Cegah Stunting! Susu Kental Manis Bukan Susu Untuk Anak

Melihat perkembangan anak tumbuh sehat adalah sebuah kebahagiaan. Dua dari ketiga anakku sejak bayi ASI Eksklusif sampai dua tahun. Anak pertama karena kurang ilmu, sempat langsung diberi sufor oleh klinik tempat  aku melahirkan. Namun, setelah paham pentingnya ASI, anak kedua dan ketiga aku bertekad, full ASI saja. Susu emang sangat berguna bagi pertumbuhan bayi. Bahkan ketika balita, anak-anakku tetap dijaga asupan gizinya.

Jika zaman aku kecil, minum susu itu susah, kenalnya Susu Kental Manis (SKM). Anak era 80-an pasti tahu kan? Bertahun-tahun tahunya itu susu, padahal itu bukan susu loh! Kok bisa? Jadi selama ini apa dong? Yuk, kita bahas!

Cegah Stunting! Susu Kental Manis Bukan Susu Untuk Anak


Susu Kental Manis (SKM) Bukan Susu


Susu sangat dikenal oleh masyarakat sebagai pelengkap nutrisi anak. Tapi, apakah sudah tahu kalau Susu Kental Manis (SKM) tidak cocok dikonsumsi oleh anak-anak? SKM yang dikenal selama ini sebagai susu, ternyata bukanlah susu, kok bisa?

Faktanya, susu sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan anak. Susu adalah salah satu sumber protein hewani dan sumber kalsium yang baik dan disukai oleh anak. Susu merupakan salah satu asupan penting dalam upaya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Apalagi susu memiliki kandungan yang tinggi yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang. Oleh karena itu, kebiasaan minum susu harus dimulai sejak dini.


Ini Alasan Susu Kental Manis Bukan Susu Untuk Anak


Saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai penggunaan Susu Kental Manis (SKM) sebagai susu. Padahal, susu yang terbaik untuk anak adalah Air Susu Ibu (ASI) untuk anak selama 2 tahun atau minimal ASI Eksklusif selama 6 bulan. ASI mengandung karbohidrat 7g, kalium 41mg protein 1g, natrium 17mg, kolestrol 14g, lemak 4.4g.

Sedangkan SKM sendiri mengandung banyak gula. Dalam kemasan SKM terdapat 40-50 persen gula. Kadar gula yang tinggi pada SKM dapat meningkatkam risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak.Selain itu, asupan gula yang berlebihan dapat merusak gigi anak. Kandungan gizi SKM lebih rendah dibandingkan dengan jenis susu lainnya. Kalsium dan protein SKM lebih rendah daripada susu bubuk atau susu segar.

Jika Susu Kental Manis diberikan pada anak balita, maka sangat berbahaya karena anak akan merasa kenyang, sehingga tidak mau mengkonsumsi yang lain.

Akibatnya jika anak mengkonsumsi SKM :


• Masalah Gizi
• Karies Gigi
• Gangguan Pola Makan
• Resiko Penyakit Degeneratif (Obesitas, Diabetes)
• Menghambat pertumbuhan karena kekurangan kalsium, kelebihan gula & karbohidrat
 
Tapi, Susu Kental Manis dapat digunakan sebagai topping atau campuran makanan. Konsumsi gula untuk tubuh hanya 5 sendok gula, sedangkan jika minum 1 gelas SKM sama dengan kita mengkonsumi 4-5 sendok gula pasir. Kebutuhan gula dalam tubuh sudah terpenuhi hanya dalam 1 gelas. Sedangkan jika makan nasi atau kue akan kelebihan gula, makanya di Indonesia banyak penderita diabetes.

Bertahun-tahun termakan iklan Susu Kental Manis, terutama saat bulan puasa. Iklan yang menyarankan, "Jangan lupa minum 3 gelas dalam sehari," dengan tagline sumber protein dan energi, padahal yang diminum adalah gula. Tapi, setelah pertengahan 2018, edukasi mengenai Susu Kental Manis bukan susu sudah digalakkan karena sudah adanya kebijakan BPOM.

Tahun 2018 ada berita yang mengejutkan, balita 10 bulan meninggal dunia karena mengkonsumsi Susu Kental Manis sejak ia usia 4 bulan. Orang tua memberikan Susu Kental Manis karena kesulitan ekonomi.

Susu Kental Manis Bukan Susu Untuk Anak


Susu Kental Manis tidak boleh untuk bayi karena :


1. SKM bukan produk yang diformulasikan untuk bayi, sehingga bisa berbahaya untuk kesehatan.
2. Meningkatkan resiko anak terkena diabetes, memicu obesitas dan karies gigi.
3. Kandungan gula pada SKM termasuk sangat tinggi.


Jika anak balita diberikan SKM, maka pertumbuhan anak akan terganggu dan dapat menyebabkan stunting. Hal ini terjadi karena pola asuh yang salah dan literasi yang kurang.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sendiri telah memberikan kelonggaran untuk produsen agar data mengubah takaran saji yang digunakan untuk mengkonsumsi kental manis selama 30 bulan.

Perubahan takaran saji dari maksimal 40 gr menjadi maksimal 30 gr yang ditujukan agar konsumen bijak mengkonsumsi dan memperhatikan gula yang masuk ke dalam tubuh.

Cegah Stunting! Susu Kental Manis Bukan Susu Untuk Anak


Stunting di Lampung

Faktanya, prevelensi stunting di Provinsi Lampung di angka 14,9 persen. Berada di bawah Bali dan Jambi. Pada tahun 2023 sebagai provinsi terendah ketiga stunting secara nasional. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023.

Anak yang mengalami kekurangan kekurangan gizi akan mengalami stunting. Apa tanda-tandanya? Yakni :

1. Tubuh pendek di bawah rata-rata.
2. Berat badan tidak naik, bahkan cenderung menurun.
3. Pertumbuhan gigi terlambat.
4. Kemampuan belajar menurun.

Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada masa 1000 HPK (Seribu Hari Pertama Kehidupan). Maka, stunting harus diwaspdai karena pada anal akan mengalami hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitifdan gangguan sistem pembakaran lemak. Sedangkan bagi oraang dewasa, stunting dapat menyebabkan obesitas, penurunan tolerasi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi dan osteoporosis.

tanda-tanda stunting

Stunting ini memiliki dampak jangka panjang dan jangka pendek. Jika tidak diwaspadai, maka akan menganggu perkembangan anak. Pada dampak jangka pendek, terjadinya terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pada pertumbuhan fisiknya, serta gangguan metabolisme. 

Sedangkan pada jangka panjang, stunting yang tidak ditangani dengan baik sedini mungkin akan menurunkan kemampuan kognitif otak, kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mencegah stunting?

Yuk, Moms mulai peduli kesehatan anak kita dan anak-anak di sekitar kita. Caranya, rutin ke Posyandu. Bagi ibu yang memiliki anak balita, di Posyandu akan ada arahan makanan yang bergizi, cara menentukan tumbuh kembang anak sesuai usia hingga ada pantauan pertumbuhanan anak dari kader Posyandu dan petugas yang mumpuni.

Cegah anak stunting dengan mulailah memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, berikan ASI Eksklusif sampai berusia 6 bulan bahkan sampai 2 tahun, dampingi ASI dengan MPASI yang sehat, terus pandu pertumbuhan anak di Posyandu, selalu jaga kebersihan lingkungan dan lainnya. Semoga Indonesia segera bebas dari stunting!

16 komentar untuk "Cegah Stunting! Susu Kental Manis Bukan Susu Untuk Anak"

  1. Bagi saya, susu kental manis khusus buat perasa atau pemanis minuman atau resep makanan. Bukan untuk minuman nutrisi harian anak sih. Jadi, memang buat anak kita berikan susu yang khusus.

    BalasHapus
  2. Aku menghindari banget menggunakan SKM meski pun hanya untuk campur an atau tambahan makanan, karena aku tau kandungan Gula ya tinggi banget, Apalagi untuk anak-anak jangan sampai mereka berlebihan konsumsi produk ini

    BalasHapus
  3. Betul banget bun, bahkan bukan hanya bisa menyebabkan stunting ya, karena dominan gula, SKM juga bisa bikin anak hyperaktif ya,,,,jadi jangan anggap SKM itu susu, bahaya banget buat tumbuh kembang anak.

    BalasHapus
  4. Aku lupa sejak kapan tahu kalau SKM bukan susu. Tapi orang di sekitarku masih menganggap SKM itu susu. Parahnya lagi itu di kasih ke anak² balita setiap hari.

    BalasHapus
  5. Mencegah stunting dimulai dari seribu hari pertama anak ya mbak
    Bukan dgn memberikan susu kental manis yang memang sebenarnya bukan susu

    BalasHapus
  6. aduuuh ingin ku teriak tentang iniii karena masih aja ada yang seduh kental manis buat diminum huhu. bahkan orangtua juga banyak yang minum kokk, gak cuma dikasih ke anak2 aja. harus lebih kenceng nih teriakin isu ini supaya makin melek info dan berenti nyeduh kental manis

    BalasHapus
  7. Edukasi tentang SKM sepertinya memang belum menjangkau sampai ke pelosok dan semua daerah sih. Kadang mendengar anak yang diberikan susu SKM, tapi umumnya karena memang kendala ekonomi dan lainnya. Padahal kandungannya bukan seperti yang dibayangkan ya. Gula yang berlebih sehingga bisa berakibat kurang baik pada anak.

    BalasHapus
  8. Masih banyak salah kaprah di masyarakat yang menganggap kental manis adalah susu. Jadi emang edukasinya soal ini harus lebih masif lagi demi pencegahan stunting.

    BalasHapus
  9. Aku baru tahu dan ngeh kalau susu terbaik untuk anak adalah ASI, bukan SKM. Dulu anggepnya kalau susu yang SKM, padahal kandungan gulanya sangat tinggi. 40-50 persen itu cukup beresiko jika terus dikonsumsi, apalagi buat anak-anak.

    BalasHapus
  10. Karena tingginya kandungan gula, memang gak oke dikonsumsi. Apalagi kan sejatinya kental manis ini memang untuk toping ya

    BalasHapus
  11. iya nih waktu aku kecil dulu tahunya susu yang kental manis tapi untungnya aku nggak suka susu mbak jadi jarang konsumsi.alhamdulillah sih sekarang sudah banyak sosialisasi tentang SKM ini yang bukan susu

    BalasHapus
  12. Bener banget ini susu kental manis gak boleh untuk anak-anak. Gulanya tinggi banget. Respresentasi susunya juga tidak sebanding dengan gulanya. Ini mah manisan susu deh lebih tepatnya

    BalasHapus
  13. Setuju! Namun demikian asupan kalsium gak cuma susu koq. Dan magnesium juga perlu dlm penyerapan kalsium, begitu juga mikronutrien lainnya

    BalasHapus
  14. Sampai ada kasus bayi meninggal karena kekurangan gizi yaa..
    Serem banget akibat memberikan SKM di awal usia bayi.

    Semoga edukasi mengenai SKM ini bisa dibaca dan dipahami masyarakat Indonesia, terutama para Ibu baru. Dan pemerintah juga memberikan penyuluhan serta solusi nyata untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan.

    BalasHapus
  15. Aku dulu tuh mikir skm kok rasanya manis bngt yaa ternyata banyak gulanya dan bisa memicu diabtes ngeri bngt yaa. Gk lagi2 deh kasi anak2 skm

    BalasHapus
  16. pemahaman SKM adalah susu bergizi bernutrisi adalah pemahaman lama yang masih berlaku (maaf) di desa atau pada orang tua, padahal nyatanya justru ini mal nutrisi karena isinya hanya gula yang sebaiknya dihindari atau dihindari

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^