Senin, 23 Desember 2019

Resensi Buku : Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa Ini Terlahir


Judul Buku   :  Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa Ini Terlahir
Penulis         : Riawani Elyta dan Risa Mutia

Penerbit        : PT Elex Media Komputindo 

ISBN            : 978-623-00-0386-8 

Tahun Terbit : 2019 
Hal               : 238 Halaman 
Harga           : 95 K 

Resensi Buku : Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa Ini Terlahir


Manusia hidup penuh dengan cerita. Ada yang mengalami suka, ada yang mengalai duka. Turun naik keimanan mempengaruhi penerimaan terhadap persoalan hidup. Ada yang langsung menerima kalau persoalan hidup adalah cara Allah mencintai hamba-Nya. Tapi, tidak sedikit yang langsung down dan berprasangka buruk pada Allah, kalau ia mengalami penderitaan atas ujian yang datang, mengapa dirinya?

Persoalan hidup ini membutuhkan solusi. Entah hati yang terluka, rasa syukur yang berkurang, hingga kegagalan yang berulang-ulang. Inilah jiwa yang membutuhkan motivasi, jiwa yang pencerahan untuk mengurai masalah-masalah yang dihadapi. 

Riawany Elyta dan adiknya Risa Mutia mengumpulkan 99 motivasi penggugah jiwa dalam buku Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa Ini Terlahir. Buku non fiksi sebanyak 23 halaman ini IV bab besar mengulas motivasi bagi jiwa yang kering. Dari empat bab dipecah menjadi belasan cerita motivasi dalam tiap bab sekitar 1-4 halaman. Dikemas dengan bahasa yang ringan dilengkap potongan surat Al-Qur’an, hadist nabi hingga qoute yang menarik dalam setiap babnya. 

Resensi Buku : Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa Ini Terlahir
Membaca buku ini hati yang terluka akan terobati.

Ada beberapa qoute yang menggugah jiwa di dalam buku  Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa Ini Terlahir antaranya : 


1. "Prinsip memberi adalah melupakan. Jangan pernah menghitung pemberian, jangan mensyaratkan pemberian. Cukup lakukan yang harus dilakukan. Dan biarkan Allah membalasnya untuk semua keikhlasanmu berbagi.” (Hal 15). 

2. "Hati yang bersih adalah tanah yang subur untuk menumbuhkan ilmu.” (Hal 23). 

3. “Simpanlah duka laramu hanya di sisi Tuhan. Dia-lah sebaik-baiknya pemberi jalan keluar dan kebahagiaan. Jika kamu harus berbagi penderitaan, pastikan mereka membawa kebaikan dengan mengajakmu kembali ke jalan-Nya. (Hal 157). 

4. “Kunci untuk mencapai kesuksesan adalah kemampuan yang tepat berpadu dengan peluang yang sempurna,maka kesuksesan akan mengikuti bagai bayangan mengikuti tubuh.” (Hal 174). 

5. “Kesalahan dan dosa telah membuat cahaya kehidupan memudar. Padahal tanpanya, akan sulit melangkah ke arah yang benar. Mintalahlah pengampunan dari Allah dan mintalah agar cahaya kehidupan itu kembali bersinar indah dalam kehidupan kita. Untuk menuntun jalan kita kepada kebaikan dan kesucian.” (Hal 227). 

Ada beberapa qoute lainnya  di dalam buku  Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa Ini Terlahir yang aku sukai, namun lengkapnya baca bukunya ya! Akan sangat bagus menjadi sahabat dalam memberi vitamin jiwa yang gersang. Buku ini juga dilengkapi dengan Siroh Nabawiyyah, salah satunya kisah Rasulullah SAW pergi ke Thaif dan mendapatkan perlakuan yang sangat buruk. Rasulullah SAW mendapatkan caci maki, dibenci bahkan dilempari oleh penduduk Thaif. Rasulullah SAW berdoa kepada Allah dan mengutus malaikat Jibril.
Resensi Buku : Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa Ini Terlahir
Kisah dalam buku ini menghangatkan jiwa 

Malaikat Jilbil berkata dia siap diperintahkan untuk membalas perlakuan masyarakat Thaif. Andai kedua gunung yang dihancurkan, malaikat Jibril siap melakukannya. Namun, kasih sayang Rasulullah SAW sangat besar, Rasulullah SAW tidak membalas perlakuan buruk masyarakat Thaif, tapi mendoakan agar keturunan masyarakat Thaif menjadi orang yang beriman kepada Allah SWT (Hal 44). 

Kisah ini memberikan tauladan kepada kita agar memiliki sifat memaaf dan tidak membalas perlakuan buruk yang kita alami. Wah, sudah siapkah memiliki kebesaran hati seperti ini? Aku sendiri juga pernah mengalami baper, sedih hingga kecewa dari seseorang. Awalnya sulit mengobati hati ini, jauh deh dibandingkan Rasulullah SAW memaafkan masyarakat Thaif, namun aku terus belajar untuk mendekatkan diri kepada Allah agar lepas dari perasaan menderita karena menyimpan rasa kecewa. 

Nah, kalau teman-teman membaca buku ini, ada berbagai kisah motivasi agar kita menjadi makhluk yang terus memperbaiki diri. Bukankah dunia ini hanya sementara? Apakah jiwa kita akan kembali dalam keadaan suci? Apakah kita sudah melakukan hal-hal yang Allah cintai? Jika belum sempurna, buku  Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa Ini Terlahir ini cocok sebagai peneguh jiwa yang ingin bertahan di jalan yang diridai-Nya. Selamat membaca! 

21 komentar:

  1. Wah bagus banget nih Mbak pastinya bukunya. Apalagi bisa sangat menyentuh juga nih

    BalasHapus
  2. Saya jadi ingin membaca dari keseluruhan bukunya nih Mbak, jadi makin penasaran hihi

    BalasHapus
  3. Wah saya sendiri juga pernah tuh Mbak kalau kecewa sama seseorang, tapi juga belajar untuk memperbaiki diri juga

    BalasHapus
  4. Benar banget nih Mbak, kalau kita memberi itu sebisa mungkin harus bisa melupakan ya. Biar tidak mengharapkan imbalan

    BalasHapus
  5. Cocok banget nih Mbak bukunya buat berbenah diri. Terima kasih atas informasinya ya :)

    BalasHapus
  6. Bukunya bergizi sekali mba, seperti soup buat jiwa. Aku paling suka yang memberi untuk melupakan, beneran menjadi pengiñgat buat diri

    BalasHapus
  7. Buku semacam ini bisa menjadi vitamin bagi jiwa di saat butuh asupan tambahan. Mbak Riawani dan Mbak Risa keren, semoga bukunya laris-manis.

    BalasHapus
  8. Memberi tanpa harus menerima, prinsip hidup saya sih. Semoga bisa konsidten. Terima kasih atas review bukunya.

    BalasHapus
  9. Suka banget dengan quotes yang ada di buku hanya cintanya tujuan jiwa ini terlahir. Jadi membuat makin bersyukur dan mendekatkan diri lagi kepada Allah.

    BalasHapus
  10. Sebagai manusia kita harus membaca buku yg berisi motivasi yg seperti ini ya, mba. Apalagi dikaitkan dengan dalil yg kuat. Belum lagi disisipi dgn kisah Nabi. Makasih infonya, mba.

    BalasHapus
  11. Saya membaca beberapa versi review buku ini, dan semakin ingin membaca keseluruhan. Sepertinya bagus untuk asupan rohani dan tentunya agar bisa memperbaiki diri

    BalasHapus
  12. Buku ini emang rekomended banget ya....
    Bener-bener menggugah jiwa sehingga membawah kita ke dalam fitrah sebenarnya manusia.
    Yang kek begini bis ajadi kado untuk teman yang sedang menggalau.

    BalasHapus
  13. Jadi inget Buku La Tahzan yang pernah best seller
    Mirip ga ya?
    Jadi pingin baca juga

    BalasHapus
  14. Bagus banget, dari sampulnya juga keliatan kalo manis banget isinya

    BalasHapus
  15. Dari resensinya saja sudah menggambarkan kalau buku ini adalah bacaan yg bagus dan vitamin untuk jiwa 😊 dan mengingatkan kembali apa tujuan utama kita hidup di bumi ini.. nanti InsyaAllah mau baca versi full nya ah.. thank you infonya mbak 🤗

    BalasHapus
  16. Covernya bagus, judulnya menarik jadi pengen kepoin isi dalamnya. Apalagi bukunya ini tentang motivasi ya, bisa jadi bacaan yang bagus nih untuk saya yang juga suka baca buku-buku motivasi.

    BalasHapus
  17. buku buat ngasih tau tujuan manusia hidup didunia. wuah, cocok buat saya yg imannya sering naik turun dan bingung mau ke arah mana. hehhee

    BalasHapus
  18. Berkaitan dengan prinsip memberi di poin nomer 1, saya jadi ingat sebuah pesan indah bahwa ketika tangan kananmu memberi makan jangan sampai tangan kirimu tahu. Itu artinya bahwa kita tidak perlu gembar-gembor saat kita memberi atau bersedekah

    BalasHapus
  19. Aku penasaran sekali sama buku ini, sayangnya nggak kepilih jadi resensornya waktu itu hehe
    Jadi beli sendiri dan nikmati setiap alur ceritanya sendiri

    BalasHapus
  20. Mesti baca bukunya ya mba untuk refleksi diri dan kalo istilahnya food for our soul. Kayanya bikin lebih positif dlm memandang hidup ya.

    BalasHapus
  21. Sepertinya saya perlu baca bukunya nih, cari di gramedia ah.. kebetulan lagi bingung mau baca buku apa pas liburan gini. Jadi emang butuh rekomendasi buku bagus.

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^