak ketika masa kecilnya. Penulis bahkan menuliskan persembahan di buku pertamanya : Untuk Bapak dan Ibu yang cintanya semerbak kasturi (Hal 67).

Tiba-tiba aku rindu. Sangat merindu.
Aku rindu dengan sapaan kecil meski lewat SMS seperti dulu, "Bagaimana kabarnya?"

Di sini aku menangis membayangkan betapa kerinduan seorang anak terhadap sosok bapak. Walau tulisan itu sudah ditulis ditahun 2010, tetap saja aku ikut merasakan kerinduan yang amat mendalam yang sudah retak setelah perceraian akan sangat membekas dan luka.

 Risalah Pesona


Buku ini memang personal sekali, seolah-olah penulis membawa pembaca menyelami arti kehidupan yang penuh ujian. Sepertinya Rafif Amir si penulis sengaja pembaca memaknai kisah hidupnya agar dapat belajar dan tidak jatuh dalam lubang yang sama.

Nah, buku ini ringan dan penuh banyak hikmah, sahabat Smart Mom dapat membaca sembari menikmati cemilan saat rebahan di rumah saja. Buku ini mengandung taburan hikmah dengan pilihan kata yang sangat mudah dipahami. Kesederhanaan buku ini malah menjadi nilai plus dari seorang Rafif Amir seorang penulis cerpen, puisi, esai dan aktif di Forum Lingkar Pena (FLP). Suami dari dr Ainul Nismala ini mampu membawa penulis dalam perenungan.

Semoga resensi singkat buku  Risalah Pesona ini bermanfaat dan kamu dapat memetik hikmahnya. Jika penasaran ingin memiliki bukunya, silakan hubungi penulis di IG @rafif_amir. 

26 komentar:

  1. Buku yang sarat hikmah ini lekat dengan kehidupan penulisnya ya, mbak.. pasti pembaca serasa hidup di dalamnya. Pingin baca juga. Thanks ulasannya mbak ^^

    BalasHapus
  2. Sepertinya buku ini recommended ya dibaca para suami dan ayah, para calon suami/calon ayah.

    BalasHapus
  3. Buku yang menarik nih terutama pas bagian nemenin melahirkan. Biasanya kan dapat cerita versi dari istri, kalau dari suami, jelas nano-nano ya

    BalasHapus
  4. Tulisan Calon Ayah dan Calon Bayi itu sepertinya menarik. Biasanya hal seperti ini jadi urusan para ibu

    BalasHapus
  5. Isi bukunya dalem banget ya mbak.
    Sarat kebaikan, khususnya dari seorang suami kepada istrinya.
    Rekomendasi nih jadi kado buat suami :)

    BalasHapus
  6. Hks kebayang melownya mba seorang anak yang pengen ketemu ayahnya. Kita yang kadang anak terpisah bentar aja kangen ya. Apalagi jika bercerai seperti itu dan nggak bisa hubungi orangtua L(

    BalasHapus
  7. Buku yang menarik ini mba, apalagi tentang kisah para penulis. Jadi pengen membaca

    BalasHapus
  8. Wah bukunya menyentuh banget ya Mbak Naqy, ngga disangka perjuangan Mas Rafif cukup berat sejak kecil, merasakan pahitnya perceraian orang tua

    BalasHapus
  9. Buku yang sangat bermanfaat dibaca buat saya dan suami nih kayaknya. Soalnya banyak banget pelajaran hidup yang bisa diambil. Duh jadi pengen beli bukunya.

    BalasHapus
  10. Wah, menarik ini mbk bukunya. Baca sedikit reviewnya bikin penasaran baca sampai halaman terakhir. Buku ini ada di toko buku kah?

    BalasHapus
  11. Aku penasaran gimana pengajuan proposal nikahnya, pengen baca bukunya juga aku mbak :)

    BalasHapus
  12. Bukunya bagus juga nih untuk dibaca. Mungkin otobiografi ya mba karena mengisahkan hidup penulisnya sendiri. Pasti selalu ada hikmah membaca buku-buku dari orang-orang sukses.

    BalasHapus
  13. Kirain risalah husna, temen blogger yang bikin xD. Ternyata aku salah baca xD

    Ank2 muda sekarng bisa ya baca ini secara biar mereka ga kepikiran menikah tiba2. Tapi melayakkan diri

    BalasHapus
  14. Kisah nyata penulis biasanya mampu mengaduk-ngaduk hati pembacanya ya mbak. Semoga menginspirasi pembaca buku ini

    BalasHapus
  15. jadi ingin punya bukunya. Pengen koleksi buku teman-teman dari FLP se-Indonesia. Kayaknya seru juga ya Mbak.

    BalasHapus
  16. Wah, aku n suami kudu punya nih. Keknya bagus sekali bukunya. Tp andai punya yg baca detail ujung2nya cm aku. Kalo suami sk baca point2 aja. Wkwk..

    BalasHapus
  17. Terharu banget pas di bagian ini:

    "... ia pun bersyukur dan mendoakan, saya turut mengaminkan doanya"

    Jadi ingat suami, bang Iqbal, yang sekarang jadi frontliners, mencari rezeki di masa pandemi.

    Mudah-mudahan Allah SWT membuka pintu rezeki kita semua.
    Aamiin Ya Robbal Alaamiin.

    BalasHapus
  18. Bisa buat kado hari ayah, atau untuk calon ayah ya Mba, menarik krn masih jarang yg ambil tema ini ya Mba

    BalasHapus
  19. buku ysng banyak pesan baik dan hikmh kehidupan pasti banyak yang suka yaa mba.. Soalnya bermanfaat bangeet

    BalasHapus
  20. Buku yang memberi hikmah sangat pas dibaca seperti sekarang ini, di saat kita kadang digoda untuk keluar rumah.

    BalasHapus
  21. Buku-buku kaya hikmah ini selalu bisa membuat pembacanya larut dan bahkan hingga meneteskan air mata.
    Aku suka banget, perenungan demi perenungan pasti setelah baca buku Risalah Pesona.

    BalasHapus
  22. Sentuhan personal dari penulis amat memukau ya mba. Begitu luar biasa baik kebiasaan yang dilakukannya. Contohnya pas ijin pada ibunya ketika hendak menikah itu. Sungguh anak yang berbakti.

    BalasHapus
  23. Buku bagus nih buat dibaca para ortu. Para bapak juga kudu baca ini ga cuma ibu aja

    BalasHapus
  24. Barokallah ya BUn, sudah membaca kisah yang apik dan memberikan pemaknaan hidup lebih lagi
    Selamat atas terbitnya, member FLP kalo nulis buku pasti bagus-bagus ya bun. Keren!
    Jadi kangen nulis lagi dan pengen baca buku ini.

    BalasHapus
  25. Jadi pengen baca, nanti cari ah di Togamas Yogya.
    Kalau baca cerita personal memang suka mengharu biru ya.

    BalasHapus
  26. Buku ini pastinya inspiratif ya mbak Naqi, aku terharu juga dan pas di bagian ini, langsung teringat impianku

    Penulis telah mempersiapkan mental dan akhirnya menemukan jalannya dalam menerbitkan buku, ''Saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri buku saya mejeng di tooko buku terkemuka di Indonesia sejajar dengan buku-buku penulis terkenal."

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^