Selasa, 21 Juli 2020

Kopi Organik Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat

Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,


Setiap hari yang ditunggu suamiku adalah secangkir kopi. Sejak sering begadang mengerjakan tesis, tiga tahun lalu. Suamiku akrab dengan kopi. Berbagai jenis kopi sering dibelinya. Apalagi kopi yang berasal dari Lampung. Nah, saat aku kenalkan dengan kopi organik air hitam dan Way Tenong Lampung Barat ini, suamiku exited sekali.



Mengenal Kopi Organik Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat 


Lampung Barat memiliki luas 2.141,57 Km2 atau 6,05% dari luas wilayah Provinsi Lampung. Mata pencaharian sebagian besar petani. Salah satu tempat budidaya kopi dan hasil perkebunan adalah Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong. Kedua kecamatan ini terkenal dengan kopi organiknya kerena masih banyak petani yang tidak menggunakan zat-zat kimia. 

Nah, kopi organik ini diharapkan membantu peningkatan perekonomian petani. Apalagi pandemi Covid-19 diperlukan minuman penghangat tubuh seperti kopi. Tentunya dengan dosis yang tepat, ya! Minum kopi 

Ada 10 alasan mengapa minum kopi adalah : 


  1. Membantu menjaga kesehatan lebih lama 
  2. Mampu membantu sesorang lebih produktif 
  3. Study Harvard School of Public Health mengatakan kopi mengurangi risiko bunuh diri. 
  4. Membantu stamina atlit. 
  5. Antioksidan tinggi pada biji kopi baik untuk tubuh. 
  6. Mencium aroma kopi dapat kurangi stres. 
  7. Bagus untuk hati. 
  8. Mengurangi risiko parkinson. 
  9. Menumbuhkan rasa bahagia. 
  10. Mengurangi risiko diabetes tipe dua. 

Nah, tentunya akan lebih baik kalau minum kopi organik yang telah dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat ini.


Proses-proses pengolahan kopi organik yang telah dikembangkan melalu beberapa tahapan, yakni : 


Proses-proses pengolahan kopi organik yang telah dikembangkan melalui beberapa tahapan yakni : 

1. Dipanen dari Buah Kopi Merah/Masak batang dari perkebunan kopi yang tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia. 

2. Biji Kopi Tersebut dijemur dibawah Terik Matahari (FULL SUN DRYING) Hingga Kadar Air Tersisa 20% Sampai Dengan 25%. 

4. Pemisahan Dari kulit Biji Kopi Dengan Cara Tumbuk Manual/tradisonal Dengan Lesung atau menggunakan mesin tumbuk (untuk menjadi Greenbean / Beras / Pasir Kopi siap goreng). 

5. Sortir beras biji kopi organik kering yang terbaik yaitu biji kopi yang masih utuh dan bersih. 

6. Penjemuran kembali beras/ biji kopi organik dibawah terik matahari (full sun drying) hingga kadar air tersisa 10% sampai dengan 13%. 

7. Pencucian Sampai Bersih. 

8. Penjemuran Kembali Hingga Kadar Air Tersisa 10% Sampai Dengan 13% Kembali awal. 

9. Penggorengan/pengsangraian dengan cara manual/tradisional dengan kayu bakar juga dengan penggorengan tradisional panci besi. Atau dengan cara di-oven. 

10. Untuk warna yang produk terdiri dari hitam (CITY ROAST), cokelat kehitaman, dan kecoklatan. Warna tersebut tergantung dari lamanya penggorengan. Pada umumnya penikmat kopi pada masyarakat Indonesia dan Asia lebih menyukai jenis kopi yang dimasak hingga hitam (CITY ROAST). Sedangkan untuk beberapa negara asia seperti Korea, Jepang, Taiwan mereka menyukai cokelat kehitaman. Sedangkan untuk kawasan Eropa lebih menyukai warna kecoklatan. 

11. Pembubukan, dengan menggunakan alat penggilingan yang bisa membuat benar-benar halus. 

12. Selanjutnya setelah proses tersebut bubuk setelah didinginkan lalu dikemas sesuai dengan takaran pemesanan konsumen, Menggunakan Packing yang sterill untuk menjaga agar bubuk kopi tetap fresh sampai berbulan-bulan bahkan sampai setahun.

Proses tersebut dapat dilihat di video berikut ini : 


Nah, sahabat Smart Mom itulah yang telah dilakukan oleh KWT untuk memajukan Kopi Organik Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi : 

Kelompok Wanita Tani (KWT) 


FB : Sinau_nung Coffee 

Twitter :Sinaunung coffee 

Instagram : Sinau_nung.Coffee 

1 komentar:

  1. Saya pencinta kopi, kopi pahit gulanya sedikit, kalau ada postingan begini jadi ingin mencoba.

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^