Tampilkan postingan dengan label Info Penting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Penting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 November 2015

Cara Kirim Cernak dan Dongeng ke Majalah Bobo

Yuk, teman-teman buat yang penasaran pengen nyoba cara kirim cernak dan dongeng ke Majalah Bobo, berikut cara kirimnya ya :) Kamu sudah nabung berapa naskah? 
Cara Kirim Cernak dan Dongeng ke Majalah Bobo


Syarat Teknis Penulisan Naskah Cerita :

1. Font: Arial
2. Ukuran font: 12
3. Jarak baris: 1,5
4. Banyak kata: 600 – 700 kata untuk cerita 2 halaman
250 – 300 kata untuk cerita 1 halaman
5. Di bawah naskah cerita tersebut, cantumkan:
a. Nama lengkap
b. Alamat rumah
c. Nomor telepon rumah/kantor/ handphone
d. Nomor rekening beserta nama bank, dan nama lengkap pemegang rekening bank tersebut (seperti yang tertera di buku bank)
6. Lampirkan biodata singkat yang berisi poin nomor 5, tempat tanggal lahir, riwayat pendidikan, dan
pekerjaan.
7. Naskah berserta biodata bisa dikirimkan via pos, ke alamat:
Redaksi Majalah Bobo
Gedung Kompas Gramedia Majalah Lantai 4
Jalan Panjang No. 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530

Syarat Umum Penulisan Naskah Cerita :

1. Cerita harus asli, tidak menjiplak karya orang lain.
2. Cerita tidak mengandung unsur kekerasaan, pornografi, atau yang menyinggung SARA
(suku, agama dan ras)
3. Tingkat kesulitan bahasa, kira-kira yang bisa dimengerti oleh anak kelas 4 SD.
4. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik.
5. Kata-kata berbahasa asing/daerah atau dialek tertentu, diketik dengan huruf italic.
6. Alur cerita dan permasalahan cocok untuk anak-anak usia SD.
7. Penulis yang naskahnya diterima, akan mendapat honor setelah ceritanya dimuat, dan kiriman majalah
Bobo sebagai nomor bukti pemuatan cerpen.
8. Naskah yang tidak diterima, tidak akan dikembalikan. Diharapkan penulis menyimpan naskah asli.
9. Berhubung banyaknya naskah yang dikirim ke redaksi Majalah Bobo, maka waktu penantian pemuatan
cerita bisa memakan waktu minimal 4 bulan.
10. Penulis yang ingin menarik kembali naskahnya untuk dikirim ke majalah lain, diharapkan
pemberitahuannya terlebih dahulu ke redaksi Majalah Bobo, agar tidak terjadi pemuatan ganda.


Selamat mencoba :)


Rabu, 06 November 2013

Cara Mengirimkan Tulisan ke Koran, Majalah dan Tabloid

Ini oleh-oleh mampir ke rumah maya Mbk Haya :)


Assalamualaikum, temans ini cara mengirim naskah dan contohnya buka di linknya ya, semoga bermanfaat :)

1.  Kompas (Resensi Buku Anak) 
Kirim resensi buku anak maksimal 200 kata ke: kompas@kompas.co.id. Subjek: [Kompas Anak] + Resensi + Judul Buku. Sertakan scan cover buku, biodata, dan nomor rekening di akhir naskah. 
2. Majalah sekar (Kata Hati) 
Rubrik Kata Hati memuat kisah-kisah inspiratif seputar dunia istri dan ibu. Tulisan sekitar 300 kata. Tidak perlu menyertakan foto. Dikirim ke sekar@gramedia-majalah.com. Jangan lupa cantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.

3. Pikiran Rakyat (Rubrik Pariwisata)
Terbit tiap Sabtu dan Minggu. Alhamdulillah, saya kirim Kamis, Sabtu sudah dimuat. :))  Panjang naskah sekitar 2 halaman A4 1,5 spasi. Lampirkan foto 3 buah. Dikirim ke hiburan@pikiran-rakyat.com. Jangan lupa mencantumkan biodata singkat dan nomor rekening. Honornya lumayan banget, lho. :D
4. Majalah Ummi rubrik (Nuansa Wanita)
Rubrik Nuansa Wanita memuat kisah inspiratif islami seputar pengalaman sebagai ibu atau istri. Naskah sekitar 300-400 kata dikirim ke kru_ummi@yahoo.com. Jangan lupa mencantumkan biodata singkat dan nomor rekening. Sekadar info,Ummi adalah majalah bulanan. Jadi, harap maklum kalau masa penantian naskah dimuat, agak lama.

5. Majalah Sekar (Rubrik Komunitas)
Kalau Anda punya kelompok atau komunitas yang berhubungan dengan perempuan dan keluarga, Anda bisa mengirimkan tulisan Anda ke rubrik ini.  Panjang tulisan maksimal 300 kata dan sertakan satu foto minimal 300 KB. Dikirim ke keluargasekar@gramedia-majalah.com. 
Contoh tulisan : http://www.hayaaliyazaki.com/2013/03/emak-emak-penulis.html 

6. Majalah Femina (Rubrik Gado-Gado)
 Info jenis tulisan bisa dibaca di sini.  Syarat teknis: font Arial 12, spasi 2, maksimal 3 halaman folio. Tulisan belum pernah dimuat di media cetak atau online. Dikirim ke kontak@femina.co.id. Jangan lupa mencantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.
7. Majalah Sekar (Rubrik Plesir)
Rubrik Plesir memuat tulisan tentang traveling sekitar 1500 kata. Sertakan paling tidak 10 foto keren. Kirim ke sekar@gramedia-majalah.com. Jangan lupa cantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.
Contoh tulisan : http://www.hayaaliyazaki.com/2012/11/berlibur-ke-negeri-sultan-deli.html

8. Leisure Republika (Rubrik Buah Hati).
Rubrik ini memuat kisah orangtua (ayah atau ibu) dengan buah hati mereka. Panjang tulisan sekitar 300-400 kata. Sertakan foto Anda dengan buah hati. Kirim ke leisure@rol.republika.co.id. Jangan lupa cantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.

9.  Parents Indonesia (Rubrik Parents to Parents)
Majalah Parents Indonesia adalah majalah bulanan. Biasanya, setiap bulan mereka akan menulis status berupa pertanyaan di Facebook http://www.facebook.com/parentsindonesia. Kita tinggal menjawab status mereka. Jawaban yang terpilih, akan dimuat di majalah. Tulisan ini tidak diberikan honor, melainkan hadiah berlangganan majalah Parents Indonesia selama 2 bulan.

10. Koran Jakarta (Resensi)
Rubrik Perada e-mail opinikoranjakarta@gmail.com dan opinikoranjakarta@yahoo.co.id.

11. Republika Leisure (Rubrik Jalan-jalan Religi)
Kirim tulisan sekitar 800 kata. Sertakan foto-foto pendukung yang baik. Kirim ke leisure@rol.republika.co.id. Jangan lupa cantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.

12. Majalah Story (Cerpen)
MajalahStory adalah majalah remaja bulanan. Jika berminat, silakan kirim tulisan ke story_magazine@yahoo.com. Jangan lupa menyertakan biodata dan nomor rekening. 

Aku dengan beberapa bukuku :)

Rabu, 14 Maret 2012

Tanggal-tanggal Penting

Januari

1 Januari : Hari Perdamaian Dunia
1 Januari : Tahun Baru
3 Januari : Hari Departemen Agama
5 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
5 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
15 Januari : Hari Peristiwa Laut dan Samudera
25 Januari : Hari Gizi & Makanan
25 Januari : Hari Kusta Internasional
31 Januari : Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU)

Februari

5 Februari : Hari Ulang Tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
5 Februari : Hari Peristiwa Kapal Tujuh
9 Februari : Hari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
9 Februari : Hari Kavaleri
13 Februari : Hari Persatuan Farmasi Indonesia
14 Februari : Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
19 Februari : Hari KOHANUDNAS
22 Februari : Hari Istiqlal
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia

Maret

1 Maret : Hari Kehakiman Indonesia
1 Maret : Hari Peristiwa Serangan Umum di Jogyakarta
6 Maret : Hari KOSTRAD
8 Maret : Hari Wanita Internasional
9 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)
11 Maret : Hari Surat Perintah 11 Maret (SUPERSEMAR)
14 Maret : Hari Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia
18 Maret : Hari Ulang Tahun Provinsi Lampung
23 Maret : Hari lahir Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)
23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
27 Maret : Hari Women International Club (WIC)
30 Maret : Hari Film Indonesia

April

1 April : Hari Bank Dunia
6 April : Hari Nelayan Indonesia
7 April : Hari Kesehatan Internasional
9 April : Hari Penerbangan Nasional
9 April : Hari TNI Angkatan Udara
15 April : Hari Zeni
16 April : Hari KOPASSUS (Komando Pasukan Khusus)
18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika
19 April : Hari Pertahanan Sipil (HANSIP)
20 April : Milad PKS (Partai Keadilan Sejahtera)
21 April : Hari Kartini
22 April : Hari Bumi
24 April : Hari Angkutan Nasional
24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika
27 April : Hari Permasyarakatan Indonesia

M e i

1 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
1 Mei : Hari Buruh Sedunia
2 Mei : Hari Pendidikan Nasional
3 Mei : Hari Surya
4 Mei : Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia
8 Mei : Hari Henry Dunant
5 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
11 Mei : Hari POM - TNI
17 Mei : Hari Buku Nasional
19 Mei : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi
31 Mei : Hari anti tembakau internasional

Juni

1 Juni : Hari Lahir Pancasila
1 Juni : Hari Anak-anak Sedunia
3 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
3 Juni : Hari Jadi Kota Bogor
5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
17 Juni : Hari Dermaga
17 Juni : Hari Ulang Tahun Kota Bandar Lampung
22 Juni : Hari Ulang Tahun Kota Jakarta
24 Juni : Hari Bidan Indonesia
26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia
29 Juni : Hari Keluarga Berencana Nasional

Juli

1 Juli : Hari Bhayangkara
1 Juli : Hari Anak-anak Indonesia
5 Juli : Hari Bank Indonesia
9 Juli : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Anak Nasional
23 Juli : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Hari ultah uyi
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

Agustus

5 Agustus : Hari Dharma Wanita Indonesia
8 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN
10 Agustus : Hari Veteran Nasional
13 Agustus : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api
14 Agustus : Hari Pramuka
15 Agustus : Hari mengudaranya RBTV Asli Jogja
17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia
19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
21 Agustus : Hari Maritim Nasional
24 Agustus : Hari Televisi Republik Indonesia (TVRI)
30 Agustus : Hari Orang Hilang Sedunia

September

1 September : Hari Polisi Wanita (POLWAN)
3 September : Hari Palang Merah Indonesia (PMI)
8 September : Hari Aksara
8 September : Hari Pamong Praja
9 September : Hari Ulang Tahun Partai Demokrat
9 September : Hari Olahraga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
17 September : Hari Perhubungan Nasional
24 September : Hari Tani
26 September : Hari Statistik
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) dan Hari Ulang tahun Cowok uyi
28 September : Hari Kereta Api
29 September : Hari Sarjana Indonesia
30 September : Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI

Oktober

1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
5 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
9 Oktober : Hari Surat Menyurat Internasional
10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa
14 Oktober : Hari Pangan Sedunia
15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia
20 Oktober : Hari Ulang Tahun Golongan Karya
24 Oktober : Hari Dokter Indonesia
24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional
27 Oktober : Hari Listrik Nasional
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
29 Oktober : Hari KORPRI
30 Oktober : Hari Keuangan

November

3 November : Hari Kerohanian
10 November : Hari Pahlawan
10 November : Hari Ganefo
12 November : Hari Kesehatan Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
14 November : Hari Diabetes Sedunia
21 November : Hari Pohon
22 November : Hari Perhubungan Darat
25 November : Hari Guru

Desember

1 Desember : Hari AIDS Sedunia
1 Desember : Hari Artileri
3 Desember : Hari Internasional Penyandang Cacat
9 Desember : Hari Armada
10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia
12 Desember : Hari Transmigrasi
15 Desember : Hari Infanteri
19 Desember : Hari Bela Negara
22 Desember : Hari Ibu
22 Desember : Hari Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI)
22 Desember : Hari Sosial
22 Desember : Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD)



serbu media dengan tulisan sesuai tema yuuuk:)



Minggu, 04 Maret 2012

ekspresi

Menulis ekspresi apa aja sih? Selain cemberut, memberenggut, terkejut, alis bertaut, manyun, tersenyum, nyengir.meringis, menyeringai, melongo, mengerutkan kening. AKu suka menambahinya dengan, misalnya:
*Mengerutkan keningnya sampai terlihat berlipat seperti kain korden
*Dian melongo, dan aku yakin sebuah jeruk dapat kusumpalkan ke mulutnya yang terbuka lebar itu.

Rabu, 29 Februari 2012

Info Cernak Penerbit Talikata

Assalamualaikum wr.wb...

Numpang broadcast yaa....
Dicari banyak naskah cerita anak berbagai tema dengan penulis yg cukup/sdh memiliki "nama". Editor cerita anak/umum/buku sekolah: Pengalaman-teliti-tekun-menguasai EYD, teknik penulisan. Copywriter+promosi: pengalaman, mampu membuat konsep yang dapat diaplikasi. Berminat, silakan kirim ke email: editorial.talikata@gmail.com: Lampirkan aplikasi, CV, portofolio. Ditunggu hingga 10 Maret 2012. Terima kasih...

Alamat:

alamat ini: REDAKSI TALIKATA up JUN Jln. WAHAB III NO. 30 Utan Kayu Jakarta Timur 13120

Sabtu, 21 Januari 2012

Honor Tulisan

BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman CERPEN. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat-alamat email redaksi dan honor pemuatan cerpen/puisi dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda. Terima kasih.

1. Republika

sekretariat@republika.co.id, aliredov@yahoo.com

Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair.

2. Kompas

opini@kompas.co.id, opini@kompas.com

Ada konfirmasi pemuatan cerpen/puisi dari redaksi via email. Honor cerpen Rp. 1.100.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak), seminggu setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

3. Koran Tempo

ktminggu@tempo.co.id

Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen/puisi jika penulis mencantumkan nomer hp di email pengiriman. Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,- honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer seminggu setelah pemuatan.

4. Jawa Pos

sastra@jawapos.co.id

Jawa Pos menerima karya-karya pembaca berupa cerpen dan puisi atau sajak. Cerpen bertema bebas dengan gaya penceritaan bebas pula. Panjang cerpen adalah sekitar 10 ribu karakter. Honor cerpen Rp. 900.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer seminggu setelah cerpen/puisi dimuat.

5. Suara Merdeka

swarasastra@gmail.com

Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 350.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.

6. Suara Pembaruan

koransp@suarapembaruan.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

7. Suara Karya

redaksi@suarakarya-online.com, amiherman@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

8. Jurnal Nasional

tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

9. Seputar Indonesia

redaksi@seputar-indonesia.com, donatus@seputar-indonesia.com

Tidak setiap hari Minggu memuat cerpen. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

10. Pikiran Rakyat

khazanah@pikiran-rakyat.com, ahda05@yahoo.com

Cerpen tayang per dua mingguan. Honor cerpen Rp. 350.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

11. Tribun Jabar

cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com

Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

12. Kedaulatan Rakyat

redaksi@kr.co.id, jayadikastari@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

13. Harian Joglo Semar (Yogyakarta)

harianjoglosemar@gmail.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

14. Minggu Pagi (Yogyakarta)

we_rock_we_rock@yahoo.co.id

Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi

15. Surabaya Post

redaksi@surabayapost.info, surabaya_news@yahoo.com, zahira@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

16. Radar Surabaya

radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id

Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

17. Lampung Post

lampostminggu@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau minta tolong teman yang ada di Lampung untuk mengambilkan ke kantor redaksi.

18. Berita Pagi (Palembang)

huberitapagi@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

19. Sumatera Ekspres (Palembang)

citrabudaya_sumeks@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

20. Padang Ekspres

yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.

21. Haluan (Padang)

nasrulazwar@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

22. Singgalang (Padang)

hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id

Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

23. Riau Pos

budaya_ripos@yahoo.com, habeka33@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

24. Sumut Pos

redaksi@hariansumutpos.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

25. Global (Medan)

tejapurnama@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

26. Analisa (Medan)

rajabatak@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

27. Sinar Harapan

redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

28. Jurnal Cerpen Indonesia

jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

29. Majalah Horison

horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com

Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.

30. Majalah Esquire

cerpen@esquire.co.id

Honor cerpen Rp. 1.000.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi

31. Majalah Sabili

elkasabili@yahoo.co.id

Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

32. Majalah Suara Muhammadiyah

redaksism@gmail.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

33. Majalah Ummi

kru_ummi@yahoo.com

Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,- ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan.

34. Majalah Kartini

redaksi_kartini@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 350.000,- dua minggu setelah pemuatan honor ditransfer ke rekening penulis.

35. Majalah Alia

majalah_alia@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 300.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi

35. Majalah Femina

kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id

37. Majalah Story

story_magazine@yahoo.com

Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrian pemuatan panjang, bisa 6 bulan sampai setahun. Honor cerpen Rp. 250.000,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

38. Majalah Annida-online

majalah_annida@yahoo.com

Konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi. Honor cerpen Rp. 50.000,- honor epik (cerita kepahlawanan) Rp. 100.00,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

39. Majalah Bobo

bobonet@gramedia-majalah.com

Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi

40. Tabloid Nova

nova@gramedia-majalah.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi
41. Majalah Sekar alamat e mail : sekar@gramedia-majalah.com atau majalahsekar@gmail.com. Honor cerpen di majalah ini 400 ribu dibayar sebulan setelah majalah terbit.
42. Gadis alamat e mailnya : redaksi.GADIS@feminagroup.com. Untuk percikan (cerpen mini tiga halaman) honornya 500 ribu. Untuk cerpen honornya 850 ribu. Honor cair seminggu setelah majalah terbit.
43.Untuk kompas khusus cerpen anak honor 300 ribu. Resensi buku anak honor 250 ribu. Honor cair tiga hari setelah pemuatan.

Senin, 29 Agustus 2011

Gimana Menulis Cerita Kocak?

Dewi Dedew Rieka

Dear Temans,

Menulis cerita kocak gampang-gampang susah. Gampang, karena ceritanya sederhana. Bahkan remeh-temeh. Susahnya? Yup. Gimana agar cerita remeh-temeh kita berhasil membuat pembaca tertawa. Ya, minimal mesem-mesem dikulum lah *apa ituu. Menulis cerita kocak sering dipandang enteng. Lah, hikmahnya apa? Ya, tidak perlu berhikmah dan inspiratif asal berhasil membuat tertawa, sudah menghibur orang pan dapat pahala? *minta dikeplak.

Sebagai penulis yang menekuni genre Pelit aka Personal Literature, saya suka mempelajari penulis-penulis hebat yang menekuni genre sama atau menulis cerita lucu juga. Salah duanya adalah Kelik Pelipur Lara dan Boim Lebon. Sakin ngefansnya, saya kejar Boim Lebon hingga Gunung Pati hehe karena beliau menjadi pembicara dalam salah satu pelatihan menulis untuk mahasiswa.

Saya yang emak-emak kece kudu menyamar biar nggak nampak tuwir diantara para peserta yang kinyis-kinyis dan belia *pasang bulu mata palsu, konde gede. Begitu juga, Mas Kelik. Bela-belain saya turun gunung dari Ungaran dalam keadaan hamil untuk berfoto bersama beliau, wkwk. Dengan khidmat saya serap rahasia keduanya dalam meramu kisah kocak. Insya Allah akan saya bagikan untuk teman-teman setelah saya ramu dan kreasikan dalam format terbaru *halah, ngomong apa dia.

Sebenarnya saya baru menulis buku kocak di tahun 2008. Tapi, memang sejak dulu saya ngepens pada buku-buku Hilman dan Boim yaitu the fenomenal one, Lupus. Kisah-kisah Lupus jadi koleksi saya saat SMP tahunnya tak perlu disebutkan. Hihi. Salah satu yang melekat dalam ingatan saya selain kisah Lupus adalah serial Anak Kos Vanya. Hilman meramu ceritanya dengan asyik hingga kita terhanyut dalam kisah anak-ank kos. Padahal, Hilman kan lelaki tulen, bo!

Ketika saya menulis, saya merekam gaya bahasa Hilman yang gaul abis. Dan menerapkannya pada tulisan-tulisan saya. Apa ya kiat-kiatnya? Tiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk menulis naskahnya Yang pasti, yang saya pelajari dari mereka, walau bukunya kocak dan kacau, ternyata mereka SERIUS menyiapkan konsepnya, hehe.

1. Hidupmu adalah Kisah seru.

Jangan remehkan cerita hidupmu. Pengalaman sehari-hari adalah dasar dari buku pelit alias personal literature. Genre yang diawali oleh Raditya Dika dengan Kambing Jantan-nya ini, juga berasal dari pengalaman hidup Raditya semasa sekolah di Aussie.

Ah, hidupku biasa-biasa saja, mungkin itu terbersit dalam pikiran kita. Yang biasa dan sederhana bisa jadi luar biasa lho. Contohnya Boim Lebon tuh dapat ide cerita dari kehidupan sehari-hari. sebagai makhluk Betawi asli , bang Boim tinggal di kawasan full of preman di Tanah Abang, dan ia telah bergaul dengan berjenis-jenis manusia yang tumplek blek di sana, dia telah melihat berbagai kejadian yang lucu hingga full of crime gitu deh.

Nah, ia hobi ngerumpi dengan berbagai orang dengan berbagai latar belakang dan disitulah ia banyak mendapatkan kisah seru untuk dibuat cerpen. Misalnya si Bidin yang rada-rada itu, kocak dan suka menolong dalam kumcer lucu itu ada lho orang benerannya.

Seorang penulis adalah pengamat. Ia jeli terhadap sekelilingnya. Mencatat apa saja yang terjadi untuk dibuat tulisan. Makanya hati-hati curhat sama penulis, tahu-tahu jadi buku, hihihi.Sama juga de ngan kisah anak-anak kacau dalam Anak Kos Dodol. Saya menuliskannya berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman sekosan.

Tidak mesti mengalami, ada banyak peristiwa yang terjadi saat itu dan kita rekam dalam otak. Setiap orang punya pengalamannya sendiri. Walau sama-sama anak kos, ceritanya bisa berbeda. Kalau ceritanya sama, caramu bercerita lah yang membedakan J jadi jangan takut menuliskan kisahmu. Pede aja lagii..

2. Catat cerita lucu yang kamu dengar.

Saya suka mengumpulkan cerita-cerita lucu dari teman. Juga menyerap apa yang saya baca. Saya sering mendapat cerita kocak untuk dituliskan dari twitter atau fesbuk seseorang. Cerita ini bisa jadi bahan tulisan saya. Kumpulan joke, Plesetan, bahasa gaul anak jaman sekarang. Walau bukan Abege, dan tidak menggunakan bahasa alay *oh, no peniiing, setidaknya kita up to date dengan pergaulan anak jaman sekarang.

Seperti dalam kisah Absolutely Kribo tentang masa-masa SMA waktu di Palembang, yang terjadi pada tahun tak perlu disebutkan. Terlalu jadul jika ditulis apa adanya. Jadi, diadakan penyesuaian-penyesuaian mengikuti perkembangan anak jaman sekarang. Segmen pembaca buku ini kan remaja. Tidak lucu kan kalau saya masih menuliskan printer yang saya pakai masih berbunyi ngiikkkk..ngikk..yang suaranya terdengar hingga di ujung kompleks? Waduh, mbaknya iki hidup jaman apaaa?

3. Amati keunikan teman-teman.

Sesuatu yang nggak lazim biasanya jadi lucu dan aneh. Keunikan teman-teman bisa jadi bahan cerita lho. Kata seorang dosen yang menjadikan AKD bahan kuliahnya *hihi buat contoh buku yang kacau banget kali ya? Kekuatan AKD adalah tokoh-tokohnya yang ajaib. Ya, saya belajar dari master cerita anak. Bahwa tokoh unik sangat menarik untuk jadi bahan cerita. Dan kebetulan, Puri Cantika 2 gudangnya anak-anak ajaib, hehe.

Saya menggali setiap karakter teman agar berbeda dengan yang lain. Misalnya Rasti anak Weleri yang panikan, tukang pingsan. Leslie, anak Purwokerto yang hobinya mengoleksi lingerie dan punya penggemar bejibun. Jadi, mengangkat sisi uniknya dan itulah yang diingat pembaca. Hanya saja, sebisanya jangan menulis cerita kocak yang mengeksploitasi seks atau menertawakan kekurangan fisik seseorang atau. Nggak seru ah! Nyakitin hati, iya.

4. Berusaha menulis yang beda

Coba temukan sisi unik dari kisah hidupmu. Ketika genre kocak booming, Kelik menulis buku lucu tapi dengan gaya plesetan. Di tahun 2008, banyak pelit yang mengisahkan cerita lucu kehidupan mahasiswa namun sepertinya belum ada yang mengangkat kehidupan anak kos putri yang hingar-bingar. Maka, saya kumpulkan cerita-cerita lucu yang pernah dikirimkan ke media seperti Femina, Kartika, Noor dan lainnya lalu kukirimkan ke penerbit.

5. Cari judul naskah yang nendang biar dilirik Penerbit!

Judul yang menarik tentu saja membuat editor jadi tertarik membaca naskah kita. Begitu juga sebaliknya, judul yang bikin eneg bikin editor buru-buru membuangnya di tempat sampah. Think out of the box. Kata Mbak Gia, mendapatkan judul nendang untuk bukunya dengan cara melamun. Nah, dakuw?

6. Temukan gaya tulisanmu sendiri

Terkadang, sebuah cerita sebenarnya biasa-biasa saja. Semua anak kos mengalami yang namanya bangun kesiangan, tidur kesubuhan hehe. Makan mie instan dan ngutang di kala sempit. De el el. Klise. Tapi, gaya bahasa kita, cara kita menceritakannya membuatnya berbeda dan segar.

Setiap penulis biasanya terpengaruh gaya tulisan penulis idolanya. Tak mengapa, perlahan nanti kita menemukan gaya penulisan yang sesuai untuk kita. Kalau sekarang masih mengikuti gaya saya eh Raditya Dika atau Aditya Mulya, it’s ok. Banyak membaca buku dan terus menulis akan melatih kita untuk mendapatkan gaya kita sendiri. Yang kalau orang baca, langsung ngeh ini sih tulisannya si Dedew nih hihihi ge er pisan maaak!

Akhir kata, Seperti kata Bang Boim Lebon, , untuk penulis pemula..nggak usah mikir bagus jeleknya tulisan kita, Nggak usah mikir EYD segala macam, nggak usah mikirin bakal dimuat atau dijadikan bungkus kacang sama redakturnya, Nggak usah mikirin genre, segala teori penulisan..apalagi mikirin tulisan kita bakal dapat Adikarya IKAPI atau nggak hihihi…*ini gue yang nambahin sendiri!

Yang penting mah satu euy resepnya kalau pengen jadi penulis, MULAILAH MENULIS sekarang jugaa! Menulis kocak janganlah ditunda-tunda..*senandung Bimbo sebagai sontrek penutup materi dudulku.

Selamat mencoba! Ganbatte Nee! :)

Sabtu, 06 Agustus 2011

SAMPLE NASKAH PICT BOOK 24 HAL

Asyiiik … Makan di Restoran!

Bunda Nanit

Hal. 2-3

“Asyiiiiik!” Nanit berteriak gembira ketika Ayah dan Bunda mengajaknya ke restoran.

Ayah dan Bunda menggeleng-gelengkan kepala mendengar teriakan Nanit yang girang.

Nanit senang karena membayangkan di restoran ada buaaaaanyak makanan.

Ada sate, ada gule, ada ayam, ada perkedel, ada opor, ada buanyaaaak makanan enak lainnya.

Nyam ...nyam ... nyam ... nyam ... (teks ini dibuat tidak menyatu dengan teks utama jadi semacam comic sign. Seperti balon kata, tapi nggak ada balonnya)

“Tapi, nanti, di restoran tidak boleh berlarian seperti di rumah ya ….,” pesan Bunda ketika sedang memakaikan baju Nanit.

Ooowwww ... Nanit yang suka sekali berlarian langsung berubah tidak semangat, kalau tidak boleh berlarian terus gimana?

“Di restoran, ada banyak meja, kursi, dan orang yang sedang makan. Nanti, kalau Nanit berlarian bisa tersandung meja atau kursi. Nah, kalau jatuh kan, sakit,” kata Bunda seolah membaca pikiran Nanit

Hihihihihi ... iya ya… (dibuat comic sign)

Nanit jadi malu! (dibuat comic sign[L1] )

Hal 4-5

Sesampai di restoran ...

karena meja depan penuh, Nanit, Ayah, dan Bunda duduk di meja belakang.

“Nanit mau makan apa?” tanya Bunda.

Nanit malah celingukan ... lalu dia menunjuk meja di depannya.

“Aku mau makan itu, Bunda,” katanya sambil menunjuk ayam goreng di meja depannya

“Mau ini?” kata ibu setengah baya yang duduk di meja depan, Nanit mengangguk ... hihihi

Bunda senyum sendiri, “Terima kasih, Bu. “ sahut Bunda

“Nanit, pilih makanannya di sini aja ya,” kata Bunda sambil menunjukkan buku menu yang berisi foto-foto makanan.

INGAT-INGAT 1;

Di restoran ada buku MENU

Buku menu adalah buku yang berisi beragam makanan yang dijual di restoran lengkap dengan harga dan gambarnya.

Hal. 6-7

“Pilih makanan yang kamu suka,” kata Ayah kepada Nanit.

“Asyiiiiiik!” Nanit berteriak senang.

“Ssssst ...,” Ayah menempelkan telunjuknya di bibir.

“Di restoran tidak boleh berteriak ...,” kata Ayah.

“Kenapa sih, banyak sekali aturan di restoran? Kalau banyak aturan begini anak-anak pasti nggak betah di restoran,” gumam Nanit dalam hati[L2] .

Hemmmmmmmmmmmm....

INGAT-INGAT 2;

Di restoran jangan TERIAK-TERIAK

Banyak orang yang datang ke restoran untuk makan dan kalau makan tidak boleh bersuara apalagi berteriak-teriak nanti mengganggu orang lain

Hal 8-9

Restoran tidak menyenangkan, ah!

Harus duduk manis, tidak boleh berteriak-teriak, tidak boleh lari-lari, tidak boleh tunjuk-tunjuk .... huuh!

Terus boleh ngapain doooong? Nanit agak kesal!

“Di sini kamu boleh milih makanan apa saja ….” kata Ayah.

Ya ... ya ... ya .... Ada banyak makanan di sini dan kita boleh memilih apa yang kita suka.

Hal. 10-11

“Nah, Nanit mau makan apa?” tanya Ayah.

Hmmmm ....

Mata Nanit mulai melihat satu persatu foto dalam buku menu.

Waw, sepertinya ikan ini lezat, gule ini sepertinya sedap, ayam ini sepertinya enak banget .....

“Ayo pilih yang paling kamu suka ....”ujar Bunda.

“Bunda, Nanit ingin ini, ini, dan ini” tunjuk Nanit.

“Benar ingin pesan semuanya? Nanti kekenyangan lo atau malah nggak habis ...,” kata Bunda.

INGAT-INGAT 3;

Di Restoran jangan memesan secara BERLEBIHAN

Walaupun ada banyak makanan yang ingin kalian cicipi, tetapi tidak semuanya dapat kalian pesan. Pilihlah yang paling kalian sukai dan bikin penasaran sebab kalau memesan semua makanan bayarnya pasti mahal dan pasti nggak bakalan habis deh!

Hal. 12-13

Tapiiiii ... akhirnya, Nanit memilih untuk makan ayam goreng.

“Heeeem, ayam goreng aja ah, pasti enak!” ujar Nanit, dia jadi ingat ketika masuk restoran menunjuk ayam goreng yang dipesan ibu di meja depan J.

“Pasti doooong!” kata Ayah.

Satu menit ... dua menit ... tiga menit ... tujuh menit …

Kruk kruk kruk ... perut Nanit berbunyi. (dibuat comic sign)

“Bunda kok, pesanannya belum datang sih?” Nanit cemberut.

“Sebentar lagi datang .... pasti karena restoran ini ramai jadi kokinya harus membuat banyak masakan di dapur,” kata Bunda

INGAT-INGAT 4;

Di restoran harus sabar MENUNGGU

Ada kalanya kalina harus menunggu pesananmu datang karena di restoran, siapa yang pesan pertama itu yang didahulukan. Nah, bayangkan kalau restorannya sedang penuh pasti kalian harus menunggu lebih lama. Namun, karena makanannya enak kalian harus sabar ya ....

Hal. 14-15

Karena bosan Nanit mulai main-main di meja.

Nanit mencoba memainkan tusuk gigi yang ada di meja, Bunda melarang.

Nanit mencoba memainkan alat makan, Bunda melarang.

Nanit mencoba memainkan tisu, Bunda melarang.

Nanit makin cemberut ....

Tiba-tiba Bunda mengeluarkan sebuah buku cerita dari dalam tasnya.

Ah, buku cerita kesukaan Nanit. Asyiiiik ....

“Kalau baca boleh ya, Bun?” tanya Nanit, Bunda mengangguk

Sekarang, Nanit tidak merasa bosan lagi.

Ternyata di restoran nggak semua dilarang kok J

INGAT-INGAT 5;

Saat menunggu makanan di restoran terkadang MEMBOSANKAN.

Agar tidak bosan, kalian bisa membawa buku cerita. Nah, kalian akan lupa kalau sedang menunggu makanan.

Hal 16-17

Tak lama kemudian seorang pelayan membawa baki makanan.

“Nah … itu pesanan kita!” kata Bunda.

“Asyiiiiik,” ujar Nanit, kali ini nggak berteriak lo, hehehe ….

Nyamnyamnyam (dibuat comic sign)

Tangan Nanit langsung beraksi.

“Eiiiit, cuci tangan dulu dong,” kata Ayah.

Yaaaa .................. Nanit merengut sebal, dia kan, ingin segera mencicipi makanan pesanannya.

INGAT-INGAT 6;

Dimana pun kalian makan, CUCI TANGAN itu harus dilakukan.

Tidak sabar ingin segera makan? Walaupun tidak sabar ingin makan, tanganmu harus dicuci dahulu dong. Kalau tidak cuci tangan, banyak bakteri akan ikut kemakan di mulutmu .... hiiiiih

Hal. 18-19

Nanit mencuci tangannya dengan sabun yang disediakan di wastafel restoran, lalu kembali ke mejanya dengan berlari.

Dari jauh telunjuk Bunda membentuk kode “Ssst, tidak usah berlari, berjalan saja!”

Nanit pun langsung berjalan pelan.

Huuuuh, kenapa sih banyak banget peraturan di restoran!

Tapi … nggak apa-apa deh, kan ada makanan menunggu .... Nanit langsung tersenyum kembali.

Acara makan di restoran luar biasa!

Walau banyak peraturan yang harus diikuti, tapi makanannya enak jadi rasa sebel hilang deh ….

Hal. 20-21

Ayah memesan ayam bakar, Bunda memesan gule kambing, dan Nanit memesan Ayam Goreng ... semuanya enaaaaaak!

Oh ya, untuk minumannya ayah memesan capucino dingin, bunda es jeruk nipis, kalau Nanit jus jeruk yang segaaaar.... heeeem .... segaaaaaar!

Acara makan di restoran berjalan dengan lancar, Nanit pun merasa kenyang.

Hal. 22-23

Sampai di rumah, Nanit langsung menulis di buku harian

Dear diary, hari ini aku pergi ke restoran sama Ayah dan Bunda

Di sana banyak sekali peraturannya, lo!

Tidak boleh lari-lari, teriak-teriak, tunjuk-tunjuk, dan peraturan lainnya yang bikin sebel

Tapi, walau sebel aku seneeeeeeng banget

Karena aku jadi tahu banyak nama makanan enak

Sayangnya nggak semua makanan boleh aku pesan hihihi

Akhirnya aku pesan sop buntut bakar dan Jus Jeruk

Heeeemmmmm, enaaaaaaaaaak banget deh! Oia, Bunda juga membawakan aku buku cerita supaya aku tidak bosan saat menunggu makanan datang.

Eh diary, kapan-kapan kamu aku ajak ke restoran ya, pasti ayah bilang, “Kamu boleh pesen apa aja ....

Tapi ... emangnya kamu bisa menghabiskan makanan sebanyak itu? Hihihi

Udah ah mau bobo dulu....

Dadaaaah

Hal. 24

Hei, apakah kalian pernah pergi ke restoran? Ceritakan dong pengalamanmu ketika berkunjung ke Restoran

---------------------------------------------------------------------------------------------------------​---------------------------------------------------------------------------------------------------------​---------------------------------------------------------------------------------------------------------​---------------------------------------------------------------------------------------------------------​---------------------------------------------------------------------------------------------------------​---------------------------------------------------------------------------------------------------------​---------------------------------------

Oh ya, kalian juga bisa memajang saat sedang makan di restoran....

(Tempel foto kalian di sini!)

10 Cara Menghadapi Writer's Block

Kenapa ya cuma profesi penulis yang dapat serangan "block"?

Kenapa nggak ada "doctor's block?"

Kebayang nggak, kalau dokter sedang mengoperasi trus terserang block? Atau guru sedang mengajar. Atau penjual gorengan sedang menggoreng mendoan? Atau supir bus?

Waaah....

Karena itulah, para penulis dengan elegan dan ikhlas menerima "block syndrome" itu sendirian. Biarlah penulis saja. Mulia sekali kan?

Resikonya paling kecil ini. Paling bengong di depan kompi. Paling jeduk-jedukin jidat ke keyboard. Paling diomeli editor. Paling deadline lomba terlewatkan. Hadiah melayang. Nggak jadi beli Ipad 4. (btw, masa sih beli Ipad 5 yang diduluin terbitnya oleh Fake Apple China. hahaha)

Apa sih gejala writer's block?

Barangkali ada yang belum pernah merasakan, atau sudah merasakan tapi nggak tahu nama penyakitnya, ini nih tanda-tandanya:

  1. Panik, keringat dingin, pening, berkunang-kunang. Salah satu atau semuanya, bergantung jauh dekatnya deadline.
  2. Sudah 10 menit berlalu sejak Anda mengetikkan kalimat terakhir yang masuk akal.
  3. Sudah memaksakan diri menulis, tapi malah semakin frustrasi. (Kadang memaksakan diri untuk memerah ide bisa membobol block lho. Jadi coba dulu, jangan mudah menyerah. Kecuali kalau jadi semakin senewen)
  4. Sudah teriak ke teman sekamar, "Just shoot me, please!"
  5. Mulai memikirkan ganti profesi, mending jadi dokter aja deh ketimbang penulis.

Kalau sudah merasakan gejala-gejala itu, ya, Anda terserang writer's block.

Dengan resiko dan akibat menjadi tanggungan Anda sendiri, silakan coba 10 cara di bawah ini. Kalau nggak mempan satu pun, oke, I give up. Ganti profesi saja. (hehe, just kidding.)

  1. Apa yang sedang Anda tulis? Novel? Coba tinggalkan dulu. Tulis saja cerpen, puisi, lagu, script, resep, flash fiction. Perbedaan format tulisan kadang bisa membuka si block di novel tadi.
  2. Tinggalkan kompi dan kursi, main sama anak. Ikut merangkak bersama mereka. Petak umpet. Atau ngulek dedaunan. Anak-anak itu pemicu ide luar biasa.
  3. Baca buku. Juga pemicu ide baru.
  4. Masak, ngepel, nyuci, atau apa saja deh yang 180 derajat beda jalur. Anda perlu break dari huruf, kata, kalimat, paragraf.
  5. Olah raga. Hirup udara segar. Kebanyakan duduk sering membuat aliran darah kurang lancar. Otak kurang oksigen. Pikiran berkabut.
  6. Cari pemandangan lain. Arahkan pandangan jauh-jauh. Mata penat juga menghambat kerja.
  7. Tidur. Anda kurang tidur, kebanyakan bergadang? Take a nap. Siapa tahu Anda memimpikan kalimat selanjutnya.
  8. Mengobrollah dengan manusia dengan kata-kata terucap. Bukan dengan foto profil dengan kata-kata diketikkan. Serius, facebook berlebihan itu justru memperparah block. Cabut koneksi Internet kalau sudah mulai menulis lagi. Jangan coba-coba membuat status, "Hore, aku sudah bebas block!" Banjir komen dan jempol dari teman-teman malah mendatangkan block jenis lain.
  9. Nonton. Cari film komedi, horor, drama inspiratif... apa saja. Siapa tahu Anda mendapatkan stimulasi visual.
  10. Ini sebetulnya tidak terlalu disarankan, karena efek sampingnya tidak menyenangkan. Ngemil. Es krim, cokelat, kacang, kerupuk. Seperlunya saja (Comot dari stoples, jangan bawa stoplesnya ke depan kompi!)

Selamat mencoba.

Semoga blokir-nya terbuka segera. Kalau belum juga, jangan-jangan ada tunggakan lain, hehehe.

Oh btw.

Sebelum terkena block berikutnya, coba terapkan tips ini:

Kalau harus berhenti menulis karena suatu hal, misalnya harus jemput anak-anak, beli sayur, pergi ke kantor, dsb. maka berhentilah saat kita tahu kalimat lanjutannya, walaupun saat itu Anda masih punya setengah jam lagi. Jangan karena merasa masih ada waktu, Anda terus mengetik. Karena bisa jadi 10 menit kemudian, Anda kehabisan ide. Macet. Blocked.

Ketika Anda berhenti saat persediaan kalimat masih ada, kalimat itu akan berputar-putar di benak, menunggu sampai kita duduk lagi di depan kompi, siap menuliskannya. Kalimat demi kalimat pun mengalir, berantai.

Salam kreatif,

Ary Nilandari

Jumat, 05 Agustus 2011

Sudut Pandang: Gampang-Gampang Susah

Sudut pandang, Viewpoint, atau Point of View (POV), secara sederhana, adalah bagaimana penulis menempatkan dirinya dalam cerita, dan bagaimana ia menyampaikan cerita kepada pembaca. POV ditentukan saat mulai menulis. Digunakan konsisten dari awal hingga akhir cerita. Jadi tidak berubah-ubah sesukanya antaradegan. Ada beberapa pilihan POV:

1. POV orang pertama (aku): penulis menjadi si aku dalam cerita, mengikuti pikiran dan aksi si aku. Penulis tidak bisa menggambarkan apa yang tidak dilihat si aku, tidak bisa mengetahui perasaan yang tidak dirasakan si aku. POV ini dianggap paling mudah, terutama bagi penulis pemula, karena seperti menulis diari saja. Hati-hati: Apa pun yang diketahui si aku tidak bisa dirahasiakan dari pembaca. Karena pembaca menjadi si aku.

Contoh:

Aku berlari mendaki bukit secepat mungkin. Aku harus meloloskan diri! Jantungku berdegup kencang dan otot-otot kakiku mengejang. Sampai di puncak bukit, aku menoleh. Oh, tidak! Monster itu masih mengikutiku. Kudengar ia menggerung keras. Rasanya tak mungkin aku bisa lepas darinya. Jelas sekali ia marah karena tiga matanya terkena pasir lemparanku.

2. POV orang kedua (kau): sangat jarang digunakan. Penulis seperti mengamati tindak tanduk si tokoh (kau) melalui teropong, lalu menceritakan apa yang dilihatnya kepada si kau juga.

Contoh:

Kau berlari mendaki bukit secepat mungkin. Kau harus meloloskan diri! Kaurasakan jantungmu berdegup kencang dan otot-otot kakimu mengejang. Sampai di puncak bukit, kau menoleh. Oh, tidak! Monster itu masih mengikutimu. Ia menggerung keras. Tak mungkin kau bisa lepas darinya. Jelas sekali monster itu marah karena tiga matanya terkena pasir lemparanmu.

3. POV orang ketiga (dia/ia), subjektif, konsisten di satu tokoh sepanjang cerita. Batasannya hampir sama dengan si aku. Bedanya penulis masuk ke dalam kepala satu tokoh saja, si dia/ia, dan mengikutinya dengan konsisten. Hal-hal di luar pengatahuan si dia, tidak bisa digambarkan, seperti pikiran dan perasaan tokoh-tokoh lain. Dengan POV orang ketiga subjektif ini, karakter dan karakterisasi satu tokoh utama bisa dieksplorasi lebih dalam dan diperkuat. Hati-hati: Tidak mudah konsisten pada satu tokoh. Sering tanpa sadar penulis berpindah memasuki kepala tokoh lain. Diperlukan latihan dan pengalaman untuk menyadari perpindahan ini dan kembali ke jalurnya.

Contoh:

Beno berlari mendaki bukit secepat mungkin. Ia harus meloloskan diri! Jantungnya berdegup kencang dan otot-otot kakinya mengejang. Sampai di puncak bukit, Beno menoleh. Oh, tidak! Monster itu masih mengikutinya. Beno mendengarnya menggerung keras. Tak mungkin ia bisa lepas dari makhluk itu, pikirnya. Jelas sekali monster itu marah karena tiga matanya terkena pasir. Beno tersenyum getir. Cuma pasir yang dimilikinya untuk melawan makhluk itu. Ke mana Ilya saat ia butuhkan?

4. POV orang ketiga (dia/ia), subjektif, lebih dari satu tokoh. Penulis mengikuti dua atau tiga tokoh penting secara bergantian. Misalnya, ada tiga sahabat--Beno, Ilya, dan Denisa. Penulis memakai POV Beno di bab 1, Ilya di bab 2, dan Denisa di bab 3, dst. Berpindah-pindah pada segmen yang jelas. Eksplorasi tiga karakter utama pun jadi lebih kuat. Hati-hati: Tokoh minor sebaiknya tidak diberi jatah POV, karena hanya akan merampas ruang untuk karakterisasi tokoh utama. Biasanya POV seperti ini diterapkan pada novel. Jarang pada cerpen. Dalam cerpen, tokoh dan adegan terbatas, ruang gerak terbatas, lebih baik didedikasikan semaksimal mungkin untuk tokoh utama.

Contoh

(bab 1) Beno berlari mendaki bukit secepat mungkin. Ia harus meloloskan diri! Jantungnya berdegup kencang dan otot-otot kakinya mengejang. Sampai di puncak bukit, Beno menoleh. Oh, tidak! Monster itu masih mengikutinya. Beno mendengarnya menggerung keras. Tak mungkin ia bisa lepas dari makhluk itu, pikirnya. Jelas sekali monster itu marah karena tiga matanya terkena pasir. Beno tersenyum getir. Cuma pasir yang dimilikinya untuk melawan makhluk itu. Ke mana Ilya saat dibutuhkan? (dst mengikuti pemikiran Beno)

(bab 2) Ini desa mati. Ilya bisa merasakannya di udara. Keheningan yang aneh. Terlalu hening. Angin tak berembus. Air di palungan tak beriak sedikitpun. Ada genta angin dari kulit kerang tergantung di atap pondok terdekat. Rasanya Ilya mau memberikan semua uang di kantongnya sekarang untuk melihat genta itu berayun dan berbunyi. Ilya mengembuskan napas yang tanpa sadar ia tahan. Satu-satunya bunyi kehidupan. Lalu ia melangkah. Pasir berkeresek di bawah sandalnya. Satu lagi bunyi yang membuat keheningan semakin terasa. Aaah, di mana Beno saat ia membutuhkan anak itu! (dst mengikuti pengalaman Ilya)

5. POV penulis segala tahu, playing God, omniscient. Penulis mengetahui semua kejadian, perasaan dan pemikiran semua tokoh, di semua tempat dan waktu. Sering dianggap paling mudah karena penulis jadi seperti dalang, hanya menceritakan kejadian di sana-sini. Padahal omniscient berarti juga mengetahui pemikiran dan perasaan semua tokoh. Artinya, penulis harus pandai bermanuver ketika menceritakan interaksi dua tokoh yang saling berkonflik. Bagaimana emosi dan pemikiran dua tokoh ini ketika mereka berdialog, misalnya. Tanpa kepiawaian ini, karakterisasi tokoh-tokohnya kurang tergali, eksplorasi emosi tidak mendalam, dan akhirnya seperti menggunakan POV orang ketiga objektif.

Contoh:

Beno berlari mendaki bukit secepat mungkin. Ia harus meloloskan diri! Jantungnya berdegup kencang dan otot-otot kakinya mengejang. Sampai di puncak bukit, ia menoleh. Oh, tidak! Monster itu masih mengikutinya. Tak mungkin ia bisa lepas dari makhluk itu, pikirnya.

Di belakang Beno, Gora menggerung keras. Langkahnya dipercepat. Sebentar lagi ia bisa menyusul anak itu. Keterlaluan sekali kalau makhluk sekecil itu bisa lolos darinya. Si Perkasa Gora dari Lembah Hitam tak pernah gagal menangkap buruannya. Apalagi buruan yang telah mempermalukannya di depan sang Raja. Ketiga mata Gora masih terasa pedih akibat pasir yang dilemparkan anak itu.

Sementara itu, di jendela menara, Denisa menurunkan teropongnya. Ia tak sanggup menyaksikan. Beno mungkin pandai berdebat, tapi terbukti caranya tak berhasil. Denisa yang harus bertindak sekarang. Beno dan Ilya harus mengakui, dialah yang benar.

Denisa berpaling kepada Raja Lembah Hitam. “Panggil Gora pulang. Lepaskan Beno,” bisiknya lemah. "Kami akan membantumu."

Mendengar itu, Sang Raja tergelak. Mata majemuknya seolah berteriak serempak, "Apa kataku!" Lalu ia menjentikkan jari. Isyarat yang akan didengar jelas oleh Gora. (dst.)

6. POV orang ketiga objektif. Penulis hanya narator yang menceritakan peristiwa, tanpa menggambarkan perasaan atau pemikiran tokoh-tokohnya. Karakterisasi tidak dipentingkan. Tetapi ceritalah yang dibuat menarik sehingga pembaca ingat pada tokoh-tokohnya. Contohnya adalah dongeng-dongeng tradisional dengan tokoh hitam-putih. Sudah ditentukan oleh penulis dari awal, siapa yang baik siapa yang jahat melalui deskripsi singkat, bukan melalui perkembangan dramatis.

7. POV campuran. Lazimnya, novel menggunakan sudut pandang tunggal, orang kesatu atau ketiga. Tapi banyak penulis (terutama sastra), menggunakan campuran keduanya. Untuk satu tokoh, penulis konsisten menggunakan aku. Lalu untuk kejadian-kejadian yang si aku tidak hadir di sana, penulis menggunakan POV orang ketiga omniscient atau terbatas. James Patterson sering menggunakan POV campuran ini dalam novel-novelnya, antara lain serial Maximum Ride.

Semoga terasa bedanya ya. Silakan bereksperimen.

Seperti aku bereksperimen dengan contoh-contoh di atas, yang sebagian aku karang dadakan. Bukan diambil dari novelku yang sudah terbit.

Salam kreatif

Ary Nilandari




Sabtu, 25 Juni 2011

Gimana Menulis Cerita Kocak?

Dewi Dedew Rieka

Dear Temans,

Menulis cerita kocak gampang-gampang susah. Gampang, karena ceritanya sederhana. Bahkan remeh-temeh. Susahnya? Yup. Gimana agar cerita remeh-temeh kita berhasil membuat pembaca tertawa. Ya, minimal mesem-mesem dikulum lah *apa ituu. Menulis cerita kocak sering dipandang enteng. Lah, hikmahnya apa? Ya, tidak perlu berhikmah dan inspiratif asal berhasil membuat tertawa, sudah menghibur orang pan dapat pahala? *minta dikeplak.

Sebagai penulis yang menekuni genre Pelit aka Personal Literature, saya suka mempelajari penulis-penulis hebat yang menekuni genre sama atau menulis cerita lucu juga. Salah duanya adalah Kelik Pelipur Lara dan Boim Lebon. Sakin ngefansnya, saya kejar Boim Lebon hingga Gunung Pati hehe karena beliau menjadi pembicara dalam salah satu pelatihan menulis untuk mahasiswa.

Saya yang emak-emak kece kudu menyamar biar nggak nampak tuwir diantara para peserta yang kinyis-kinyis dan belia *pasang bulu mata palsu, konde gede. Begitu juga, Mas Kelik. Bela-belain saya turun gunung dari Ungaran dalam keadaan hamil untuk berfoto bersama beliau, wkwk. Dengan khidmat saya serap rahasia keduanya dalam meramu kisah kocak. Insya Allah akan saya bagikan untuk teman-teman setelah saya ramu dan kreasikan dalam format terbaru *halah, ngomong apa dia.

Sebenarnya saya baru menulis buku kocak di tahun 2008. Tapi, memang sejak dulu saya ngepens pada buku-buku Hilman dan Boim yaitu the fenomenal one, Lupus. Kisah-kisah Lupus jadi koleksi saya saat SMP tahunnya tak perlu disebutkan. Hihi. Salah satu yang melekat dalam ingatan saya selain kisah Lupus adalah serial Anak Kos Vanya. Hilman meramu ceritanya dengan asyik hingga kita terhanyut dalam kisah anak-ank kos. Padahal, Hilman kan lelaki tulen, bo!

Ketika saya menulis, saya merekam gaya bahasa Hilman yang gaul abis. Dan menerapkannya pada tulisan-tulisan saya. Apa ya kiat-kiatnya? Tiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk menulis naskahnya Yang pasti, yang saya pelajari dari mereka, walau bukunya kocak dan kacau, ternyata mereka SERIUS menyiapkan konsepnya, hehe.

1. Hidupmu adalah Kisah seru.

Jangan remehkan cerita hidupmu. Pengalaman sehari-hari adalah dasar dari buku pelit aliaspersonal literature. Genre yang diawali oleh Raditya Dika dengan Kambing Jantan-nya ini, juga berasal dari pengalaman hidup Raditya semasa sekolah di Aussie.

Ah, hidupku biasa-biasa saja, mungkin itu terbersit dalam pikiran kita. Yang biasa dan sederhana bisa jadi luar biasa lho. Contohnya Boim Lebon tuh dapat ide cerita dari kehidupan sehari-hari. sebagai makhluk Betawi asli , bang Boim tinggal di kawasan full of preman di Tanah Abang, dan ia telah bergaul dengan berjenis-jenis manusia yang tumplek blek di sana, dia telah melihat berbagai kejadian yang lucu hingga full of crime gitu deh.

Nah, ia hobi ngerumpi dengan berbagai orang dengan berbagai latar belakang dan disitulah ia banyak mendapatkan kisah seru untuk dibuat cerpen. Misalnya si Bidin yang rada-rada itu, kocak dan suka menolong dalam kumcer lucu itu ada lho orang benerannya.

Seorang penulis adalah pengamat. Ia jeli terhadap sekelilingnya. Mencatat apa saja yang terjadi untuk dibuat tulisan. Makanya hati-hati curhat sama penulis, tahu-tahu jadi buku, hihihi.Sama juga de ngan kisah anak-anak kacau dalam Anak Kos Dodol. Saya menuliskannya berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman sekosan.

Tidak mesti mengalami, ada banyak peristiwa yang terjadi saat itu dan kita rekam dalam otak. Setiap orang punya pengalamannya sendiri. Walau sama-sama anak kos, ceritanya bisa berbeda. Kalau ceritanya sama, caramu bercerita lah yang membedakan J jadi jangan takut menuliskan kisahmu. Pede aja lagii..

2. Catat cerita lucu yang kamu dengar.

Saya suka mengumpulkan cerita-cerita lucu dari teman. Juga menyerap apa yang saya baca. Saya sering mendapat cerita kocak untuk dituliskan dari twitter atau fesbuk seseorang. Cerita ini bisa jadi bahan tulisan saya. Kumpulan joke, Plesetan, bahasa gaul anak jaman sekarang. Walau bukan Abege, dan tidak menggunakan bahasa alay *oh, no peniiing, setidaknya kita up to date dengan pergaulan anak jaman sekarang.

Seperti dalam kisah Absolutely Kribo tentang masa-masa SMA waktu di Palembang, yang terjadi pada tahun tak perlu disebutkan. Terlalu jadul jika ditulis apa adanya. Jadi, diadakan penyesuaian-penyesuaian mengikuti perkembangan anak jaman sekarang. Segmen pembaca buku ini kan remaja. Tidak lucu kan kalau saya masih menuliskan printer yang saya pakai masih berbunyi ngiikkkk..ngikk..yang suaranya terdengar hingga di ujung kompleks? Waduh, mbaknya iki hidup jaman apaaa?

3. Amati keunikan teman-teman.

Sesuatu yang nggak lazim biasanya jadi lucu dan aneh. Keunikan teman-teman bisa jadi bahan cerita lho. Kata seorang dosen yang menjadikan AKD bahan kuliahnya *hihi buat contoh buku yang kacau banget kali ya? Kekuatan AKD adalah tokoh-tokohnya yang ajaib. Ya, saya belajar dari master cerita anak. Bahwa tokoh unik sangat menarik untuk jadi bahan cerita. Dan kebetulan, Puri Cantika 2 gudangnya anak-anak ajaib, hehe.

Saya menggali setiap karakter teman agar berbeda dengan yang lain. Misalnya Rasti anak Weleri yang panikan, tukang pingsan. Leslie, anak Purwokerto yang hobinya mengoleksi lingerie dan punya penggemar bejibun. Jadi, mengangkat sisi uniknya dan itulah yang diingat pembaca. Hanya saja, sebisanya jangan menulis cerita kocak yang mengeksploitasi seks atau menertawakan kekurangan fisik seseorang atau. Nggak seru ah! Nyakitin hati, iya.

4. Berusaha menulis yang beda

Coba temukan sisi unik dari kisah hidupmu. Ketika genre kocak booming, Kelik menulis buku lucu tapi dengan gaya plesetan. Di tahun 2008, banyak pelit yang mengisahkan cerita lucu kehidupan mahasiswa namun sepertinya belum ada yang mengangkat kehidupan anak kos putri yang hingar-bingar. Maka, saya kumpulkan cerita-cerita lucu yang pernah dikirimkan ke media seperti Femina, Kartika, Noor dan lainnya lalu kukirimkan ke penerbit.

5. Cari judul naskah yang nendang biar dilirik Penerbit!

Judul yang menarik tentu saja membuat editor jadi tertarik membaca naskah kita. Begitu juga sebaliknya, judul yang bikin eneg bikin editor buru-buru membuangnya di tempat sampah. Think out of the box. Kata Mbak Gia, mendapatkan judul nendang untuk bukunya dengan cara melamun. Nah, dakuw?

6. Temukan gaya tulisanmu sendiri

Terkadang, sebuah cerita sebenarnya biasa-biasa saja. Semua anak kos mengalami yang namanya bangun kesiangan, tidur kesubuhan hehe. Makan mie instan dan ngutang di kala sempit. De el el. Klise. Tapi, gaya bahasa kita, cara kita menceritakannya membuatnya berbeda dan segar.

Setiap penulis biasanya terpengaruh gaya tulisan penulis idolanya. Tak mengapa, perlahan nanti kita menemukan gaya penulisan yang sesuai untuk kita. Kalau sekarang masih mengikuti gaya saya eh Raditya Dika atau Aditya Mulya, it’s ok. Banyak membaca buku dan terus menulis akan melatih kita untuk mendapatkan gaya kita sendiri. Yang kalau orang baca, langsung ngeh ini sih tulisannya si Dedew nih hihihi ge er pisan maaak!

Akhir kata, Seperti kata Bang Boim Lebon, , untuk penulis pemula..nggak usah mikir bagus jeleknya tulisan kita, Nggak usah mikir EYD segala macam, nggak usah mikirin bakal dimuat atau dijadikan bungkus kacang sama redakturnya, Nggak usah mikirin genre, segala teori penulisan..apalagi mikirin tulisan kita bakal dapat Adikarya IKAPI atau nggak hihihi…*ini gue yang nambahin sendiri!

Yang penting mah satu euy resepnya kalau pengen jadi penulis, MULAILAH MENULIS sekarang jugaa! Menulis kocak janganlah ditunda-tunda..*senandung Bimbo sebagai sontrek penutup materi dudulku.

Selamat mencoba! Ganbatte Nee! :)