Senin, 05 November 2018

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Untuk Masa Depan Anak



Assalamualaikum Sahabat Smart Mom, 

Nutrisi yang baik dan cukup pada 1000 hari pertama anak sangat penting.  Ibu sebaiknya memantau perkembangan nutrisi sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Hal ini berguna menunjang kesehatan,  kesuksesan dan kesejahteraan anak.


Jika anak mengalami kekurangan nutrisi maka pertumbuhan otak anak tidak optimal diawal masa pertumbuhannya.  Bila terus menerus terabaikan, maka berisiko tunggi  terhadap stunting, neurologis, keterampilan yang rendah, daya pikir rendah, perawatan diri buruk, secara tidak langsung menjadi penyumbang penyebab kemiskinan di masa depan.

Apa itu Stunting?


Stunting adalah kondisi anak kurang gizi, bertumbuh pendek (kerdil) dan tumbuh kembang otaknya tidak optimal. Berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2013 mencatat prevelensi stunting  nasional mencapai 37.2% dan 2007 telah mencapai 36.8%. Angka yang cukup tinggi dari negara lainnya.   

Selain itu, ada sekitar 2.6 juta kematian anak setiap tahunnya karena malnutrisi. Penyebabnya beraneka ragam. Ada yang karena kemiskinan, jadi kurang informasi, pernikahan dini sehingga mereka meninggalkan sekolah, informasi terbatas karena putus sekolah. 

Belum lagi karena budaya dan kepercayaan berkembangnya mitos-mitos menyebabkan perempuan kurang terampil menjaga perkembangan janin dan anak diawal pertumbuhan. Bayangkan selama 9 bulan 10 hari seorang ibu hamil kekurangan  nutrisi, anak yang lahir akan mengalami malnutrisi, lemahnya daya tahan rubuh dan rentan mengalami penyakit pneumonia, diare dan malaria. Lebih mengerikan adalah anak akan  mengalami stunting.


Indonesia dan Gerakan 1000 Hari Petama Kehidupan 


Gerakan Nasional Sadar Gizi dalam rangka 1000 Hari Pertama Kehidupan telah dilaksanakan sejak  tahun 2012. Saat itu Pak Agung Laksono menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.  Gerakan 1000 HPK ini sejalan dengan upaya global dalam penangganan masalah gizi melalui program Scalling Up Nutrition Movement (SUN Movement) yang diperkarsai PBB.  Sejak tahun 2011 Indonesia telah bergabung dalam.bagian SUN Movement dan memulai gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (270 hari selama kehamilan dan 730 hari dari kelahiran sampai usia 2 tahun).

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Untuk Masa Depan Anak


Tips Cegah Stunting  yang sering terlupakan, yaitu pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

1. Sukseskan 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

1. Dalam Kandungan (280 hari)
Saat aku hamil anak anak pertama, informasiku soal gizi sangat minim. Maka, saat kehamilan anak kedua dan ketiga, aku seperti haus akan ilmu. Aku sangat berhati-hati menjaga makanan bergizi untuk buah hatiku. Tak lupa suplemen zat besi (Fe), asam folat, vitamin dan rajin cek kehamilan menjadi rutinitasku


3. Usia 0-6 bulan (180 hari).
Ketika anak keduaku dan ketiga lahir, aku selalu meminta bidan melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD idealnya minimal 1,5 Jam. Bahkan ada yang 24 jam karena afkar bayinya tidak bagus. IMD sangat berguna kesuksesan menyusui ke depan. Para ibu harus yakin untuk bisa menyusui. Kegiatan menyusui ini alamia.Namun diperlukan niat sang ibu agar sukses menyusui. Tanamkan sebagai ibadah. Minta dukungan suami, merta atau pihak rumah sakit atau bidan untuk mendukung kegiatan menyusui. Pilih rumah sakit yang rawat gabung agar bisa sukses menyusui.

4. Usia 6-7 bulan (60 hari), usia 8-12 bulan (120 hari) dan usia 12-24 bulan (360 hari).

Masa memberikan MPASI adalah masa yang indah bagiku. Aku membuat daftar menu yang sesuai dengan usianya. Aku pun mengenalkan makan buah dan sayuran sesuai tahapannya. Selain MPASI aku tetap menyelesaikan hak anakku mendapatkan ASI Eksklusif.


Kriteria MP ASI yang Baik (WHO-IDAI) adalah :

1. Tepat.
Lakukan pemberian MP ASI  sesuai dengan tepat waktu. Tidak boleh kurang atau lebih, dimulai sejak usia 6 bulan. Berdasarkan penelitian, bayi usia 6 bulan, lambungnya sudah siap menerima makanan.

2. Gizi seimbang.
Menurut WHO, pemberian MP ASI dilakukan secara bertahap. Ibu dapat melakukan cek alergi pada anak dengan memberikan anak MPASI dalam porsi kecil.

3. Cara Pemberian. 
Jangan terlalu buru-buru anak makan banyak. Cukuplah dengan satu sendok secara bertahap.


4. Aman dan Higenis. Cek peralatan MP ASI. Pilih alat yang bersih dan higenis. Saat anak usia 8 bulan ajarkan anak makan sendiri. Siapakan alat makan sendiri. Tak apa berceceran, tapi anak senang dan tetap diawasi



2. Gizi Pemberian ASI, MPASI + Imunisasi

Selain informasi 1000 hari pertama kehidupan, Ibu sebaiknya rajin ke Posyandu. Ada banyak manfaat Ibu dan anak datang ke Posyandu di antaranya mendapatkan kemudahan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi. Pertumbuhan anak balita terpantau, bayi dan balita mendapatkan vitamin A, bayi memperoleh imunisasi lengkap, ibu hamil terpantau berat badan dan mendapat tablet tambah darah (Fe) serta imunisasi Tetanus Toksoid (TT) dan masih banyak lagi.



3. Sanitiasi

Sanitasi yang baik akan mencegah terjadinya stunting. Sanitasi yang rendah akan memicu terjadinya ganguan pencernaan. Empat dampak sanitasi terburuk yaitu diare, tipus, polio dan cacingan. Mengutip Kompas.com (7/11-2008), Fernando Siagian, staf Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Direktorat Jenderal PMD Departemen Dalam Negeri, mengatakan, urusan sanitasi meliputi pengolahan tinja dengan penyediaan jamban pada tiap keluarga, pengelolaan pembuangan akhir sampah, dan drainase di lingkungan masyarakat.

Memutuskan Rantai Kemiskinan


Gizi yang optimal selama masa 1000 hari pertumbuhan akan membawa dampak yang baik bagi anak untuk masa depannya. Anak akan menjadi lebih sehat, produktif, berisiko lebih rendah mengalami penyakit degeneratif di usia dewasa. Selain itu, anak yang tumbuh sehat akan memutus rantai kemiskinan.

Upaya pencegahan stunting ini hanya dapat dilakukan ibu yang sehat dan menjaga kehamilannya dengan gizi yang cukup. Jika asupan gizi sejak hamil tidak terpenuhi maka risiko melahirkan anak yang kurang sehat, berat badan bayi rendah (di bawah 2,5 gram) hingga berakhir pada kematian bayi atau pendarahan pada ibu.
  
Kemudian, jika asupan bayi rendah di 1000 hari pertama Kehidupannya tubuh anak menjadi lemah, pertumbuhan otak kurang optimal hingga mengalami stunting.



Nah, mari kita cegah stunting dengan peduli pada 1000 hari pertama kehidupan untuk masa depan anak. Mari peduli dengan mengajak perempuan di sekitar kita untuk peduli kesehatan sejak dini karena remaja perempuan yang sering makan makanan instan atau cepat saji, stres, tidak berolahraga, dan sering terpapar asam rokok, pabrik dan lainnya rentan mengalami stunting.

Pentingnya 1000 hari pertama kehidupan ini tidak hanya penting untuk anak, tapi juga untuk kesehatan ibunya. Jika ibu dan anak sehat, maka keluarga menjadi harmonis. Indonesia menantikan sumbangsih anak-anak yang cerdas, sehat dan berdaya juang tinggi. Yuk, peduli 100 hari pertama kehidupan untuk masa depan anak, ibu dan Indonesia!

36 komentar:

  1. Wah 😍 nice share mbak 😆 makin semangat mengoptimalkan 1000 hari membersanai anak 😊

    BalasHapus
  2. Semoga makin banyak orang tua dan lapisan masyarakat yg sadar ngerinya bahaya stunting. Jangan sampai generasi masa depan Indonesia nggak bisa maju krena banyak yg menderita stunting waktu kecilnya.

    BalasHapus
  3. Kadang-kadang, saat kehamilan ibu suka mengabaikan asupan. Padahal 1000 hari pertama kehidupan justru dimulai di sini. Semoga semakin banyak ibu yang peduli

    BalasHapus
  4. Aku concern ke sanitasi mbak sebenarnya, mengingat sekarang ini untuk mendapatkan air bersih juga udah mulai susah kayaknya. Sumur-sumur juga banyak yang kering. Duh semoga anak-anak kita tumbuh dengan baik ya mbak

    BalasHapus
  5. Anakku yg bungsu sedang dalam masa 360 hari terakhir nih, udah umir 1th 2bln. Baca2 tulisan ttg stunting tuh serasa direminding deh utk selalu memperhatikan anak jgn smpe stunting. Makasih ya mbaaa

    BalasHapus
  6. Jadi inget masa-masa hamil anak kedua yang agak abai dengan masalah asupan nutrisi, padahal penting banget ya, alhamdulillah sekarang Fakhira tumbuh jadi anak yang sehat, mesti diperhatikan banget nih masa 1000 hari pertama kehidupan

    BalasHapus
  7. Saya sepakat kalau 1000 hari pertama kehidupan menentukan masa depan si anak ke depannya. Makanya nutrisi sangat penting banget di masa tumbuh kembang

    BalasHapus
  8. Dulu aku pikir 1000 kehidupan itu dimulai dari setelah lahir. Ternyata malah dari kandungan yaa..

    3 bulan lagi si bayi mulai MPASI, aku juga harus upgrade ilmu lagi. Karena semakin banyak istilah2 yang dulu belum ada.

    Semoga semua anak di Indonesia bisa mendapatkan gizi yang baik di 1000 hari pertama kehidupannya :)

    BalasHapus
  9. Bermanfaat sekali artikelnya, menjadi calon ibu sangat perlu membaca artikel-artikel seperti ini, biar persiapan memiliki anak kelak jauh lebih mateng. Thanks yah sharingnya kak

    BalasHapus
  10. Barusan kemarin juga nulis di blog tentang stunting. abisnya stunting ternyata bisa terjadi bukan hanya karena faktor ekonomi yang bikin anaknya kurang gizi tapi juga faktor pola asuhan dan pengetahuan orangtua, makanya harus digencarkan banget kampanye sadar gizi supaya anak-anak kita sehat semua.

    BalasHapus
  11. Banyak yang nggak tahu kalo 1000 hari pertama dimulai sejak bayi dalam kandungan. Semoga dengan gencarnya pengetahuan tentang asupan gizi, bisa mencegah stunting pada anak-anak generasi penerus bangsa

    BalasHapus
  12. duuh, Mbak.. saya paling takut dengan Stunting ini :(
    semoga kita dijauhkan ya Mbak :)
    makanya ini yang punya BATITA harus aware dan care banget yah tentang pentingnya 1000 hari pertama ini :)

    BalasHapus
  13. Paling senang melihat anak-anak belajar makan sendiri, lucu polahnya dan memang benar ya, gizi anak itu dimulai dari ibu yang sedang mengandung

    BalasHapus
  14. Lagi hits banget ya mba. Ibu ibu di sekolah anakku juga lagi rame soal stunting ini. Memang cara paling tepat ada di 1000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting.

    BalasHapus
  15. Setuju banget agar penting menjaga masa depan anak menggunakan 1000 hari pertama kehidupan anak. Jangan abai deh ya mba apalagi masa masa perkembangan anak tuh berlalu begittu cepet. Ibu sehat dan insyaAllah anak sehat sehingga kehidupan keluarga pun menjadi lebih baik ya mba :) Sehat selalu yaa

    BalasHapus
  16. Semoga semakin banyak masyarakat yg sadar pentingnya 1000 hari pertama dalam kehidupan anak sehingga makin meminimalisir kejadian stunting. TFS mba..

    BalasHapus
  17. Semoga semua masyarakat di seluruh Indonesia sadar akan bahagia stunting. Aku pun juga begitu menerapkan pola makan gizi seimbang untuk saya sekeluarga. Terutama keponakan saya yang masih anak-anak.

    BalasHapus
  18. Urusan seribu hari pertama anak ini bisa dibilang butuh banyak hal yang perlu diperhatikan. Karena kalau sudah terlewat kan nggak bakal bisa terulang...

    BalasHapus
  19. Mudah-mudahan semua ibu-ibu di Indonesia sadar dan peduli pentingnya Golden Moment atau 1000 hari pertama kehidupan ini ya mbak.

    BalasHapus
  20. Yes, ibu yang sehat sejak awal kehamilan amat mendukung mulainya kehidupan baru yang penuh kebahagiaan. Tentunya nggak mau ya generasi penerus mengalami stunting akibat ibunya udah malnutrisi duluan.

    BalasHapus
  21. Setuju mbaaak, bahkan ada yang bilang persiapan 1000 hari pertama kehidupan dapat dimulai sejak sebelum ibu hamil. Jadi nabung folat dan Fe dulu sebelum kehamilan. :)

    BalasHapus
  22. Lagi giat banget ya stunting di bahas, soalnya Indonesia termasuk di peringkat yang menghawatirkan. Semoga dari tulisan seperti ini & pemerintah segera bisa mengatasinya

    BalasHapus
  23. Memang masa awal kehidupan anak adalah masa krusial bagi tumbuh kembangnya ya. Semoga masyarakat semakin meningkat kesadarannya untuk turut menjaga bumil dan busui agar dapat optimal memberikan yg terbaik bagi anak

    BalasHapus
  24. Jangan lupa juga imunisasi buat pencegahan penyakit.
    Emang sih mbak kesehatan bayi itu emang harus dipikirkan bahkan semenjak si ibunya hamil ya :D

    BalasHapus
  25. Eh salah, malah sejak si ibu merencanakan kehamilan, harusnya.

    BalasHapus
  26. Semoga kader Posyandu makin intens memberikan pengetahuan ttg stunting i i kepada ibu2 di kampung karena mereka ujung tombak pendidikan kesehatan para ibu di desa.

    BalasHapus
  27. Sebagai ibu memang kita harus banyak belajar ya, salah satunya masalah stunting ini yang persentasenya cukup besar di indonesia

    BalasHapus
  28. Gak nyangka kalau selama ini Indonesia yang aku pikir sudah sejahtera, masih ada stunting.
    Sediih rasanya yaa...pemerataan ekonomi belum merata.

    Semoga makin banyak yang teredukasi dari tulisan kak Naqi ini...

    BalasHapus
  29. 1000 hari pertama memang sangat amat penting dan harus jadi perhatian ya mba.

    BalasHapus
  30. Dimulai dari diri sendiri ini ya, dimulai dari kita untuk menyeimbangkan giz agar anak yang nantinya di kandung tidak menderita kekurangan gizi. Semoga anak indonesia terus diberikan kesehatan.

    BalasHapus
  31. Ngerasain muter otak nyiapin menu makan anak terutama Razqa. Apalagi tipe anak yang makannya belum tentu banyak sekali makan, jd harus tiap bbrp saat dicolek2 buat makan.

    BalasHapus
  32. 1000 HPK bisa dibilang investasi buat masa depan si kecil nanti makanya mulai dari nutrisi dan stimulasi harus diperhatikan banget .

    BalasHapus
  33. Iya bener..1000 hari pertama itu penting ya

    BalasHapus
  34. Belum banyak yang aware nih tentang stunting. Mudah2an dengan banyaknya blogger yang nulis tentang stunting makin banyak masyarakat yang lebih peduli lagi. :)

    BalasHapus
  35. Aku suka dg program kempen 1000 hari pertama yg sekarang digalakkan. Itu membantu banget pemahaman ke masyarakat

    BalasHapus
  36. Semoga smua orangtua di Indonesia semua sadar akan pentingnya 1000hr pertama.

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^