7 Cara agar Anak Berani ke Dokter Gigi

Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Ada yang punya pengalaman sama sepertiku? Aisyah anak ketigaku sempat trauma ke dokter gigi. Ceritanya, Aisyah gigi susu-nya goyang, jadilah kami bawa ke klinik dekat rumah untuk cabut gigi.


7 Cara agar Anak Berani ke Dokter Gigi

Ternyata dokternya kecepatan mencabut, tanpa aba-aba dan Aisyah nangis kejer, kaget! Lama banget berhentinya. Berhari-hari cerita enggak mau ke dokter gigi lagi, lalu kata Aisyah, "Giginya dibuang, Aisyah kan mau simpan!" oalah... ini salah satu sebabnya. Oleh dokter giginya langsung dibuang ke tong sampah.

Aduh, aku juga lupa memberikan edukasi atau meminta tolong kerjasama dengan dokter gigi karena pertama kali Aisyah cabut gigi. Lalu, aku pun pindah dokter gigi agar Aisyah lebih rileks dan berani. Berikut cara yang aku lakukan agar Aisyah berani ke dokter gigi lagi.

7 Cara agar Anak Berani ke Dokter Gigi

1. Bermain Peran

Sejak dini ajarkan anak-anak bermain peran. Kadang aku yang jadi dokter atau Aisyah yang jadi dokternya. Bermain peran dapat mengajarkan anak untuk berani bertemu dengan dokter dan bagaimana sikap menjadi pasien.

2. Tenang dan Yakinkan Anak

Ajarkan anak untuk tetap tenang saat di ruang periksa. Kadang anak juga ada rasa takut atau khawatir. Berikan pengertian dan ucapan, "Bunda, ada di sini!" atau "Umi, tetap di sampingmu!" 

3. Susun Rencana ke Dokter 

Ajak anak membuat rencana ke dokter gigi secara bersama-sama. Kenalkan nama dokter gigi yang akan ditemui dan lokasinya. 

Hal ini akan membantu anak mengurangi rasa takut atau khawatir saat menemui dokter gigi.

4. Bawa Benda Kesayangan Anak

Jika diperlukan bawalah benda kesayangan anak, agar anak merasa lebih nyaman. Tapi, perlu diyakinkan benda tersebut tidak menganggu jalannya pemeriksaan. Misalnya membawa boneka, buku gambar dan lainnya.

5. Jangan Ceritakan Pengalaman Buruk Anda ke Dokter Gigi

Jangan ceritakan pengalaman buruk Anda saat ke dokter gigi. Mungkin pernah mengalami rasa trauma saat Anda kecil, rasa nyeri, dokter galak dan lainnya membuat anak semakin takut.

Hindari rasa cemas dan khawatir di depan anak-anak agar anak-anak pun menjadi lebih tenang.

6. Beri Penghargaan, Hindari Bujukan atau Rayuan

Beri reward atau penghargaan setelah ke dokter gigi. Ucapkan pujian karena anak sudah berani dan tertib.

Anda dapat mengajak anak makan terlebih dahulu sebelum ke dokter gigi. Ketika anak kenyang, anak akan merasa nyaman dan mudah menedengarkan nasehat.

Hindari bujukan atau rayuan seperti, "Tidak sakit kok kalau disuntik, seperti digigit semut aja!" anak akan merasa dibohongi. Padahal kenyataannya memang nyeri saat disuntik.

7. Jelaskan Pentingnya ke Dokter Gigi

Ajarkan anak untuk menjaga gigi sejak dini. Tunjukkan gambar atau video bagaimana cara merawat gigi yang benar atau bagaimana jika gigi tidak dijaga dengan benar. 

Anak akan termotivasi menjaga gigi dengan melihat foto atau video sebelum ke dokter gigi.

Sampaikan jika gigi sehat dan bersih akan membantu anak tumbuh sehat dan terhindar dari sakit gigi.

Nah, Moms, itulah 7 cara agar anak berani ke dokter gigi. Semoga dengan tips di atas membantu persiapan matang akan membuat anak nyaman dan menjadi pengalaman menyenangkan ke dokter gigi. Selamat mencoba!



2 komentar untuk "7 Cara agar Anak Berani ke Dokter Gigi"

  1. Soal ke dokter gigi akan ada drama kejar-kejaran sama anak karena mereka sulit untuk dibujuk. Biasanya takut kalau sudah dengar periksa gigi bakalan menghindar anaknya. Memang harus disiasati buat mengajak anak ke dokter gigi, terima kasih informasinya!

    BalasHapus
  2. wah terimakasih atas tipsnya, sangat membantu :D

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^