Jumat, 23 Februari 2018

Tips Melerai Anak Berkelahi



Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Tips Melerai Anak Berkelahi. Moms, pernahkah anaknya berkelahi? Entah rebutan mainan, salah omongan hingga buat mencoba saja gimana sih rasanya berkelahi? Eh, ini pernah kejadian padaku. Suatu hari, saat masih tinggal di Padang Faris lari dan masuk kamar.

“Umi, perut Mas sakit, ditendang teman,”

Saat itu Aisyah masih di bawah 1 tahun. Sempat berpikir, kenapa berkelahi fisik? Biasanya anak-anak tidak pernah berkelahi sampai fisik, paling sering ejekan karena masalah beda bahasa. Untuk mengecek siapa yang salah dan bagaimana kejadiannya, aku langsung mendatangi tempat mereka bermain dan mengecek kejadiannya.



Kenapa aku cek bagaimana kedua belah pihak berkelahi?

Biasanya anak-anak suka berkelahi, kedua ortu saling dendam. Ribut sana-sini tanpa tahu masalah sebenarnya. Eh, enggak lebih 3 hari keduanya sudah main lagi, loh! Dan anak-anak sudah beranggapan selesai. Ortunya malah masih dendam, weleh-weleh.
Berbekal pengalaman menjadi guru selama 6 tahun, aku mendekati anak-anak yang sedang berkerumun di lapangan luas itu.
“Tadi kenapa berantem?” tanyaku.
“Faris duluan, Mi!” jawab seorang anak.
“Bukan, dia ngajak duluan!” jawab Faris.
“Tapi aku sudah digigit Faris,” jawab si anak teman berkelahi.

Setelah diusut, ternyata Faris dan si temannya itu mau “adu kekuatan” karena Faris sejak di Padang ikut ekskul wajib silat. Anak-anak mau ngecek sampai mana Faris bisa silat. Jadilah saling berkelahi. Huhuhu.....

Aku pun menasehati keduanya bahwa sikap mereka salah. Ilmu silat bukan buat berkelahi atau beranteman, tapi melatih untuk melindungi diri, menjaga kesehatan dan lainnya.

Faris dan temannya kuajak saling bersalaman dan saling memaafkan. Esoknya, aku bertemu dengan ibu si anak teman Faris berkelahi, Ibunya menanggapi dengan santai. Untunglah ya, kadang nemu Ibu-ibu yang enggak terima anaknya berkelahi tanpa tahu sebabnya :( 


“Iya anakku juga cerita, “ kata si Ibu. Aku pun saling bertukar cerita mengenai pendidikan anak-anak dan masa adaptasi anak-anak selama di Padang.
Suatu malam, Faris kok belum pulang. Biasanya habis maghrib atau Isya sudah pulang karena rumah kami juga dekat dengan mushola. Setelah dicek dengan teman-temannya, ternyata Faris dan temannya yang pernah berkelahi itu pergi melihat orang latihan karate. Kedua berjalan agak jauh.



Akhirnya Abi mengecek dan menemukan keduanya asyik melihat orang karate berlatih, hadeeh... keduanya diajak pulang dan diberi nasehat untuk tidak keluar malam, apalagi cukup jauh dari rumah. Keduanya berjanji untuk izin dulu sebelum ke sana dan akan ditemani oleh orang dewasa

Nah, Sahabat Smart Mom, dari pengalaman aku di atas, ada beberapa  Tips Melerai Anak Berkelahi :

1. Jangan panik. Jadilah orang yang netral, walau anak sendiri berpikir nol dulu. Cari penyebab kenapa anak berkelahi.
2. Tanyakan kedua belah pihak penyebab kenapa mereka berkelahi, tanpa memojokkan.
3. Berbicara dengan kalimat yang mereka pahami, jangan terbawa emosi.
4. Ajak anak berdamai dan saling memaafkan kecuali kalau terjadi luka dan butuh pertolongan medis, segera ke rumah sakit.
5. Silaturahmi dengan ortunya dan mengajak saling menasehati atau mengajak anak-anak menjadi pribadi lebih baik lagi.
6. Dekati anak dan beri perhatian agar anak tidak mencari “perhatian” di luar dengan cara berkelahi.
7. Doakan anak agar lembut hatinya dan saling menyayangi.

Nah, sahabat Smart Mom, itulah 7 Tips Melerai Anak Berkelahi yang pernah aku coba, semoga bermanfaat. Semoga anak-anak kita tidak suka berkelahi ya. 


8 komentar:

  1. anakku kalau main sama sepupunya suka berantem adu mulut dan rebutan mainan, memang sepupunya yang egois dan merasa semua mainan miliknya itu pemicunya kalau aku sih ga enakan mau negornya atau mau menasehatinya gitu soalnya pernah kejadian malah kaka iparku ogah nanya untuk waktu yang lama wkwkwkwk

    BalasHapus
  2. Wkwkwk Faris lucu. Ngetes kekuatan silatnya.

    BalasHapus
  3. betul banget, orangtua harus berperean dlm melerai anak dengan meningkatkan silaturahmi sambil tak lupa ajak anaknya

    BalasHapus
  4. nakal ternyata berhubungan karena kurang perhatian yah

    BalasHapus
  5. Tips nya sangat bagus bila diterapkan mba, memang ortu wajib tahu dan harus bisa mengadili biar damai sana sini, hehe

    BalasHapus
  6. Belum jadi orang tua, tapi insya Allah artikel ini bermanfaat untuk belajar menjadi orang tua yang baik dan nggak gampang terbawa emosi. Terima kasih sharingnya, Mom!

    BalasHapus
  7. Sangat bermanfaat. Kutunggu artikel yang baru.

    BalasHapus
  8. Hudfftt.. ini nih yang namanya lelaki, aku berdoa anak ku dijauhi dari marabahaya dan aku juga harus membekali dirinya dengan ilmu bela diri. Sebenarnya bagus mom, anak dibekali ilmu bela diri, tapi sayangnya karena masih kecil ya jadi adu kekuatan hehehe

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^