Rabu, 19 Februari 2020

Smart City Bandarlampung Bersama Hartarto Jaya


Assalamualaikum Sahabat Smart Mom, 


Setelah menikah, aku diajak suamiku tinggal di Lampung. Kala itu belum langsung ke Kota Bandarlampung, tapi ke Lampung Timur. Tahun 2010, aku mengikuti suami pindah tugas ke Bandarlampung. Sampai saat ini aku nyaman tinggal di Bandarlampung. Ingin sekali Kota Bandarlampung menjadi ibukota Provinsi Lampung yang semakin maju. Melirik provinsi lainnya yang terus berproses lebih baik. 

Ngobrol dengan teman-teman mengenai kemajuan Kota Bandarlampung. Seorang teman memperkenalkan gagasan yang menarik. “Ini gagasan kok keren ya, tahu dari mana?” tanyaku penasaran. 

Adalah Hartarto Lojaya seorang pengusaha yang mantan anggota DPRD Provinsi Lampung ingin menjadikan Bandarlampung menjadi Kota Cerdas dengan mengadopsi konsep Smart City seperti kota-kota medern dan kota-kota maju di dunia. Tentu saja aku tertarik, tagline-nya mirip dong dengan blogku, Smart Mom, hehe... 

Berikut Konsep Smart City Oleh Hartarto Jaya 


1. Pembayaran menggunakan Elektronik Money 

Menurut Hartarto, konsep Smart City ini perlu disegera diterapkan agar tidak tertinggal dengan kota besar lainnya. Apalagi di era digital ini, jangan sampai Bandarlampung ketinggalan. Memang iya sih, di era digital ini sangat memudahkan orang untuk melakukan apa pun. Semuanya bisa serba klink via smartphone, iya enggak sih? 

“Era digital ini menjadi pertimbangan para investor untuk memberikan bantuan terkait kesiapan jaringan untuk bisa berinvestasi,” kata Hartanto. 

Benar banget ya Sahabat Smart Mom, saat ini pembayaran apa pun lebih cash less. Elektronik money. Semuanya berbasis digital dan aplikasi terkoneksi internet. Wow, tentu akan membawa Kota Bandarlampung menjadi lebih maju. 

2. Penanggulangan Banjir dengan System Drainase 

Bayangkan jika 5 tahun ke depan Smart City terwujud, maka penangganan banjir akan teratasi. Sedih kan kalau tiap hujan, Kota Bandarlampung ada yang kebanjiran? 

Nah, lewat digitalisasi ini, penganggan banjirakan ditanggani system drainase akan semakin cepat. Apalagi menggunakan informasi peta bencana. 

3. Perpajakan dengan cash less atau non tunai. 

Bagi perpajakan data sudah tersistem dengan internet. Wah, jadi pengen juga nih bayar pajak enggak ngantri dan bagi penulis pengen juga pajaknya diturunkan hehe.. 

Oiya Smart Mom, konsep Smart City atau konsep Kota Cerdas ini bukanlah hal yang bary. Kota-kota di dunia sudah melakukannya. Kota yang telah mengintegrasikan kemajuan teknologi dan informasi, termasuk tata kelola pemerintahan akan semakin baik, pertumbuhan ekonomi, kualitas SDM,peduli lingkungan semakin baik dan lainnya. 

Wah, konsep ini perlu didukung ya? Lalu, apakah Hartarto akan maju dalam Pilwakot Kota Bandarlampung setelah menggaungkan konsep Smart City ini “Ya kita lihat saja nanti, dukungan masyarakat seperti apa,” katanya tegas. 


Kota Bandarlampung (Sumber Foto : https://id.wikipedia.org/)

Smart City Konsep Kota Idaman 

Ingin sekali kota Bandarlampung menjadi kota maju, aman, sejahtera dan berkelanjutan. Untuk itu perlu persiapa yang matang. Contohnya mempersiapkan beberapa elemen kota cerdas : 

Pemerintahan cerdas (Smart Governance

Kota Bandarlampung harus memiliki konsep kelola pemerintahan yang bersih. Salah satunya dengan keterlibatan masyarakat sipil termasuk dalam hal ini para professional dan akademisi dalam menyeleksi atau rekrutment para pejabat publik, mulai dari lurah sampai kepala dinas begitu pula dengan jabatan yang lainnya. Lelang jabatan adalah nama populernya saat ini. 

Masyarakat Cerdas (Smart People

Wah mau banget kalau masyarakat di Bandarlampung semakin baik ya, salah satunya Index Pembangunan Manusia (IPM) di Bandar Lampung harus terus ditingkatkan. Pendidikan dasar gratis dan berobat gratis memang baik. Namun jangan sampai malah memperburuk pelayanan pendidikan dan kesehatan karena insentif ke guru dan tenaga medis malah kurang ditengah beban layanan yang bertambah akibat kebijakan serba gratis. 

Ekonomi Cerdas (Smart Economy) 

Perlu adanya kerjasama dengan pihak swasta dalam membangun sektor perdagangan, jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif. Tugas pemerintah daerah menyediakan fasilitas umum seperti perbaikan dan pengembangan atau revitalisasi pasar tradisional yang khusus menjual ikan, sayur, buah, serta sandang dan papan. Pemerintah perlu melakukan pembinaan serta mempromosikan pasar tersebut dan yang lebih penting lagi memberi kemudahan para investor untuk menanamkan modalnya. Untuk itu restruktrurisasi pajak untuk mengurangi biaya ekonomi tinggi yang menghambat pertumbuhan ekonomi perlu dilakukan. 

Nah, itu sebagian dari konsep Smart City oleh Hartarto Lojaya, kita dukung beliau memberikan hal yang terbaik untuk Kota Bandarlampung. Majulah Lampungku!

1 komentar:

  1. Kota idaman , semoga bisa direalisasikan untuk kota Bandar Lampung kita tercinta ya , mbk 😍😊

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^