Rabu, 12 Desember 2018

3 Hal yang Disesali Saat Ini



Assalamualaikum Sahabat Mom,

Sebagai manusia kita pasti mengalami penyesalan akan hal yang pernah terjadi. Aku pun mengalami penyesalan yang membuatku berandai-andai. “Andai aku...” tapi, Islam mengajarkan tidak boleh berandai-andai karena itu pintu syetan.

Penyesalan selalu datang terlambat begitu kata orang bijak. Namun, menyikapi penyesalan itu aku harus berbenah. Aku harus melakukan hal untuk membayar rasa penyesalan itu. Yap, apa saja yang membuat au menyesal hingga saat ini?


1. Bisa Menjahit
Saat teman-teman IP Lampung membuka Rumah Belajar (Rumbel)  Menjahit aku langsung mendaftar. Tidak bisa menjahit adalah salah satu yang aku sesali saat ini. Ya, dulu ibuku mempunyai mesin jahit lebih dari 3. Punya mesin obras dan lainnya. Ibuku sempat mengajak Aku untuk belajar menjahit, tapi dulu kegiatan menjahit bukanlah kalian menarik bagiku. Aku memilih di dalam kamar berkutat dengan buku, majalah dan komputerku.

Saat aku pindahan, kakakku sempat menawarkan membawa mesin jahit, tapi aku menolak. Bertahun kemudian, aku memerlukan mesin jahit. Dari menjahit pakaian yang robek, menjahit baju anak dan lainnya. Hal ini  membuat aku ingat menyesali kenapa dulu enggak mau kursus menjahit ya? Emang sih aku udah bisa menjahit lurus di mesin jahit, tapi udah lama banget. Aku belum pernah mencoba lagi.

Nah, sejak IP punya Rumbel Menjahit, aku ikutan gabung deh. Doakan ya kalau Ahad ini aku mau ikutan belajar menjahit jilbab pakai pet.

 2. Memasak Kue
Ibuku sempat kursus masak kue dan masakan rumahan waktu di Jambi. Jadi, wajar dong ibunya sudah menguasai memasak kue macam-macam. Bahkan kau lebaran, kue di rumah banyak banget. Dari lebaran Idul Fitri sampai ke Idul Adha. Toples kue banyak banget. Bahkan kalau kakak datang dari luar kota boleh memilih kue yang mana akan dibawa pulang.

3. Memperpanjang Keterangan Mahasiswa.
Saat ibuku mengurus uang pensiun. Waktu itu aku sudah mengurus skripsi tapi aku disuruh memperpanjang surat keterangan mahasiswa. Tapi, kesibukkan membuat aku lupa mengurus surat itu. Ibuku terlihat kecewa banget. Aku sempat merasa sangat bersalah mengapa terus menunda mengurusnya setelah ibu meninggal dan mengurus uang Taspen. Uang tersebut harusnya bertambah bila aku mengurus surat keterangan mahasiswa. Nominalnya lumayan untuk 1 karung beras loh hehe... apalagi setelah ibu meninggal, aku yang  mengurus keuangan, dari bayar listrik, bayar kuliah dan lainnya. Uang Taspen itu menjadi andalan.

Mengingat kejadian tersebut membuat aku belajar untuk tidak menyepelekan. Bagi kita itu tidak penting, padahal bagi orang lain itu sangat penting. Saat jadi ibu aku baru merasakan, betapa pentingnya uang untuk membeli beras, sayur dan lainnya.

Itulah 3 hal yang aku sesali hingga saat ini. Semoga ke depan aku bisa memperbaiki diri untuk makin lebih cekatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^