Rabu, 27 Januari 2016

7 Tips Memilih Daycare


[Parenting] Tempat pengasuhan anak (daycare) sangat dibutuhkan terutama untuk ibu bekerja. Saat aku masih menjadi guru dan pengasuh Fatih anak keduaku mendadak minta berhenti karena keluarganya sakit, aku benar-benar kelabakan. Padahal, paginya si Mbah (begitu kami memanggilnya) masih di rumah dan siangnya minta berhenti. 

Esoknya aku izin mengajar. Aku keliling mencari daycare yang dekat dengan lokasi kerjaku, tapi tidak ada. Lalu, ada tawaran daycare oleh teman pengajianku, tapi katanya pengasuhnya belum ketemu. Masih dia sendiri saja. Duh, bingung banget deh! Kebayangkan, besok harus kerja sedangnya belum ketemu yang mengasuh anak?


Jika kerja di kantor seperti PNS, mungkin bisa ambil cuti sembari mencari pengasuh atau daycare. Nah, aku? Guru swasta enggak ada cuti, kecuali cuti nikah dan cuti melahirkan. So, muter-muter deh mencari daycare.

Alhamdulillahnya ketemu. Daycarenya di tengah-tengah antara rumahku dan tempat bekerja. Ini daycare baru saja buka. Masih promosi. Anak-anaknya masih 5 orang. Pengasuhnya juga masih 2-3 orang. Tapi, lokasinya sih cukup nyaman, sehingga aku bismillah menitipkan Fatih.

Ternyata tidak mudah menitipkan Fatih ke daycare. Pagipagi sekali aku sudah memandikan Fatih lalu menyiapkan bekal makannya, ASIP, Fatih masih minum ASIP (Baca jugaManajemen ASI Perah (ASIP) Untuk Ibu Bekerja), sehingga, aku harus menerangkan bagaimana memberikan ASIP pada Fatih. Ini membuat aku sering terlambat sekolah, karena daycare baru buka jam 7. Sedangkan aku mengajar jam 7.15. Belum lagi yang pengasuhnya ganti-ganti. Saat aku mengantar Fatih Mbak A, pas aku jemput Mbak B yang menjadi pengasuh Fatih. Ini membuat aku protes, anakku pernah dikasih susu kotak dengan Mbak B.

"Tadi ada yang ulangtahun, Bu, karena Adek Fatih mau, saya beri deh susu kotaknya."

Grrr...rasanya aku sudah bertanduk! Padahal aku sudah wanti-wanti, Fatih hanya minum ASIP saja, tidak minum susu kotak. Saat itu Fatih usia 8 bulan dan aku tidak mengenalkan Fatih dengan susu formula. Lalu, pernah juga pukul 14.00 WIB aku menjemput Fatih. Ini lebih awal dibanding biasanya. Jika aku mengajar aku pulang pukul 16.00 WIB. Nah, suatu siang aku jemput Fatih lebih cepat. 

Betapa kagetnya aku, anak-anak lagi mandi. Pukul 14.00 WIB loh? Oh tidaaaak... mandinya siang-siang! Gimana anak-anak enggak flu? Duh, mirisnya, tapi...Moms, lagi-lagi karena keadaanlah, terpaksa menitipkan anak ke daycare. 

Dari pengalaman aku di atas, maka aku memberikan saran 7 Tips Memilih Daycare :

1. Biaya
Tanyakan biaya secara detail. Apakah dibayar per bulan atau per minggu atau sehari penitipan. Dulu, anakku pakai paket sebulan. Pernah juga paket sehari saja karena masa peralihan mencari pengasuh yang baru. Biaya sehari Rp 25.000 ribu dari pukul 07.00-16.00 WIB. 

2. Pengasuh
Cek di daycare ada berapa pengasuhnya? Berapa jumlah anak yang ada di daycare? Berapa jumlah anak untuk 1 pengasuh? Ini menjadi bahan pertimbangan agar kita bisa mengenal lebih dekat siapa pengasuhnya. Minta no hp pengasuhnya. Minta izin untuk mengecek perkembangan anak dijam tertentu, terutama saat anak sakit, kita akan mengecek obat yang harus diminum.

3. Jarak Tempuh Daycare-Rumah-Tempat Kerja
Saat memilih daycare, carilah yang jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Ini menjaga agar anak tidak terlalu capek. Jika terlalu jauh, saat mengantar atau menjemput dengan motor, anak akan tertidur. Siapkan juga gendongan kanguru (depan) jika Anda membawa motor sendiri saat mengantar anak ke daycare.

4. Apakah daycare pro ASI dan ASIP?
Tanyakan ke pengurus daycare, apakah tempat penitipan anaknya pro ASI dan ASIP? Jika iya, minta mereka memberikan pengarahan ke pengasuh mengenai penyimpanan ASIP. Jika daycare pro ASI dan ASIP, maka akan ada kulkas untuk menyimpan ASIP. 

5. Ada Dapurkah?
Moms, coba cek di daycare apakah ada dapur atau tempat merebus sterilkan dot. Jika belum ada alat listrik mensterilkan dot, Anda memerlukan merebus atau mensterilkan dot anak. Namun, dapat disiasati dengan membawakan dot lebih dari 1, jadi pengasuh tidak kerepotan mensterilkan dot bayi. Dapur juga dapat membantu membuatkan MPASI Homemade. Jika MPASI yang dibawa dari rumah harus dipanaskan. Saat daycare anakku dulu, ada dapur dan ada paket makan siang dari daycare. 

6.  Ruangan Khusus Anak
Moms, cek ada berapakah ruangan yang ada. Apakah layak untuk anak bermain dan tidur siang. Lihat lantainya bersih atau tidak, ruangan menggunakan AC atau kipas angin. Nah, jika sudah nyaman, Anda tak perlu cemas menitipkan anak.

7. Tim Konselor Parenting
Moms, menurutku daycare yang serius adalah memiliki tim konselor parenting. Jadi, pengasuhnya mendapatkan ilmu dari pelatihan tim psikolog. Ini penting Moms, anak kita tidak sembarangan diasuh. Biasanya, di daycare lebih 'berilmu' menjaga anak dibanding pengasuh dari kampung. Mereka dilatih mengetahui emosi anak. Memahami perkembangan anak, jadi ibu bekerja akan nyaman anaknya dititip di daycare. Apalagi saat anak sakit, sangat memerlukan perawatan ekstra.
(Baca juga : Merawat Campak Pada Bayi).

Nah, Moms, itulah pengalamanku saat menitipkan Fatih di daycare. Rasanya sih nano-nano. Lebih ke persiapan mental karena di daycare akan ada banyak anak-anak yang perlu diperhatikan pengasuh dibanding mencari pengasuh di rumah. Tapi keuntungannya juga banyak. Salah satunya, anak kita fokus dijaga, pengasuhnya tidak akan sambil main hp (apalagi jika daycare-nya ada CCTV). 

Itulah tips dariku 7 tips memilih daycare. Semoga bermanfaat. Semoga ibu bekerja dapat menemukan daycare yang didambakan. 

13 komentar:

  1. Tips yg bermanfaat.Pengalaman adik saya yg menitipkan putrinya di Day care. Perawat ngotot si kecil minum susu nya banyak / kuat tapi badanya kecil kurus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika iya Mbk kisah tak enaknya ada dan suka jg ada di daycare

      Hapus
  2. makasih share pengalaman dan tips2nya mba Naq.. eh tapi aku kalau punya anak penginnya ngasuh sendiri aja 😍

    BalasHapus
  3. Hallo assalamualaikum mbak Naqi, keren sekali tulisannya, sebagai calon ayah mungkin saja saya harus tau tentang daycare ya? thanks for sharingnya.. bermanfaat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam, semoga bermanfaat ya.

      Hapus
  4. saya baru mencari tahu saja tentang daycare, tp blm pernah menitipkan anak ke daycare. Satu yang penting ya itu tadi ya, ada cctv.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ada ya soalnya jarang ada cctv

      Hapus
  5. Informatif sekali Mbaaak postingannya :))

    BalasHapus
  6. Gak pernah pakai daycare Mbak .... Selalu on time di rumah. :D Kadang pas ditinggal, ada neneknya yang jagain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah tetap enak ada keluarga ya bisa dititipkan

      Hapus
  7. Iya mbak, kalau nitip anak ke org lain rasanya agak was-was. Apalagi kalau sdh terbiasa kita yg ngurus sndri si baby. Selama anak msh kecil saya jg nunda dulu cr krjaan. Tggu smpe si kecil agak besar

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...