Jumat, 28 September 2018

Mempersiapkan Fase Aqil Baligh Anak Bagi Orang Tua LDR


Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,  aku mau cerita pengalaman kami selama LDR dalam mempersiapkan Fase Aqil Baligh Anak, yaitu Mas Faris.

Sebenarnya saat Abi dapat tugas belajar kuliah lagi di Padang, kami sudah berdiskusi ikut pindah atau tetap di Lampung. Jika tetap di Lampung, maka Abi akan kehilangan momen mempersiapkan fase Aqil Baligh Mas Faris yang kala itu naik kelas 3. Di mana ini masuk fase berpindahan dari kelas kecil ke kelas besar. Pengalaman selama jadi guru dulu, fase ini membuat anak agak sensitif. Dibilang anak kecil mereka enggak mau, dianggap anak sudah besar belum mandiri. Jadi diputuskan kami akan ikut pindah.


Ada masa anak laki-laki harus dekat dengan Ibunya dalam Fase mempersiapkan Aqil Baligh

Namun, saat Mas Faris naik kelas 5, Abi harus menyelesaikan tesis dan kami duluan pindah lagi ke Lampung. Hal ini pertimbangannya Mas Faris akan sulit penyesuaian kalau pindah pas naik kelas 6, lagian Abang Fatih adiknya mau masuk TK. Kebetulan sekolah anak-anak dekat rumah, jadi akhirnya aku duluan pindah ke Lampung bersama anak-anak.



Selama LDR 1 tahun, kami berusaha mempersiapkan Mas Faris untuk masuk fase Aqil Baligh dengan membangun komunikasi. Sangat berbahaya kalau komunikasi Ayah, Ibu dan anak tidak akrab, anak akan mencari role mode di luar keluarga. 


Moms, perlu diketahuan, kesalahan pola asuh akan menyebabkan anak laki-laki akan menjadi gemulai karena terlalu dekat dengan sosok ibu saja, sedangkan sifat tegas, keras dan bertanggungjawab tidak ditemuinya dalam sosok Ayah, ini bahaya, LBGT menjadi ancaman akan berkembang menjamur. Lihat maraknya LBGT saat ini bikin ngeri dan pengen banget anak-anak enggak jauh dari ortu, hiks...

Baca Juga : Bekal Sehat dan Penuh Cinta Untuk Fatih



Saat LDR, lakukanlah bola komunikasi yang baik. Abi setiap hari video call. Setiap anak ditelpon dan ditanya kabar. Khusus buat Mas Faris, Abi akan menelpon khusus lagi khusus kalau Mas Faris sendiri untuk menanyakan kabar dan memberikan "tugas". Salah satunya menjaga adik-adik dan membantu Umi.




Ketika Abi, 1 atau 2 bulan pulang untuk beberapa hari ke Lampung, Abi menyiapkan waktu untuk mempersamai Mas Faris. Biasanya ke Masjid dan berkunjung ke tempat yang disukai. Abi juga menceritakan sejarah para Sahabat Nabi, tokoh berpengaruh, dan pengalaman masa kecil yang mengedukasi Mas Faris makin giat belajar.



Dukungan Abi Menyiapkan Mas Faris Fase Aqil Baligh
Baca Juga : Bahagianya Mencetak Album Foto (Photobook) Online di ID Photobook

Untuk persiapkan Aqil Baligh, Abi juga mengenalkan ciri-ciri mimpi basah, apa yang dilakukan saat menemui ciri-ciri itu dan mandi junub. Kalau Umi kan enggak paham banget apa yang dimimpikan para laki-laki hehe... terus akhirnya nanya-nanya juga ke ibu-ibu pengajian bagaimana menghadapi ana-anak yang sudah mimpi basah. Jadi nambah ilmu lagi.


Hal-hal Yang perlu Dipersiapkan Jelang Fase Aqil Baligh Anak.


Sahabat Smart Mom, ini PR bagi orang tua untuk mempersiapkan fase Aqil Baligh dan kami pun masih terus belajar agar Abang Fatih mau tidur terpisah dan Aisyah masih nempel.

1. Lakukan pemisahan tempat tidur secara bertahap disertai dengan komunikasi (sounding) intens sejak 1 tahun sebelumnya bahwa suatu hari anak akan semakin besar dan tidur terpisah dengan orang tua

Tahapan pemisahan tempat tidur :

Satu, pisah ranjang yaitu,  kamar bersama sekitar usia anak 3 sampai 4 tahun pastikan anak tetap dapat melihat orang tuanya saat terbangun tengah malam Agar ia merasa bahwa bisa kasur tidur sendiri juga tidak apa-apa.

Kedua, pisah kamar tidur ditemani, sekitar usia anak 4 sampai 5 tahun atau 1 tahun setelah tahap pertama desain kamar semenarik mungkin temani keloni anak sampai benar-benar tertidur.

Ketiga, pisah kamar tidak ditemani sekitar usia 5 sampai 6 tahun atau 1 tahap setelah tahap kedua orang tua tetap boleh mengantar anak ke kamar untuk mendongeng bercerita dan lain lain sebagai bagian dari quality time.




2. Jelaskan makna baligh pada anak tanamkan bahwa setelah ia memasuki baligh maka ia telah dewasa dan semua amal perbuatannya akan tercatat dan dimintai pertanggungjawaban

3. Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini dan menundukkan pandangannya.

4. Ajarkan anak untuk meminta izin ketika memasuki kamar orang tua khususnya di 3 waktu.

5. Jelaskan tentang ciri-ciri baligh pada laki-laki dan perempuan kepada anak laki-laki sampaikan Seperti apa mimpi basah dan jika dia mengalaminya nanti minta dia menyampaikan kepada Ayah atau Ibu Ayah sebaiknya mengambil porsi lebih banyak kepada anak perempuan informasikan rasa dan perasaan pertama saat haid bawah hal tersebut adalah wajar minta anak untuk mencatat tanggal datang haid setiap bulan agar bisa bersiap-siap sebelum haid datang 
.


6. Ajarkan anak tata cara mandi besar beserta sunnah-sunnahnya.

7. Kenalkan tentang mahram dan sampaikan agar berhati-hati dalam berinteraksi dengan lawan jenis.

8. Jelaskan tentang sistem organ seks dengan cukup detail 


9. Jelaskan tentang proses kehamilan dan melahirkan dengan detil.

10. Jelaskan tentang hubungan pria dan wanita, larangan pacaran dan pilihan hidup menikah atau membujang.

11.  Terangkan tentang keharaman zina dan bahaya juga dosanya.

12. Berikan pemahaman tanggung jawab moral dalam pergaulan.


13. Ada anak berpikir dan berdialog tentang konsep hidup seorang muslim muslim bahwa Islam tidak menolak tetapi mengatur syarat kepada lawan jenis bukan lah hal yang menjijikan ataupun hal yang diingkari tetapi diatur sehingga memuliakan manusia 

14. Jelaskan bahwa Islam menutup seluruh saluran syahwat kecuali lewat pernikahan.

15. Ubah cara pandang anak, kalau seksual sama dengan ibadah untuk tugas Mulia menjadi khalifah dan melanjutkan tugas para Nabi di muka bumi..





Katakan kepada anak, Selamat ya sayang lembaran catatan amal mu telah dibuka istilah bukumu dengan goresan yang penuh dengan amal kebajikan Buatlah Sesibuk malaikat Raqib menorehkan tinta nya di sebelah kananmu dan biarkanlah malaikat aktif di sebelah kirimu beristirahat dengan bersantai dengan tugasnya Ayah Bunda selalu mendoakan yang terbaik untukmu Kami bangga kepadamu."

Nah, Sahabat Smart Mom itulah pengalaman keluargaku dalam mempersiapkan Fase Aqil Baligh anak bagi orang tua LDR, semoga bermanfaat ya!

28 komentar:

  1. duh anakku dua-duanya laki-laki nih aku lagi nunggu saat itu :) Kalau oemisahan tempat tidur sih sudah sejak kecil mereka tidur sendiri2

    BalasHapus
  2. Masa-masa ini bagi bunda sudah berlalu karena cucu-cucu bunda sudah ada yang kuliah. Mudah-mudahan anak-anak bunda menerapkan pendekatan kepada anak-anak mereka yang masih berusia dibawah 13 tahun. Sayangnya anak-anak bukan blogger. Kalau blogger kan enak banget suruh aja bacaa postingan Naqi ini ya.

    BalasHapus
  3. Simpan dulu, pas banget punya dua anak cowok. Menunggu saat2 mereka aqil baligh. Thx ya mba :)

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  23. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  27. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^