Selasa, 10 Agustus 2021

Mengenal Budaya dan Wisata Lampung, Bikin Bangga deh!

Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Mengenal Budaya dan Wisata Lampung, Bikin Bangga deh! Sejak menikah tahun 2005 lalu, aku mengikuti suami pindah ke Lampung. Lebih tepatnya kini kami tinggal di Kota Bandarlampung. Mau tak mau, aku harus mempelajari dong budaya Lampung yang awalnya masih asing banget bagiku. Memegang prinsip, "Di mana bumi dipijak, di sana langit di junjung," maka aku pun mulai mempelajari budaya Lampung itu sendiri. 

Mengenal Budaya dan Wisata Lampung

Paling mudah mengenail budaya Lampung adalah saat gelar Lampung Festival Krakatau. Di sana banyak pergelaran baju adat, tarian dan aneka kuliner khas Lampung dikenalkan. Warga berkumpul untuk mengelar pesta rakyat, sekaligus memperkenalkan budaya Lampung.

Lampung Festival Krakatau

Mengenang kegiatan ini membawa kesan tersendiri. Diawal aku mengikuti aku hanya sebagai penonton. Mengajak 3 anakku dengan kehebohan tentunya. Ketiganya sangat antusias melihat pawai budaya dengan pakaian adat Lampung sampai tarian juga ditampilkan.

Tak jarang aku ikutan berfoto dengan peserta yang pawai. Apalagi menemukan pakaian yang unik dan belum pernah aku ketahui. Biasanya para pejabat pemerintahan banyak datang ke acara pembukaan atau penutupan dengan acara Lampung Festival Krakatau ini.

Aku sangat antusias untuk mengikuti Tapis Carnaval dan Lampung Culture. Di sini aku ikut berdecak kagum melihat keindahan kain tapis khas Lampung dengan modifikasi kekinian. Wah, dulu aku tinggal di Bengkulu tahunya kain khas Batik Basurek dan saat aku ke kota kelahiran aku memakai kain Batik Jambi. Masya Allah, aku jadi mengenal 3 Provinsi sekaligus! Aku jadi bangga dengan keanekaragaman budaya Indonesia!


Lampung Festival Krakatau

Pulau Pahawang

Di Lampung sendiri, banyak sekali keindahan tempat wisata yang memukau. Salah satu yang sering dicari adalah Pulau Pahawang. Kakakku yang di Jakarta pernah mengajak kami liburan ke Pahawang. Seru sekali kami mengendarai mobil sekitar 1 jam menuju Dermaga Ketapang dan menyeberang menggunakan perahu.

Harga sewa Pulau Pahawang kalah itu tentu saja murah atau mahal tergantung negoisasi. Beruntung kami menemukan perahu yang cocok dan akhirnya menyeberang ke Pulau Pahawang kecil. Setelah 45 menit, kami berhenti dan berenang, main pasir, mengumpulkan kerang-kerang kecil dan berfoto ria hehe...

Pahawang

Namun, Sahabat Smart Mom, perlu diingat saat kita berwisata tetap harus menjaga dan melindungi flora Indonesia. Saat itu aku melihat pohon Mangrove.  Aku seakan nostalgia saat kuliah di Jurusan kehutanan praktikum ke Hutan Mangrove. Dosenku selalu berpesan untuk tetap menjaga dan melindungi hutan di mana pun kamu berada.

Ya, pesan itu
juga selaras dengan suamiku yang menyukai wisata sejarah. Kalau kami jalan-jalan napak tilas sejarah, kami selalu diingatkan untuk berwisata tanpa merusak alam. Contoh kecil saat kami jalan-jalan ke Puncak Tamiang melewati kebun lada orang. Kami cuma numpang foto dan ambil video saja, tanpa mengambil, loh! Kan sedih kalau ada yang melewati kebun orang lain malah merusak tanamannya.

Puncak Tamiang

Puncak Tamiang sendiri masih sedikit dikenal orang karena merupakan peninggalan Jepang. Lokasinya ada di Lampung Timur. Tempatnya memang belum dikelola profesional seperti tempat wisata bersejarah lainnya. Padahal di sana ada bekas bangunan seperti benteng pertahanan mulai dari seperti gerbang, sumur, menara patroli dan lainnya. 

Puncak Tamiang


Walau belum terlalu terkenal seperti wisata lainnya di Lampung, aku senang berwisata alam bersama keluarga dengan mengenal sejarahnya. Suamiku juga ikut mengabadikan dan mendengar dengan antusias sejarah yang disampaikan oleh warga setempat. 

Wisata Sejarah di Puncak Tamiang


Way Kambas

Lokasi wisata yang cukup terkenal di Lampung adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Taman perlindungan gajah ini terletah di Lampung Timur. Way Kambas ini dekat dengan rumah kami saat masih di Lampung Timur.  Jadi, sejak anak pertama kami sudah mengajak ke Way Kambas.

Gajah Way kambas

Aku pernah ke Way Kambas saat liburan tahun baru, ramai dan macet sekali. Kami mengantri untuk melihat gajah yang besar. Ternyata Aisyah takut memegang belalai gajah hehe...

Alhamdulillah anak-anakku sehat jika diajak berwisata alam. Sembari kami sebagai orangtua untuk mengingatkan tetap menjaga kebersihan. Untuk itu kami menyiapkan wadah minum dari rumah yang ramah lingkungan. Meminimalis penggunaan plastik.

Aisyah di Way Kambas

Kami percaya jika anak-anak dikenalkan sejak dini, maka akan semakin bangag dengan Indonesia dan akan semakin semangat memberi kontribusi untuk Indonesia.

Semoga Indonesia semakin jaya, pandemi segera berakhir karena sudah kangen banget jalan-jalan, hiks! Semoga ceritaku di atas menghibur teman-teman yang kangen berwisata. Semoga bermanfaat, ya!

39 komentar:

  1. masih kental banget, ya adatnya, apalagi kalau lihat pakaian adat lampung ini cantik banget dan mewah kesannya anggun juga.

    BalasHapus
  2. Lampung ternyata penuh dengan adat budaya serta wisata alam yang menakjubkan. Nggak sabar pengen jalan-jalan ke Lampung, melihat gajah, menjelajah pantai, situs sejarah, dan lain-lain. Lampung keren!

    BalasHapus
  3. aku belum pernah nih ke lampung, jadi pengen ke pulau pahawangnya dan liat gajah langsung hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga pandemi segera berakhir dan bisa ke Lampung.

      Hapus
  4. Saya kangeeeen Lampung. Banyak kenangan indah disana. Bandar Lampung tuh kota pertama yang mau saya datangi kalau pandemik kelar nih. Ga akan pernah bosan kesana. Soalnya kenangan manis semua, ga ada yang pahit.. hahaha.. Dan destinasi pertama ke Pahawang, Mba. Duuuh.. mupeng deh

    BalasHapus
  5. Sudah beberapa kali lewat Lampung kalau ke Palembang/Lahat, tapi belum mengkhususkan untuk piknik ke sana. Ah, semoga pandemi segera berlalu trus bisa mbolang ke Lampung salah satunya. Saya dan suami sudah merencanakan ke Pahawang, Mbak. Di Lampung juga ada teman dekat yang jadi dosen di sana jadi pengin sekalian silaturahim gitu

    BalasHapus
  6. Indonesia kaya akan budaya dan juga ragam pakaian adat ya mbak. Serta pariwisata juga ga kalah menariknya. Saya bangga dengan budaya Indonesia yg beragam, dan ingin banget suatu hari bisa ke Lampung

    BalasHapus
  7. Penasaran deh pengen ke Way Kambas. Lihat gajah-gajah khas Lampung. Seru kali ya ajak anak-anak ke sana juga.

    BalasHapus
  8. Aku kirain mba Naqiyyah org asli Lampung.
    Wah dah lama bgt rasanya aku Juga ga menjejak ke Lampung kebetulan ada tmn yg menang asli dari sana dan cinta bgt dgn budaya propinsi nya
    Makin banyak juga destinasi nya, Aku penasaran yg terbaru namanya "Tegal Mas" view-nya keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku asli Bengkulu, Mbk tapi lahir di Jambi hehehe

      Hapus
  9. Teman suami udah sering banget ngajakin kami jalan-jalan ke kampung halamannya di lampung, tapi kami belum ada waktu..kalo lihat daya tariknya disini jd pengen kesana secepatnya

    BalasHapus
  10. ini ada acara apa mom gajah turun ke jalan .kalau ada yg update wisata daerah jadi sadar deh kalau indonesia itu luassss banget, seumur hidup aja blm pernah ke lampung..

    semoga bumi cepat membaik ya, dan bisa jelajah indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lampung Festival Krakatau 2 tahun lalu, Mbk.

      Hapus
  11. Pulau Pahawang sama Way Kambas ini yang sudah mendunia yaa. Aku juga pengen deh ke Way Kambas, lihat gajah disana.

    BalasHapus
  12. Kalau dengar kata Lampung aku juga ingatnya gajah sama gunung Krakatau hehe
    Belum pernah ke sana, moga nanti kalau pandemi usai bisa ke sana
    Dulu pernah tu pas jalan ke Baduy ketemu rombongan ibu2 yang mau ke Lampung naik KRL dan nyeberang dengan kapal, sejak itu jd kepikiran ingin ke sana jg lewat jalur yg sama ma temen2 hehe

    BalasHapus
  13. Lampung indah sekali pemandangannya ya Mbak Naqy...

    BalasHapus
  14. Waaah... semoga peninggalan bersejarahnya segera mendapat perhatian dari pihak terkait ya, Yuk. Kalau dikelola dengan baik jadi sumber pemasukan juga tuh.

    BalasHapus
  15. Kak Naqi aslinya dari manakah?
    Aku suka sekali dengan baju adat Lampung, kak Naqi.. Terlihat anggunnya seorang wanita dibalut kain khas Lampung.
    MashaAllah~

    Indonesia yang kaya selain budaya, bahasa juga tempat wisatanya yang bikin dunia terpana.

    BalasHapus
  16. Jadi inget banget dulu waktu SMP ada kelas nari daerah lampung yang beneran jiper karena aku nggak berbakat di gerak tubuh semacam tari, wkwkwkwk

    BalasHapus
  17. Aku seumur2 baru sekali ke Lampung dan itupun pas masih SD. Kalau nggak salah kami ke Way Kambas sama ke Pasir Putih. Karena masih kecil jadi belum ngerti banget jalan-jalan, cuma ngikut orangtua aja. Kepingin deh ke Lampung lagi dan eksplor tempat wisata dan kulinernya.

    BalasHapus
  18. Waah makasih Bunda. Ternyata di satu pulau aja tempat wisata nggak kehitung banyaknya ya apalagi se-Indonesia🤩
    Dari ulasan Bunda, aq tertarik Way Kambas..🤩 #wish

    BalasHapus
  19. Masya Allah ingat lampung ingat gajah ga mbak hehehe.

    Wah aku di kebun binatang lihat gajah dari dekat aja wow banget terus bayangin di way kambas wow banget ya

    BalasHapus
  20. Mbak, mahkota yang keemasan itu namanya apa? Beratnya berapa kilo? Penasaran akutu 😅

    BalasHapus
  21. Betul mbak. Beriwisatalah tanpa merusak alam. Banyak anak muda kalau asyik-asyik di tempat wisata malah meninggalkan sampah sehingga tercemar lingkungannya.

    terlepas dari itu, saya juga mengagumi lampung. Keindahan wisata hingga kearfikan lokal masyarakatnya.

    BalasHapus
  22. Dulu waktu Silnas Lampung udah diniatkan untuk main-main dan jalan-jalan ke Lampung. Tapi karena satu dan lain hal gak jadi berangkat. Padahal Lampung-Jakarta relatif dekat

    BalasHapus
  23. LAMPUNG dari dulu ingatnya keripik pasangannya, hehehe. Banyak trans ke sana y. Banyak orang Jawa, aku malah gak paham bahasa Asli Lampung itu apa

    BalasHapus
  24. mbak naqi inget gak ya kalo kita itu dulu pernah interaksi pas zaman2 flp jarwil sumatra, sebelum acara di padang. aku di situ ketemu kak koko, uda azwar, dll

    BalasHapus
  25. Jangan lupa juga kalau datang ke Lampung beli oleh2 khasnya, keripik pisang dan dodol durian

    BalasHapus
  26. Sejak gak jalan2, pdhl potensi lampung msh bnyk yg belm dijelajahi

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^