Rabu, 09 September 2020

Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat


Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat. Saat kehamilan anak pertama, proses melahirkanku nyaris secara ceasar. Hal ini karena janinku mengalami sungsang bokong murni. Ilmuku mengenai persalinan ceasar saat itu masih sedikit sekali. Rasa takut, cemas, sedih menghantuiku. Walau akhirnya anak pertamaku akhirnya persalinan normal,  sejak itu aku  mencari banyak informasi mengenai persalinan ceasar.

Aku beruntung karena diajak ikut webinar “Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat” oleh @nutriclub_id , dengan narasumber DR. dr. Ali Sungkar, Prof. Dr. Moh. Juffrie, SpA(K), PhD hingga Cynthia Lamusu selaku mama yang melakukan persalinan secara caesar pada tanggal 27 Agustus 2020.




Jujur, happy banget karena banyak ilmu baru yang didapatkan saat mengikuti webinar ini. Walau 3  anakku secara persalinan normal, tapi keponakan dan teman-temanku ada yang melahirkan secara ceasar. Selama ini sih bertanya-tanya, “Emang ada ya hubungannya kelahiran caesar dengan imunitas anak?”

Nah, setelah mengikuti webinar ini, wawasanku mengenai persalinan ceasar semakin luas. Aku jadi tahu kalau melahirkan secara ceasar memiliki risiko, baik bagi ibu dan anak. Namun, kita tidak perlu takut jika harus melakukan persalinan ceasar. Apalagi jika keputusan ini berdasarkan pertimbangan matang oleh dokter.

Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat


Melahirkan secara caesar adalah melahirkan janin melalui insisi pada dinding anterior abdomen (laparotomi) dan dinding uterus (histerotomi). Menurut data Riskesdas 2018, prevelensi tindakan persalinan ceasar di Indonesia di angka 17,6 persen. 

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal DR. dr. Ali Sungkar, SpOG(K) menyatakan bahwa setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda.  “Dalam banyak kasus, operasi caesar adalah prosedur yang menyelamatkan jiwa dan bisa jadi pilihan tepat untuk seorang ibu dan anaknya.”

Pertanyaan yang sering muncul mengenai persalinan caesar.


Memang tak mudah memutuskan melakukan persalinan secara ceasar. Ada beberapa penyebabnya, persalinan secara ceasar harus dilakukan, seperti :

1. Persalinan tidak maju.
2. Anak mengalami distress.
3. Posisi/presentasi yang tidak sesuai.
4. Kembar/tripet.
5. Kelainan letak plasenta.
6. Prolaps tali pusat.
7. Masalah Kesehatan.
8. hambatan jalan lahir.
9. Riwayat operasi ceasar sebelumnya.

Moms,  dari sisi orang tua pastinya sangatlah penting untuk mencari informasi sebelum melahirkan secara caesar serta berkonsultasi pada ahlinya untuk memahami beragam risiko yang dihadapi termasuk risiko ketidakseimbangan mikrobiota pada anak yang terlahir caesar karena jalur lahir dapat memengaruhi kolonisasi bakteri dan mikrobiota saluran cerna yang penting untuk perkembangan imunitas anak.


Menurut Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi  Prof. Dr. Moh. Juffrie, SpA(K), PhD, awal kehidupan hingga usia 3 tahun merupakan jangka waktu penting pada anak untuk mengembalikan profil mikrobiota menjadi seimbang dengan cara pemberian asupan ASI  Eksklusif, karena ASI mengandung banyak mikroorganisme yang dikenal sebagai probiotik dan prebiotik atau dikenal juga sebagai sinbiotik. 

Kombinasi ini bekerja sinergis dan berikan efek dan dapat membantu mempercepat kolonisasi bakteri baik dan meningkatkan jumlah bakteri baik pada Si Kecil yang lahir secara caesar.  Ini  dapat membantu meningkatkan sistem imun selama dua tahun pertama kehidupan dan mampu menurunkan risiko anak mengidap penyakit alergi termasuk alergi pada makanan.


Pengalaman Cyntia Lamusu

Moms, pasti mengenal siapa Cyntia Lamusu. Artis cantik ini memiliki anak kembar di usia yang tidak muda lagi. Setelah sekian lama menambahkan buah hati, Cyntia akhirnya hamil dan melahirkan secara ceasar.

“Dalam keluarga saya, banyak riwayat melahirkan secara normal, namun saya menguatkan mental menghadapi persalinan ceasar. Termasuk mencari informasi risiko ceasar yang akan mempengaruhi imunitas anak,” ujar Chyntia.

Chytia memahami akan adanya risiko imunitas anak pasca persalinan ceasar, maka ia mempersiapkan sebaik mungkin.  “Kuncinya sih memberikan ASI. Saya komitmen memberikan ASI dengan dukungan suami dan keluarga,’ tambah Chyntia yang sampai saat ini terus membuat sendiri makanan sehat untuk si kembar.

Menurut Chyntia diperlukan kepercayaan 100% kepada dokter apabila ada indikasi medis. Jika persalinan memang harus dilakukan secara ceasar jangan ngeyel untuk menolak! “Saya bersyukur atas dukungan keluarga, sehingga recovery saya cepat.”


Pengalaman Chyntia Lamusu ini dapat menjadi pertimbangan bagi ibu di luar sana untuk memperisapkan bekal agar menekan risiko persalinan ceasar pada ibu dan anak. Beruntung sekarang Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui Nutriclub sekarang menjembatani orang tua dalam mencari informasi persiapan persalinan ceasar.  

Tes Potensi Caesar untuk membantu orang tua mengenali faktor risiko kelahiran caesar sejak awal dan mempersiapkan yang terbaik untuk menyambut si Kecil. Nah, Mom, untuk info seputar kehamilan, test potensi kelahiran caesar, nutrisi anak dan imunitas yuk kunjungi @nutriclub_id atau di www.nutriclub.co.id. Ya!

Semoga sharing aku selama mengikuti webinar Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat bersama @nutriclub_id di atas bermanfaat.

27 komentar:

  1. Nutriclub keren bangeett! Bikin webinar yg membuka mata seluruh ortu nih. Mau lahir cesar, ataupun per vaginam, tetep ortu kudu mengasuh anak dgn baik yaaa

    BalasHapus
  2. wah banyak ya ilmu di www.nutriclub.co.id sampai tes potensi kelahirah dengan cara caesar aja ada :) keren mbak

    BalasHapus
  3. Persiapan bekal agar menekan risiko persalinan ceasar pada ibu dan anak yang juga jadi faktor penting saat mendekati persalinan ya mbak. Pelajaran banget ini ❤️

    BalasHapus
  4. Setuju banget , tiap anak lahiran dengan metode apapun , mau normal ato sesar yang penting tugas kita sebagai ortu menyiapkan nutrisi anak dan imunitasnya ya, agar menjadi anak yang tangguh dan terbaik di masa depannya.

    Senang banget sharingnya di Webinar, jadi nambah wawasan yaa..

    BalasHapus
  5. Saya telat mengetahui ini Mba, anak pertama saya dulu, udahlah sesar, premature daaann nggak bisa ASI ekslusif pula, alhasil dia sakit-sakitan mulu dong.

    Sementara adiknya, meski sesar, tapi dia ASI ekslusif, makanya daya tahan tubuhnya lebih baik :)

    BalasHapus
  6. “Dalam banyak kasus, operasi caesar adalah prosedur yang menyelamatkan jiwa dan bisa jadi pilihan tepat untuk seorang ibu dan anaknya.” Setuju. memang yang benar-benar punya alasan ya untuk itu.

    Baru tahu saya ada yang namanya tes potensi caesar. Kalau menjalaninya, calon ibu akan lebih siap ya.

    BalasHapus
  7. saya lahiran cesar juga,,,,karena kelahiran gak maju atau pembukaan udh paling top di level 5 aja.....semoga klo nt anak kedua aku mau coba normal...doain ya

    BalasHapus
  8. Anak lahir dengan cara apa dan bagaimana kita ngga tau sebelumnya ya mbak, inginnya bisa normal, tapi jika harus dengan caesar karena alesan medis ya mau ngga mau harus dijalankan, namun tetap lakukan prosedur kesehatannya juga ya.. well noted untuk penjelasan mikrobiota sehatnya ya mba

    BalasHapus
  9. Perlu diperhatikan lagi kalau mau melahirkan secara operasi ya. Jangan cuma karena pengen tanggal cantik, tapi juga pikirkan resikonya nih

    BalasHapus
  10. Anak-anak saya juga dilahirkan secara caesar. Saya beryukur dokter pada waktu itu juga mengingatkan tentang imunitas anak yang lahir SC.

    BalasHapus
  11. Oh ternyata op Caesar berpengaruh thdp imunitas anak ya mba.. Trims sharing materi ini mna, jd nambah wawasan. BTW, aku ngikuti IGnya anak2 Chintya Lamusu..lucu2 & menggemaskan..

    BalasHapus
  12. waa terima kasih infonya mbak, ini bermanfaat banget terutama buat aku yang belum pernah dan belum mengerti soal masalah ini niiih, bisa jadi bekal

    BalasHapus
  13. Ponakan-ponakanku semuanya lahir caesar nih, coba aku referensiin aja artikel ini ke mereka. Soalnya memang, anak lahir caesar itu rata-rata mudah banget kena alergi, terutama alergi makanan gitu

    BalasHapus
  14. Anakku keduanya dilahirkan secara cesar karena mendadak padahal direncanakan normal udah bukaan segala, yang pertama karena gak bisa napas terlilit tali pusar & pecah ketuban aku minta cesar aja karnea truama yang pertama. Ternyata ada ilmunya ya untuk optimalkan imun anak kelahiran cesar, Alhamdulillah dulu gpp

    BalasHapus
  15. Wah acaranya asyik ya Mba..beruntung banget bisa ikut webinar ini, jadi dapat banyak ilmu yang bermanfaat banget...

    BalasHapus
  16. Anak pertama dan kedua saya lahir lewat proses caesar. Makanya degdegan kalau berencana hamil ketiga lagi, apakah bakal lahiran dengan proses caesar juga apa gak. Meski kemauan untuk lahiran normal itu selalu ada.

    BalasHapus
  17. Suka sedih memang kalau supporting system kita tidak memberikan dukungan yang baik terhadap keputusan yang harus kita ambil karena berbagai keadaan.
    Melahirkan memang misteri, tapi kesehatan anak bisa dipelajari dan tetap dipenuhi dengan konsumsi susu yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya.

    BalasHapus
  18. aku baru tahu loh tentang ini mba, kukira persalinan itu sama loh yang normal dan caesar ternyata beda ya tentang mikrobiotanya

    BalasHapus
  19. Kelahiran seorang anak memang kudu dipersiapkan termasuk kelahiran secara caesar ya mbak. Apalagi imunitasnya agar mendukung tumbuh kembangnya ke depan dan tetap sehat apalagi di masa pandemi gini.

    BalasHapus
  20. Oalah, baru tau loh mba ternyata beda proses melahirkan akan membentuk kecenderungan mikrobiota pada anak. Alhamdulillah nih anakku dua-duanya lahir per vaginal.

    BalasHapus
  21. Anakku lahiran secar semua. Nnati kalo hamil lagi (pengennya sih udah jangan hamil lagi) juga bakal secar lagi.

    Makasih sharingnya Mbak,

    BalasHapus
  22. Oh jadi ada yang yang khsusus gini. Aku sih alhamdulillah ga ada riwayat sc. Tapi adkku kan sc. Biar aku bilang ke adek untuk sering baca website nutriclub

    BalasHapus
  23. Jadi inget 10th lalu aku harus secar soale dah di induksi 7 jam ga keluar, ketuban dah pecah terus pembukaan juga cuma tiga akhirnya tengah malam secar deh.

    BalasHapus
  24. Bermanfaat banget materinya nih buat ibu-ibu yang melahirkan caesar. Adikku lahiran 2x caesar semua. Harus kuinfoin soal ini.

    BalasHapus
  25. sebagai ibu yang lahiran sesar, aku relate banget sama tulisannya, mbak. memang challenging banget membesarkan anak yang lahir sesar, makanya kudu siap semuanya mulai ASI dan nutrisi2 setelahnya.. kalau perlu ya dikasih vitamin juga

    BalasHapus
  26. Ternyata lahiran secara caesar memberikan imunitas yang tidak sama dengan anak yang lahir secara normal ya dan saya baru tau akan hal ini, terima kasih atas informasinya ya mba

    BalasHapus
  27. Webminarnya bagus ya. Aku bary tahu mb Naqi hampir dicecar, Alhamdullilah bisa lahir normal ya mba

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^