Kamis, 22 Februari 2018

Melatih Anak Cowok Bertanggung jawab



Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Melatih Anak Cowok Bertanggung Jawab. Suatu hari Faris pulang sekolah dengan wajah menekuk dan menunduk, “Mi, tadi Mamas mecahin galon!” Aku sempat kaget kok bisa Mas Faris mecahin galon. Kan galon itu berat.

"Mas Faris mau angkat, terus jatuh, pecah!" ujar Faris.

Mendengar cerita Faris itu sempat bikin aku mikir berat, kenapa tiba-tiba Faris mau angkat galon? Di rumah aja enggak pernah angkat yang berat-berat. Akhirnya setelah disampaikan ke Abi. Kami sepakati akan menggantikan galon.

"Biar praktis, bawa aja uangnya!" usulku.

Yap, sempat nyari info berapa ya harga galon, mana waktu itu lagi akhir bulan. Duit ngepas banget. Aku sempat menasehati Faris, lain kali jangan mengangkat galon, apalagi berat begitu. 
Nah, saat itu uang dititip dengan Faris, tapi Farisnya enggak berani ngasihkan. Malah diolok-olok temannya soal kejadian pecahin galon. Faris sempat  mogok enggak mau sekolah.

Faris mengulur-ngulur waktu tiap mau berangkat sekolah. Sampai aku akhirnya konsultasi dengan wali kelasnya.

"Mi, Pak guru enggak mau diganti uang, harus galon!" jawab Faris saat ditanya kenapa mogok sekolah.

Oh, ternyata saat pelajaran mintoring galon itu pecah dan kami ingin mengganti dengan uang saja, kuatir berat juga bawa galon. Tapi, menurut gurunya, harus diganti dengan galon.

"Gimana bawa galon kita aja yang satunya isi air aja!" usulku dengan Abi. Tapi, Abi tidak setuju, akhirnya kami belikan galon yang baru. 

"Tenang, Abi ada ide biar Faris tidak kehilangan izzahnya," kata Abi.


Esoknya Abi membeli galon yang sudah berisi air tentunya dan meminta tolong satpam mengangkat ke kelas. Kami bekerjasama dengan wali kelas dan meminta tolong menyampaikan ke teman-temannya Faris.

"Ini galon sudah diganti Faris ya," kurang lebih begitulah pengumuman di depan kelas ketika galon itu datang.

Alhamdulillah sejak itu Faris semangat lagi ke sekolah. Tidak malu lagi dengan olokan teman-temannya soal galon pecah. Kami juga menjadi belajar menyikapi anak yang belajar bertanggung jawab. Lewat kejadian ini kami jadi memahami ternyata Faris emang sensitif. Mendengar kata-kata negatif sedikit dia cepat sedih. Ini persis dengan sikapku hahaha.... 


Baca Juga : 4 Kata Ajaib

Nah, Sahabat Smart Mom, semoga ceritaku Melatih Anak Cowok Bertanggung Jawab bermanfaat ya! Apakah Moms pernah mengalami anak-anak belajar bertanggung jawab  terhadap prilaku yang telah terjadi? Share yuk!  



4 komentar:

  1. Nice share Mbak (",)

    Saya juga selalu berusaha melatih rasa tanggung jawab anak-anak dari hal-hal kecil yang bisa mereka lakukan.

    Sesederhana, ketika anak saya yang usia 5 tahun menumpahkan minuman ke lantai, saya minta dia bertanggung jawab untuk membersihkan. Biasanya kakaknya akan bantuin juga.

    Walaupun setelah itu, saya tetap turun tangan untuk ngeringin lantai lagi, karena masih tetap becek hahaha..
    Gpp lah.. intinya kan ngajarin rasa tanggung jawab atas apa yang sudah anak lakukan.

    BalasHapus
  2. Belum mengalami, Mom. Soalnya belum nikah hehe
    Tapi aku suka baca2 parenting dan ini bermanfaat sekali :)

    BalasHapus
  3. berarti faris memang orangnya sensitif mbak... tapi ya anak-anak gotong-gotong galon agak bikin kepikiran juga sih... salam kenal ya mba

    BalasHapus
  4. Betul itu apapun itu intinya anak laki2, harus tegas & punya tanggung jawab.. Dan akan lebih bagus memang harus dididik sejak kecil.

    Agar kelak besar nanti mampu bertanggung jawab terhadap orang tua dan hal lain yang berada diluar rumah...😄😄😄

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^