Minggu, 27 Juni 2021

Pengalaman Jadi Juri Lomba Cerpen Mobil Baca Ade (MoCa)

Assalamualaikum sahabat Smart Mom,
Aku menceritakan pengalamanku menjadi juri lomba cerpen yang diadakan Mobil Baca Ade beberapa pekan yang lalu. Sebelumnya, Bang Ade sudah menghubungi kesediaanku menjadi juri, tentu saja kusambut dengan senang gembira. Saat itu, aku belum tahu siapa juri lainnya. Berjalan dengan waktu aku mengetahui juri lainnya ada Bang Isbedy dan Mbk Fitri Restiana.

mobil baca ade

Pertemuan Juri Lomba Cerpen Mobil Baca Ade (MoCa)


Pertemuan perdana juri dan Bang Ade dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2021 di Begadang Resto. Bang Ade menjelaskan tujuan kegiatan lomba cerpen dan bagaimana sistem penilaian yang beliau inginkan. Kami mendengarkan dengan khusu' setelah sebelumnya makan siang bersama, ehemmm lezat deh!

Duduk bersama orang hebat emang bikin bangga. Bang Isbedy kami dampuk menjadi ketua juri. Bahagia dong dapat duduk semeja dengan Bang Isbedy paus puisi Lampung yang terkenal dengan syairnya sampai ke manca negara.

juri lomba cerpen mobil baca ade



Selain Bang Ade dan kami para juri, ada Luthfi sebagai tim administrasi peserta. Jadi, jangan khawatir kami para juri tidak pegang data peserta. Kami hanya pegang kertas naskah peserta yang sudah diberi nomer.

Pertemuan pertama kami akhiri dengan foto bersama. Juri mengantongi naskah peserta yang akan kami nilai dengan kesempatan bersama. Uhuy, serunya pertemuan perdana ini!

Pertemuan Kedua dan Final Penjurian Lomba Cerpen MoCa


Setelah pertemuan pertama, kami membuat group WA khusus juri. Kami bertugas membaca semua naskah dan menilai sesuai standard lomba cerpen Mobil Bang Ade. Yap, naskah yang diharapkan sesuai dengan 3 tema, yaitu :

1. Ayo Membaca
2. Aku Bosan Sekolah Online
3. Lebaran di Tengah Pandemi

naqiyyah syam juri lomba cerpen mobil baca ade


Naskah yang masuk sejumlah sekitar 47 peserta dengan kategori SD dan SMP.
Penilaian kami sudah terdata untuk anak SD dan SMP. Namun, untuk juara 1-4 kami belum menentukan dan membutuhkan diskusi lagi. Maka, usai makan siang, kami mulai rapat memilih juara 1-4 dengan membaca kembali naskah yang sudah masuk nominasi. Walau angin bertiup kencang beberapa naskah ikutan beterbangan hehe...



Ade Utami Ibnu

Asar tiba, kamu break untuk sholat dan alhamdulillah akhirnya juara sudah dipilih. Lega rasanya sebagai juri sudah melakukan yang terbaik. Jika ada kesalahan atau kekhilafan kami minta maaf. Ke depan sangat berharap peserta yang ikut bisa merapikan tulisan dan terus berkembang menjadi penulis. Ya, siapa tahu 10 tahun yang akan datang akan menjadi penulis hebat!

Oiya, insya Allah karya pemenang akan dibukukan setelah direvisi. Ditunggu bukunya, ya! Barokallah Bang Ade sudah menyuburkan minat baca dan menulis di Lampung. 

Nah, buat yang belum kenal siapa si Ade Utami Ibnu? Beliau seorang anggota DPRD yang juga penggiat literasi di Lampung. Memiliki Mobil Baca Ade dengan icon barunya Gajah dan Jerapah. Mobil Baca Ade (MoCa) ini berkeliling bahkan ada lagu Ayo Membacanya, loh! Kepoin aja IG @ade_ui !

15 komentar:

  1. Masya Allah, program literasi ini bagus banget, mbak Naqi. Moga ucapan mentor pelatihan tentang Lampung yang minat bacanya nomor dua terendah setelah Papua bisa terdongkrak, ya? Apalagi ada mbak Ade. Jadi ikut semangat deh..

    BalasHapus
  2. Mba Naqi kerenlah udah bisa jadi juri. Deg²an gak sih rasanya? :)))

    BalasHapus
  3. Minat baca dan menulis memang kuduu ditumbuhkan ya Mba
    Keren nih ada lomba cerpen Mobil Baca Ade
    Semoga berkaahhh

    BalasHapus
  4. Beneran deh mbak Naqi ini top, hebat, menginspirasi banyak orang :) Menjadi juri mungkiiiin kalau sudah biasanya seperti mbak dan teman2 lainnya adalah hal biasa ya dan pasti bangga juga karena dipercaya menilai. Serunya bukan main lomba cerpen mobil baca ade ini. Mudah2an di lomba mendatang akan semakin banyak pesertanya ya :D

    BalasHapus
  5. wah jadi juri lomba cerpen harus bener bener baca kata per kata dan mendalami per kalimatnya ya kalau saya agak kesulitan juga si menentukan pemenangnya kalau jadi juri heheh

    BalasHapus
  6. Pasti banyak beban yang ditanggung menjadi seorang juri. Harus beneran adil dan berimbang serta memperhatokan banyak aspek sih

    BalasHapus
  7. Jadi juri itu tanggung jawabnya besar ya. Juri apa pun itu. Bagus banget di naskah cuma ada nomor peserta, bukan nama. Jadi bisa meminimalkan keberpihakan :)

    BalasHapus
  8. Seru nih bisa jadi juri lomba cerpen SD dan SMP, apalagi karya pemenangnya dibukukan, pasti yang menang bakalan bangga banget ini karyanya dipublikasikan.

    BalasHapus
  9. Wah ada Pak Isbedy, sastrawan senior, salut!
    Pengalaman jadi juri itu tak terlukapakn ya, Kak. Semoga gak ada peserta yang protes dengan hasilnya.

    BalasHapus
  10. Waahhh pasti seru dan menjadi pengalaman yang tak akan dilupakan menjadi juri, suatu kebanggaan sekali. Saat pengumuman disampaikan pasti terasa lega, akhirnya pekerjaan ini selesai juga, hehe.

    BalasHapus
  11. MasyaAllah mbak Naqiyah syams ini kiprahnya di bidang literasi sungguh membuatmu selalu terpukau... Pantas saja nih flp lampung Maju banget mbak, Dan menjadi juri gitu pasti pengalaman yang sangat berharga ya

    BalasHapus
  12. Jadi metode penilaiannya blind review begitu ya, Mbak. Jadi lebih enak begini, juri jadi lebih objektif dalam menilai. Omong-omong, semoga semakin banyak undangan untuk jadi juri lomba ke depannya Mbak

    BalasHapus
  13. Menginspirasi mas Ade ini. Ternyata masih ada ya anggota dewan yang peduli dengan literasi, bkn hanya mementingkan kepentingan tertentu saja.

    BalasHapus
  14. Semoga sukses terus ya karirnya mom

    BalasHapus
  15. Mantap pengalaman mak. Aku selama pandemi.cuma sekali menjadi juri. Tapi itu pun online. Juri nasional. Seru yah

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^