Rabu, 23 Oktober 2019

Cara Menangani Speech Delay Anak

Cara Menangani Speech Delay Anak
Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Dulu aku mengalami anak kedua terlambat bicara. Usia 4 tahun masih belum lancar, malah mengalami fase gagap. Aku pun mencari informasi penyebabnya. Ternyata salah satunya, teman sepermainannya ada yang gagap, jadi anakku meniru gaya bicara temannya. Selain mengamati, aku juga mencari informasi mengenai apa sih penyebab anak terlambat bicara? 

Ada beberapa orang tua di masyarakat kita beranggapan keterlambatan anak bicara adalah hal sepele. Toh, anak akan bisa bicara pada waktunya. Tak diperlukan stimulasi dan lainnya. Namun, itu mitos loh, Moms! Perkembangan bicara anak perlu kita pantau sejak dini. Jangan sampai kita terlambat menyadarinya!

Menurut Psikiater Konsultan Anak & Remaja, dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K) , perkembangan berbicara pada anak memiliki tolak ukur. Misal, lanjutnya, saat usia  12-13 bulan, anak seharusnya bisa memiliki satu kosa kata baru selain ‘mama’ dan ‘dada’.

“Tolak ukur perkembangan bicara dan bahasa itu sebagai tolak ukur perkembangan kognitif mereka, intelektual mereka. Jadi menentukan perkembangan pada tahap-tahap selanjutnya,” katanya saat ditemui di Apple Bee Playground, Mal Taman Anggrek, Jakarta, Sabtu (31/8/2019).



Perlu diketahui ya, Moms, menurut dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K)  anak yang mengalami speech delay memiliki risiko terkenan gangguan jiwa. Akan mengalami depresi dan rasa kecemasan. Perasaan yang tidak nyaman itu membuat mereka berontak. Tidak bisa mengekspresikan sedih, marah dan kecewa karena mereka tidak bisa ngomong speech delay. 

Salah satu penyebab speech delay  adalah faktor lingkungan yang deprivasi. Hal ini menyebabkan anak tertekan loh Moms karena lingkungan ini mengharapkan sangat banyak atas kemampuan si anak. Contohnya bila anak masih usia 3 tahun, tapi dikasih les ini dan itu. Wajib menggunakan 3 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Mandarin dan Inggris. Anak yanng tidak ada gangguan, maka tidak akan bermasalah. Namun, jika anak memiliki gangguan ini akan berdampak fatal. Semakin dipaksakan akan berdampak pada kemampuan kognitif anak dan prestasi akademik loh dan anak akan menjadi pencemas. Hal ini berdampak buru bagi interaksi sosial anak.

Untuk itu Moms, kita perlu melakukan pencegahan dan mendetaksi dini agar anak tidak mengalami. Caranya bagaimana?

1. Ajak anak bermain, bukan hanya memberikan mainan.
Nah, Moms adakah yang sering mangajak anak bermain? Ini memerlukan interaksi dua arah antara ortu dan anak. Bermain bersama anak membantu anak menambah kosakata, kemampuan emosi berkembang dan seringlah mengajak anak bermain.

bermain lego
Ayo bermain lego!
Kalau aku sendiri, sering mengajak Aisyah bermain masak-masakkan, aku menjadi pembeli dan Aisyah menjadi penjual. Nanti aku menawar dagangannya hehe... Aisyah senang sekali kalau diajak bermain peran. Selain bermain masakkan, kami juga sering bermain boneka dan bermain lego. 

2. Ajak anak bercerita bernyanyi dan bermain peran.
Selain bermain peran yang aku ceritakan di atas, Aisyah juga senang bernyanyi. Lagu-lagu aku stel di flash disk. Tentunya lagu yang sesuai usianya. Ada lagu Umar dan Hana, lagu Anak Muslim atau lagu anak-anak tempo dulu yang pasti harus liriknya ramah anak.

membaca buku
Membacakan buku cerita

3. Latih Anak Mengucapkan Konsonan.
Nah, ini bisa dilatih anak-anak mengucapkan kata-kata konsonan dengan bantuan flash card. Jika anak sulit mengucapkan secara mandiri, ortu harus rajin menstimulasi sesering mungkin untuk anak yang  speech delay. Salah satu solusi yang bisa dipilih orang tua untuk melakukan stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak yaitu Dini.id.     

anak balita
Abi mengajak Aisyah mengenalkan sapi
Dini.id adalah startup yang khusus dirancang untuk memberikan program stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak dengan memadukan antara teknologi, ilmu psikologi, orang tua, dan tim ahli. 

Beberapa program Dini.id adalah :
1.Sistem assessment online gratis di website www.dini.id yang dapat mengidentifikasi keterlambatan dan potensi dalam perkembangan anak.

2.Kelas stimulasi dan intervensi sambil bermain yang dilakukan di playground-playground mitra  yang dirancang untuk mengaktifkan neuron dalam otak sehingga meningkatkan perkembangan kognitif dan menjadi dasar perkembangan tahap selanjutnya terutama untuk belajar.

3.Program assesment, observasi & investigasi berkala yang disupervisi oleh psikiater dan psikolog klinis untuk mengoptimalkan perkembangan anak yang berbeda-beda dan unik.

Para peserta dan pembicara launching website www.dini.id (Foto: dok. Faidah Umu Sofuroh)

Dengan stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak, diharapkan speech delay yang terjadi pada anak akan menghilang.

Nah, sahabat Smart Mom, deteksi dini yuk jika anak mengalami keterlambatan bicara karena bisa jadi memerlukan pendampingan seperti program Dini.id di atas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^